UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

UTAMA

Kamis, 16 Maret 2017 13:27
Beredar Video Bupati Nunukan Bela PT NJL

Menteri KLHK Minta Pemkab Nunukan Bersurat, Tapi Jangan ‘Ketahuan’

TEMUI MENTERI : Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid dan rombongannya temui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar dalam pertemuannya.

PROKAL.CO, NUNUKAN – Dua video pertemuan Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Siti Nurbaya Bakar membahas kasus tumpang tindih lahan di Nunukan jadi bahan perbincangan hangat sejumlah kalangan di Nunukan. Video pertama 49 detik, yang isinya persiapan rapat dengan menteri.

Yang jadi bahan gosip panas justru video kedua yang berdurasi 7 menit 28 detik. Di video ini terungkap soal upaya Siti Nurbaya Bakar ‘menolong’ Bupati Nunukan. Awalnya, video itu menunjukkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Nunukan, Ir Jabbar menyampaikan persoalan tukar menukar kawasan yang dilakukan sejumlah perusahaan sudah berlangsung lama. 

Namun dia kemudian mengaku kaget ada SK pencabutan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang melalui Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang nomor 1/Pbt/Kemen-ATR/BPN/2016 tentang Pencabutan Hak Guna Usaha (HGU) atas PT NJL dalam mengelola lahan seluas 19.974,130 hektare. 

“Oh ternyata, tukar menukar kawasan ini tidak berhasil. Memang, kan sebenarnya HGU-nya 19 ribu (hektar, Red.) itu, hanya 6 ribu (hektar) yang tertanam (sawit, Red.). Karena, begitu kita diberikan, pemerintah daerah diberikan peringatan, tidak pernah lagi menambah areal,” kata Ir Jabbar yang saat itu duduk di sebelah kanan ruang rapat.

Lebih lanjut, dalam video itu, Jabbar juga meyakinkan menteri, jika PT NJL melaksanakan seluruh pekerjaan yang tercantum dalam HGU, dipastikan PT NJL akan menanami seluruh lahan dengan sawit. “Persoalan prosesnya ada yang bermasalah, kami di daerah juga tidak tahu pak. Karena ini panitia yang menangani ini panitia B berbagai instansi yang ada di dalamnya,” kata Jabbar.

Dia justru tidak menyangka kasus ini akan berdampak besar dalam perjalanannya. Sehingga, dalam kasus ini dia berharap agar HGU kembali diberlakukan. Ketika pekerjaan PT NJL terhambat dan tidak berjalan, kata Jabbar, pengangguran akan bertambah. Tak hanya itu, Jabbar juga dengan yakin menyebut, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) akan terganggu jika tak segera diatasi.

“Saya kira kita semua paham kondisi perbatasan sekarang ini, kalau tidak ada pekerjaan lain, ya sabu-sabu. Tiap hari mungkin muncul di televisi. Dan bukan lagi gram pak, kilo,” lanjut Jabbar.

Namun, belum jauh berbicara, komentar ‘membela’ PT NJL oleh Jabbar dipotong oleh Menteri Siti Nurbaya Bakar. Intonasi sang menteri terdengar membantah penyampaian pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nunukan ini. Tensi rapat pun sedikit meninggi. Itu terlihat dari komentar Siti Nurbaya Bakar yang menyebut lahan sawit yang dikelola PT NJL tak ada kaitannya dengan pengangguran.

“Kan sawitnya nggak diapa-apaian, pekerjaannya jalan terus. Trus apa, nganggurnya apa? Kan yang lain belum dibuka,” kata Siti Nurbaya Bakar yang berusaha dipotong oleh Jabbar namun tak diberi kesempatan.

“Supaya tahu ya, supaya tahu ya. Yang seperti ini, kalau ada sawit di hutan produksi, itu jawabannya adalah ilegal! Dan itu, ada di 2,3 juta hektar dan itu di 240 lebih perusahaan, jelas nggak?” tegasnya. Setelahnya, Jabbar pun diam seribu bahasa. 

Bahkan di dalam video tersebut, tak satupun pejabat yang ikut dalam pertemuan yang kabarnya didanai oleh PT NJL ini berkomentar.  Bahkan Hj Asmin Laura yang duduk di sebelah sang menteri hanya sesekali terlihat senyum, lalu mengangguk, selebihnya hanya diam.

“Di Riau, yang seperti ini ada 700 ribu, kalau satu ini saya kasih begitu saja, maka berarti seluruh Indonesia rontok kebijakan nasionalnya,” tegasnya. 

Di menit 02.38, video ini menunjukkan Menteri Siti Nurbaya Bakar memberikan jalan keluar. Dia menunjuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) KLHK untuk memberikan jalan keluar atas persoalan yang dialami PT NJL dan Pemkab Nunukan. 

“Kasih izin baru. Biarkan sawitnya jalan, namanya hutan campuran. Kita tutup mata. Makanya tadi saya bilang ke ajudan, jangan ada wartawan di sini,” kata menteri. 

Menteri yang juga politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini juga menyebut, dalam kasus ini pemerintah dibawah komando Jokowi punya kepentingan untuk menolong rakyatnya.  Namun, kata dia, dalam permohonan izin nanti, PT NJL tidak boleh lagi melanjutkan penanaman sawit, melainkan produk hutan lainnya. 

“Yang paling penting sebetulnya adalah, bupati dan pemerintah daerah serta DPRD, sudah membawa aspirasi ini dan kita akan selesaikan bareng-bareng,” tekannya.

Sempat tegang, Bupati Hj Asmin Laura baru bisa terlihat senyum setelah menteri memberikan jalan. Senyum itu terlihat saat di menit 03.48. Saat itu menteri menyebut akan tutup mata soal kasus ini untuk diselesaikan. Diapun meminta sang bupati untuk membuat surat kepada KLHK.

“Bupati juga nanti menulis suratnya harus hati-hati. Bilang aja minta penyelesaian. Jangan terlalu detil bahwa ada persoalan ini. Ini karena orang lain pasti akan lihat ini ilegal, kok ini diberesin? Nanti kena pemda-nya. Jadi nulis suratnya juga agak cerdik,” kata menteri diikuti anggukan sejumlah pejabat Pemkab Nunukan. Laura juga terlihat memberikan instruksi agar anak buahnya menjalankan titah sang menteri.

Dalam penyampaiannya, menteri melanjutkan agar secara teknis nanti ada pertimbangan-pertimbangan soal penggantian nama dan hal lainnya. Menteri juga menyebut, persoalan lahan tumpang tindih dan kasus lainnya yang menyoal hutan sangat sulit sejak lama.

“Saya tahu juga betapa banyak persoalan kehutanan di Nunukan itu yang belum kita tangani di masa bupati yang lalu,” ulasnya.

Dalam pertemuan ini, menteri juga menunjuk Sekjen KLHK menangani kasus ini.

Maklum, persoalan ini, kata menteri, banyak terjadi di daerah dan umumnya rumit. Mendekati penutup rapat, menteri kembali menyebut persoalan ini bukan muncul di masa jabatan Hj Asmin Laura. Melainkan muncul di zaman pendahulunya. Mungkin yang dimaksud menteri adalah H Abdul Hafid Achmad dan Basri. Namun dalam penyelesaiannya, menteri menekankan tidak mengganggu kepentingan rakyat. Menteri juga meminta pihak terkait dalam hal ini yang mengurusi kehutanan di Nunukan untuk segera menyelesaikannya dengan baik.

“Tapi jangan diomongin di publik. Nanti diserang juga bapak-bapak, DPRD sama pemda-nya,” imbuhnya.

Namun sayang, beberapa minggu lalu, Bupati Nunukan Hj Asmin Laura mengelak adanya pernyataan Menteri Siti Nurbaya Bakar yang menyebut pekerjaan PT NJL di lahan 19 ribu hektar adalah ilegal. Namun, dia mengakui pertemuan itu adalah niat baik dari pemerintah untuk memfasilitasi pertemuan tersebut. 

“Saya tidak dengar itu (sawit di hutan produksi ilegal). Dan saya rasa niat baik pemerintah sudah ada untuk fasilitasi pertemuan itu,” tegasnya saat ditemui Kaltara Pos, sekira pukul 16.30 Wita, 27 Februari 2017 lalu. 

Menanggapi permasalahan yang dihadapi PT NJL pasca pencabutan HGU, dia menyatakan, belum mengambil langkah setelah melakuan pertemuan dengan menteri. Bahkan, sikap tegas dari pemerintah untuk menutup perusahaan yang tak berizin itu juga belum ada tindak lanjut. 

“Kan diminta untuk tindak lanjuti kembali ke Dirjen, tapi belum lagi,” tuturnya. (bar)

 


BACA JUGA

Kamis, 19 Oktober 2017 14:34

Jalan Menuju Kampus Rusak, Mahasiswa Demo

TARAKAN – Kerusakan Jalan Gunung Amal yang mejadi akses mahasiswa menuju kampus, akhirnya dipersoalkan.…

Selasa, 17 Oktober 2017 11:10

Reka Ulang Kasus Sally, Kulkas dan Freezer Dibawa Polisi

TARAKAN - Kasus penemuan bayi dalam alat pendingin atau freezer akhirnya direka ulang oleh aparat Polres…

Kamis, 12 Oktober 2017 13:44

Sabu Dilarutkan ke Toilet, Tersangkanya Cuma Melongo

TARAKAN-Sebanyak 178,06 gram sabu dimusnhakan Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Tarakan, tadi…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:26

Tuntut Lahan Plasma Dipenuhi Perusahaan, Ratusan Warga Demo

  TANJUNG SELOR - Setidaknya 500 lebih warga yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Desa Menggugat…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:19

Baru Diangkut ke Speedboat, 36 Koli Kepiting Bertelur Langsung Diamankan Polisi

TARAKAN - Personel Polsek Tarakan Utara berhasil menggagalkan penyelundupan 36 koli kepiting bertelur…

Rabu, 11 Oktober 2017 11:02

Sesi Pertama dan Kedua Tes CPNS, 17 Peserta Tidak Hadir

TANJUNG SELOR- 12.301 peserta CPNS Kaltara siap memulai tes dengan sistem Computer Assisted Test (CAT)…

Selasa, 10 Oktober 2017 17:05

Bawa Sabu 1,5 Kg, 3 Penumpang Pesawat Dibekuk Petugas Avsec Bandara Juwata

TARAKAN-Terminal Bandara Juwata Tarakan tiba-tiba heboh, sekira pukul 10.11 Wita tadi (10/10). Ternyata…

Jumat, 06 Oktober 2017 12:51

Pengin Ketemu Presiden, Wanita Ini Terobos Barikade Polisi

  TANJUNG SELOR - Setelah menginap semalam di Tarakan, Presiden Repulblik Indonesia Joko Widodo…

Jumat, 06 Oktober 2017 00:01

Jokowi Lewat, Jalan Mulawarman Dipadati Warga Tarakan

TARAKAN - Tiba di Bandara VIP Juwata, Tarakan sekira pukul 22.15 Wita Kamis (5/10) malam, Joko Widodo…

Kamis, 05 Oktober 2017 23:50

Mobil RI 1 Menganggur, Warga Antusias Berfoto

TARAKAN - Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Tarakan langsung disambut antusias warga Tarakan. Meski…

Reka Ulang Kasus Sally, Kulkas dan Freezer Dibawa Polisi

Komandan ISIS Terbunuh, Nunukan Waspada

Jalan Menuju Kampus Rusak, Mahasiswa Demo
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .