UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Selasa, 14 Maret 2017 15:46
Buruh TKBM Mengadu ke Dewan

Terkait Upah Sampai BPJS Kesehatan yang Tak Kunjung Dibayarkan

TUNTUT HAK : Puluhan buruh saat berada di depan kantor DPRD Kota Tarakan, kemarin. (HADI ARIS ISKANDAR/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TARAKAN - Puluhan buruh yang tergabung dalam Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) mendatangi Kontor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan, Senin (13/3). Kedatangan buruh yang beroperasi di Pelabuhan Malundung itu ingin menuntut haknya.

Amrun, salah satu buruh mengatakan, kedatangan mereka untuk melakukan pengaduan kepada dewan terkait upah yang tidak sesuai. Menurutnya upah yang diberikan kepada para pekerja tidak sesuai dengan  dengan kesepakatan awal.

“Gaji yang diberikan setiap kami bongkar muat barang itu kurang. Kami sudah tanya kepada mandor kenapa tidak sesuai dengan upah yang dijanjikan. Tapi mereka tidak dihiraukan,” terangnya.

Selain itu, pihak pengelola TKBM juga memberikan potongan gaji. Namun, pihak TKBM tidak memberikan penjelasan terkait potongan upah. 

Ketua DPC SP Kahutindo Tarakan, Johnly membenarkan hal tersebut. Walau dirinya tidak tergabung dalam TKBM, menurutnya sebagai ketua serikat harus turut serta mendampingi para buruh mengadu ke kantor dewan.

“Melihat persoalan buruh TKBM, jadi saya sebagai ketua serikat harus turut serta membantu para buruh yang tergabung dalam Serikat Kahutindo. Apalagi terkait masalah persoalan gaji buruh yang tidak sesuai,” kata Johnly.

Dirinya menjelaskan kedatangan mereka ke kantor dewan adalah jalan terakhir. Sebelumnya, pihaknya telah mendatangi Dinas Keternagakerjaan. Namun, selama dua bulan dengan enam kali pertemuan tak juga ada ujung penyelesaian.

“Enam kali melakukan pertemuan dengan Disnaker, hingga sekarang Disnaker belum bisa mempertemukan buruh dan pihak pengelola TKBM. Jadi karena kayak tidak ditanggapi, kami datangi kantor dewan,” terangnya.

Dirinya menjelaskan, permasalahan yang dialami oleh para buruh TKBM, ada tiga poin. Pertama masalah gaji buruh yang tidak sesuai dengan kesepakatan.

Kedua, terkait masalah jaminan kesehatan. Dirinya mengaku buruh yang tergabung di TKBM sudah tiga tahun BPJS kesehatannya tidak dibayar.

Poin yang ketiga, terkait pengelolaan keuangan pihak pengelola TKBM yang tidak transparan. Ketika pihak pengelola melakukan pemotongan gaji, mereka tidak memperihatkan secara detail kemana uang pemotongan tersebut.  

Sementara dikonfirmasi Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Adnan Hasan Galoeng mengatakan terkait masalah buruh tersebut, pihaknya akan menjadi jembatan untuk mempertemukan pihak-pihak yang terlibat dalam masalah ini. “Nantinya kita akan mengagendakan pertemuan seluruh pihak yang terlibat. Seperti BPJS, Disperindagkop, Disnaker, pengelola TKBM, dan para buruh,” katanya.

Petemuan tersebut akan diagendakan secepatnya. Menurutnya ini adalah masalah besar yang harus diselesaikan. “Ini akan menjadi masalah yang cukup krusial jika tidak diselesaikan secepatnya. Buruh yang tergabung dalam TKBM sebanyak 652 buruh. Jadi kita akan secepatnya mengagendakan pertemuan. Mungkin dua atau tiga hari kedepan,”tutupnya.

Sementara itu, saat ingin dimintai tanggapan, Kepala Disnaker Kota Tarakan Zaini berkelit sedang sakit kepala sehingga tak bisa memberikan komentar. (*/hai)

 


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 01:44

Sempat Kejar-kejaran, Empat Remaja Bali Berhasil Diamankan Polisi

TARAKAN - Aksi balapan liar (bali) kembali membuat resah masyarakat dan pengendara yang melintas. Meski…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:15

Eksekusi Mati Ayau, Negara Harus Keluarkan Rp200 Juta

TARAKAN – Sejak divonis mati dua bulan lalu oleh Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, tepatnya 15 Juni,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:12

Polisi Akan Panggil Saksi Ahli

TARAKAN – Meski sudah menetapkan tersangka atas kecelakaan speedboat SB Rezeki Baru Kharisma,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:12

Polisi Cari Bukti Baru Kasus Bayi Freezer

TARAKAN – Unit Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tarakan masih terus melakukan penyidikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:58

Pemkot Tarakan Sorot Pengerjaan Proyek Jalan Pulau Banda

TARAKAN – Belum genap sebulan pengerjaan perbaikan ruas Jalan Pulau Banda dan Pepabri, kini rusak…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:58

Pemkot Tarakan Sorot Pengerjaan Proyek Jalan Pulau Banda

TARAKAN – Belum genap sebulan pengerjaan perbaikan ruas Jalan Pulau Banda dan Pepabri, kini rusak…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:55

Hina TNI AL di Facebook, Akun HRH Dilaporkan ke Polisi

TARAKAN - Akibat nama institusi Lantamal XIII Tarakan dihina di media sosial (medsos) facebook, pihak…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:54

Tak Terima Celana Dicuci, Istri Dikungfu, Lalu Dilempar Api Rokok

TARAKAN – Bermaksud ingin menjadi istri yang baik dengan mencucikan pakaian kotor sang suami,…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:53

Untuk Orangtua, Jangan Biarkan Anak Keluyuran Malam’

TARAKAN – Bukannya memperingati HUT RI dengan melakukan hal positif, para remaja ini malah kembali…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:51

Hajar Pemabuk, Preman Ciut di Depan Hakim

TARAKAN – Merasa menjadi penguasa di Simpang 3 Tarakan karena memiliki otot kekar, Lukman yang…

Gelapkan Biaya Kamar Tamu STQ, Supervisor Hotel Dibui

BEJAT! Ketagihan Film Porno, Bocah 7 Tahun Digarap

Mantan Kepala Bandara Tak Hadiri Sidang Korupsi

Eksekusi Mati Ayau, Negara Harus Keluarkan Rp200 Juta

Polisi Cari Bukti Baru Kasus Bayi Freezer

Lima Bulan Tak Dibayar, Buruh Mengadu ke DPRD Tarakan

Sempat Kejar-kejaran, Empat Remaja Bali Berhasil Diamankan Polisi

Polisi Akan Panggil Saksi Ahli

Hina TNI AL di Facebook, Akun HRH Dilaporkan ke Polisi

Tak Terima Celana Dicuci, Istri Dikungfu, Lalu Dilempar Api Rokok
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .