UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Sabtu, 18 Maret 2017 10:29
Terdakwa Minta Bebas? Enak Betullll...!!! Ini Kata Jaksa

Isi Replik Pembelaan Perkara PSKGJ

-

PROKAL.CO, TARAKAN – Pembelaan yang disampaikan terdakwa Herdiansyah dan Yansar mendapat tanggapan keras dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tarakan. Dalam jawabannya, JPU beranggapan pembelaan Penasehat Hukum kedua terdakwa, Rabshody Roestam dan Mansyur agar kliennya dibebaskan dari semua dakwaan, dinilai tidak berdasar.

Menurut JPU, di persidangan sudah jelas bahwa dalam rapat yang disebut terdakwa Herdiansyah sebagai dasar dilakukan pemotongan, tidak dihadiri semua dosen. Meskipun, alasan pemotongan seperti kebiasaan terdahulu yang sebelumnya 20 persen dinaikkan menjadi 50-70 persen, terdapat peserta rapat yang keberatan. Namun, saat itu tetap diputuskan dilakukan pemotongan dengan alasan pengembangan institusi.

"Kalau memang pemotongan ini untuk kegiatan dan pengembangan institusi, mengapa terdakwa Herdiansyah tidak meminta Yansar untuk menghubungi semua penerima dana, dan menunggu semua dosen hadir dalam rapat, sebelum mengambi keputusan untuk melakukan pemotongan," ujar JPU, Frederick Richard Silaban.

Kasi Pidsus Kejari Tarakan ini menambahkan, rapat yang menurut kedua terdakwa sepakat dilakukannya pemotongan dana tunjangan 3T dan honor mengajar ini tidak qorum, karena tidak dihadiri minimal duapertiga dari jumlah dosen yang ada saat itu.

"Namun, terdakwa Herdiansyah langsung membuka dan memimpin rapat, kemudian mengambil kesimpulan pemotongan 50 persen dan 70 persen," bebernya terkait jawaban JPU atas pembelaan Herdiansyah dan Yansar, terdakwa kasus dugaan pemotongan honor dan anggaran perjalanan dinas para dosen pada Program Sarjana Kependidikan Guru dalam Jabatan (PSKGJ).

Kemudian, lanjut Fredrik, Herdiansyah memerintahkan Yansar yang saat itu menjabat sebagai ketua panitia PSKGJ untuk memerintahkan Wiwit selaku juru bayar melakukan pemotongan sesuai kesepakatan rapat yang disebutkan Herdiansyah.

"Dalam persidangan sebelumnya, Wiwit sebagai saksi kunci menyebutkan bahwa ia sebagai bendahara, melakukan pemotongan karena diperintahkan Yansar, sementara Yansar mengaku diperintah Herdiansyah. Katanya sesuai hasil rapat, padahal rapat tidak qorum," terang Fredrik.

Lebih jauh dipaparkan Fredrik, menjawab pembelaan terdakwa yang mengaku hanya melanjutkan kebijakan pemotongan dari pejabat lama di UBT, JPU berpendapat pada saat dijabat oleh pejabat lama, UBT belum menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melainkan masih swasta.

"Sehingga, tidak ada permasalahan tindak pidana korupsi dalam pemotongan tersebut," tegasnya.

JPU meminta, agar Majelis Hakim memutuskan perkara ini sesuai dalam tuntutan yang sudah dibacakan 7 Maret lalu, yakni tuntutan pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsidair 2 bulan kurungan untuk terdakwa Herdiansyah sedangkan Yansar, dituntut pasal yang sama, namun tuntutannya lebih rendah 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta, jika tidak dibayar akan ditambah kurungan 2 bulan.

Dua orang ini dianggap melanggar Pasal 12 huruf F Undang undang nomor 21 tahun 2001 sebagaimana diubah Undang undang nomor 31 tahun tahun 1999, junto pasal 55 ayat (1). (ar)


BACA JUGA

Kamis, 23 Maret 2017 14:04

Sabu Ibu-ibu dan Juragan Speedboat Dilarutkan ke Kloset

TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan melakukan prosesi pemusnahan narkotika…

Kamis, 23 Maret 2017 13:52

Polisi Buru Penyebar Pertama Video Anak Beradegan Mesum Sesama Jenis

TARAKAN – Siapa penyebar video adegan mesum anak-anak sesama jenis masih didalami polisi. Salah…

Kamis, 23 Maret 2017 13:35

Sabu-Sabu 7 Kg Sempat Dikejar Hingga ke Tambak

TARAKAN – Aparat kepolisian memang benar-benar dibuat sibuk dengan urusan narkoba. Salah satu…

Kamis, 23 Maret 2017 13:34

Pagar dan Rumah Tertimpa Longsor, Ahong Pilih Jalur Hukum

AMBRUKNYA siring pagar di belakang rumah Aji Wiwieko Hongga atau Ahong yang dibangun oleh Budi Wong…

Kamis, 23 Maret 2017 13:29

‘Petugas’ dari BNN Pusat Simpan Narkoba

TARAKAN – Seorang pria berinisial HK terpaksa harus berurusan dengan aparat Badan Narkotika Nasional…

Rabu, 22 Maret 2017 12:16

Lama Dicari, Penjambret Ditangkap Polisi

MASIH ingat dengan kasus penjambretan yang dialami oleh Neni di Jalan Mulawarman, tepat depan Bandara…

Rabu, 22 Maret 2017 12:12

Demi Kebutuhan Keluarga, IRT Lima Anak Jual Sabu-Sabu

TARAKAN - Demi memenuhi kebutuhan keluarganya, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial JL (35) harus…

Selasa, 21 Maret 2017 14:56

Lagi, Polda Amankan Sabu 1 Kg di Pelabuhan SDF

TARAKAN - Setelah menemukan 11 kg di chargo Bandara Juwata Tarakan, aparat kembali berhasil mengungkap…

Selasa, 21 Maret 2017 14:17

Ada Penyimpangan, Laporkan ke Ombudsman

TARAKAN – Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMA sudah dimulai sejak Senin (20/3)…

Senin, 20 Maret 2017 15:51

Nunggak Bayar BPJS, Perusahaan Berurusan dengan Jaksa

TARAKAN – PT Tunas Nelayan Mandiri harus berurusan dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan, lantaran…

Terdakwa Minta Bebas? Enak Betullll...!!! Ini Kata Jaksa

Lagi, Polda Amankan Sabu 1 Kg di Pelabuhan SDF

Hoverboard Jadi Tren di Tarakan

Dikejar dan Diterjang Polisi, Bibir Maulidin Pecah!

Diisukan Masuk Bursa Pilwali, Ini Kata Yunus Abbas

MNC Bank Bantah Pernyataan Jefry

Diduga Korupsi, Direktur CV Citra Prima Utama Dikriminalisasi?

Polisi Buru Penyebar Pertama Video Anak Beradegan Mesum Sesama Jenis

Tak Punya Firasat, Anaknya Tetap Semangat Sekolah

Ngaku Siswi SMA 1 Tanjung Palas, Diamankan Satpol PP
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .