UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Rabu, 15 Maret 2017 15:29
DPRD Kaltara Desak Pemerintah Tutup Perusahaan Ilegal

Perda RTRW Kaltara Digarap, Daerah Kurang Respon

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tidak hanya wakil rakyat di Nunukan saja yang bersuara soal kasus tumpang tindih lahan di Nunukan. Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Asnawi Arbain juga bersuara keras soal ini. Asnawi menyebut, kasus ini harus segera ditindak oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan agar tak berlarut-larut.

Saat ditemui di kantornya, Senin lalu (13/3), Asnawi juga mengaku sangat menyayangkan banyak hutan yang dikelola dan dirusak untuk kepentingan kelapa sawit. Terlebih lagi, urusan dokumen perizinan yang dikeluarkan justru melanggar peraturan perundang-undangan.

“Sayang sekali, hutan kita yang harusnya dijaga, tapi dirusak untuk kepentingan perusahaan,” tukasnya.

Dia menegaskan, perusahaan yang beroperasi itu sudah melanggar aturan dan dinyatakan ilegal. Pemerintah daerah diminta untuk bersikap tegas untuk menutup perusahaan yang beroperasi namun merusak lahan hutan dan tidak mengindahkan aturan. “Harusnya perusahaan ini ditutup. Tidak boleh dibiarkan,” tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Pria yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kaltara ini juga menyatakan, saat ini dia dan sejumlah anggota Panitia Khusus (Pansus) di DPRD Kaltara sedang menyusun draft Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kaltara. Namun sangat dia sayangkan, saat pembahasan produk aturan penting itu kepala daerah kabupaten/kota serta masing-masing pimpinan DPRD kabupaten/kota yang diundang hanya menghadirkan perwakilan. Hal itu tentu saja mengecewakan Pansus RTRW Kaltara.

“Kita sebenarnya kecewa. Mereka semua yang menjadi stakeholder kita iundang, tapi yang datang justru pegawai yang setingkat eselon III dan IV. Ini kan membahas kebijakan daerah dan persoalan yang akan dihadapi, tapi yang dikirim perwakilan tidak berkapasitas,” sesalnya.

Sementara itu, Ketua Pansus Pembentukan RTRW Provinsi Kaltara, Drs H Rahmad Majid Gani mengakui, di dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) RTRW Kaltara yang mereka garap juga membahas  persoalan lahan hutan. Namun dalam peta RTRW untuk pengelolaan hutan produksi ada yang merubah status hutan. Hanya saja, dia tidak menjelaskan secara gamblang menyebutkan perubahan tersebut.

“Dalam peta RTRW itu ada membahas soal perubahan status hutan. Tapi, yang pastinya ini (Perda) dibuat berdasarkan pengajuan draft yang diajukan di masing-masing daerah,” katanya.

Sehingga, dia memastikan, jika terjadi pelanggaran hukum dalam pengelolaan lahan hutan di setiap daerah akan menjadi persoalan di masing-masing daerah. Ini akan sesuai dengan draf yang diajukan untuk diakomodir dalam Perda RTRW Provinsi Kaltara. Sebab, kata dia, persoalan pelanggaran sudah pasti berdasarkan izin prinsip yang dikeluarkan dari pemerintah pusat ke pemerintah kabupaten/kota.

“Kalau ada pelanggaran hukum, itu kembali ke daerah, karena persoalan izinnya ada di pejabat daerah masing-masing ke pemerintah pusat,” tutupnya.

 

PEMKAB NUNUKAN DIDESAK HENTIKAN AKTIVITAS PT NJL

Berkaitan dengan Raperda RTRW itu, persoalan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan terkait penerbitan perizinan pengelolaan lahan dan hutan akan lebih ketat. Apalagi, belakangan ini, persoalan pengelolaan lahan Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK) yang melanggar aturan di Nunukan memang sudah menjadi rahasia umum. Salah satu dari 5 perusahaan raksasa yang beroperasi mengelola lahan KBK di Nunukan itu telah dibatalkan perizinannya. Itu adalah PT Nunukan Jaya Lestari (NJL), sehingga pengoperasiannya pun dinyatakan ilegal lantaran mengelola lahan seluas 19.974,130 hektar.

Legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Nunukan, Niko Hartono tegas menyebutkan, dalam Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor 1/Pbt/KEM-ATR/BPN/2016 tentang Pembatalan HGU PT Nunukan Jaya Lestari (NJL) telah membatalkan Keputusan Kepala BPN Nomor 29/HGU/BPN/2003 tentang Pemberian HGU atas tanah di Nunukan. Ini artinya, apapun bentuk aktivitas di atas lahan yang dilarang itu tidak boleh dilakukan.

"Keputusan menteri itu sudah sangat jelas. Kalau sudah dicabut dan masih beroperasi, ilegal dong. Kenapa pemerintah masih biarkan beroperasi?" tegasnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, dari penerbitan Kepmen Agraria dan Badan Pertanahan Nasional sangat jelas telah menegaskan sertifikat HGU PT NJL tidak berlaku lagi sejak, 25 Juli 2016. Bukan hanya itu saja, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI diminta mengembalikan fungsi lahan seluas 17.164 hektar menjadi kawasan hutan.

"Tidak ada alasan lagi. Keputusan sudah jelas, lahan itu harus dikembalikan fungsinya menjadi hutan lindung. Ini (keputusan, Red.) harus dihormati," tegas pria yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi III DPRD Nunukan ini.

Terungkap pula, berbagai macam upaya mendapat perizinan yang telah dilakukan perusahaan raksasa itu untuk menguasai hutan di Nunukan. Dengan begitu, terbitnya HGU Nomor 1/Nunukan Barat atas PT NJL mengelola lahan hutan, diduga telah merugikan negara Rp 12 triliun, sejak diterbitkannya surat tersebut.

Dia juga menyatakan, permohonan PT NJL untuk melakukan Tukar Menukar Kawasan Hutan (TKMH) yang diajukan ke Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI mendapat tanggapan penolakan. Dikatakannya, Kemenhut RI mengeluarkan tanggapan surat penolakan dengan Nomor : S.179/Menhut-VII/KUH/2013, 8 Februari 2013.

"Permohonan PT NJL ditolak karena area yang dimohon itu melanggar PP Nomor 60 tahun 2012 serta hasil analisis perhitungan secara digitasi. Aturan yang dilanggar jika memenuhi permohonan itu, Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 1993 tentang Kawasan Hutan Produksi," jelasnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, beroperasinya perusahaan tersebut tidak serta merta dilakukan jika tanpa campur tangan pejabat pemerintah. Namun, dia menyangkan, pengoperasian perusahaan raksasa itu justru melanggar aturan sehingga menjadi persoalan yang terus berlarut.

“Beroperasinya mereka ini sudah menimbulkan kesalahan dari awal di tingkat bawah. Dan masalah ini memang sudah lama tapi tidak disikapi,” tukasnya. (bar)

 


BACA JUGA

Senin, 18 September 2017 14:32

Setubuhi Siswi SMP, Sopir Angkot Janjikan HP

NUNUKAN – Kasus pencabulan yang menimpa siswi sekolah menengah pertama (SMP) dan seorang sopir…

Senin, 18 September 2017 14:31

Pihak Suami Bantah Lakukan KDRT

NUNUKAN – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami SR oleh suaminya sendiri, Dh,…

Kamis, 14 September 2017 15:38

Oknum PNS Pemadam Kebakaran Ditangkap Pesta Sabu

NUNUKAN – Kasus narkotika yang menjerat oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) memang menjadi perhatian…

Senin, 11 September 2017 15:50

Curi 2 Karung Pupuk Milik PT. SIL/SIP, Karyawan Ditindak

NUNUKAN – Kasus pencurian terjadi di perusahaan PT. Sebakis Inti Lestaris Sebakis Inti Plantation…

Rabu, 06 September 2017 12:05

Beralih Jadi Penjual Sabu, Eks Penjual Kosmetik Ini Dengarkan Dakwaan

NUNUKAN - Perkara narkotika tak ada habisnya bila dibahas. Kemarin (5/9), terdakwa Rasmida bersidang…

Sabtu, 02 September 2017 11:46

Diduga Jatuh ke Laut, Hanya Perahu dan Jaket yang Ditemukan

NUNUKAN – Muh. Rio Arfan (27), neyalan yang bertolak dari Sei Taiwan bertujuan untuk memancing…

Sabtu, 02 September 2017 09:51

Selain Mata Uang, Warga di Sini Juga Punya KTP Ganda

TARAKAN — Pemerintah sudah seharusnya memberikan perhatian serius terhadap pembentukan Daerah…

Rabu, 30 Agustus 2017 16:04

Awalnya Ajak Makan Bakso, Tahu-Tahu Niatnya Memperkosa

NUNUKAN - Kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Kali ini menimpa SW (10), warga…

Sabtu, 26 Agustus 2017 12:15

NGGA TAHAN..!! Nikahnya Usai Iduladha, Pasangan Ini Kuda-Kudaan Duluan

NUNUKAN – Kedua sejoli ini, Aco dan Becce (nama disamarkan) sudah beberapa minggu lamanya tinggal…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:10

Berdiri di Pagar Lantai 3 Rusun, Tiba-tiba Pria Ini Terjun

NUNUKAN – Rumah susun (Rusun) tempat menampung para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) deportan di Nunukan,…

Rakor Berlangsung, Ada Kades Asyik Ngobrol dan Merokok
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .