UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Kamis, 13 April 2017 15:15
Masih Sehat, ABY Tak Ingin Keluarganya Cemas

Kuasa Hukum Sangat Yakin ABY Tak Bersalah

BUKTI : Kuasa hukum ABY membeberkan bukti-bukti yang dimilikinya terkait kasus yang menimpa kliennya. (FAISAL MA’ASY/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Penjabat (Pj) Bupati Tana Tidung, Ir H Ahmad Bey Yasin MAP (ABY) dikabarkan tidak berpengaruh pada kondisi kesehatannya. Dari informan terpercaya Kaltara Pos, sejak ditahan di rumah tahanan (rutan) Polres Tarakan beberapa waktu lalu, kondisi kesehatan mantan Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kaltara ini tetap stabil.

Memang, kata informan Kaltara Pos ini, ABY mengidap penyakit diabetes. Yang membuat ABY tahan dengan sakitnya itu dan tetap bugar lantaran rutin dikirimkan obat-obatan yang dianjurkan dokter dan makannya terjaga. Meski demikian, kabarnya tak satupun keluarga ABY yang diperbolehkan menjenguk.

Upaya melarang keluarganya menjenguk dilakukan ABY sendiri, bahkan istrinya tidak diperbolehkan ke penjara tempatnya ‘menginap’. ABY, kata sumber tadi, tidak mau keluaganya cemas. Ditambah lagi, saat ini, orang tua ABY di Samarinda sedang sakit, sehingga dia tak ingin orang tuanya terbebani dan tambah sakit jika mengetahui ABY berkasus.

“Bapak sehat saja. Kalau yang jenguk ada saja, kalau dari kalangan pejabat, kurang tahu juga saya,” ucap sumber Kaltara Pos.

“Memang, bapak sengaja tidak mengizinkan istrinya menjenguk. Maksudnya biar tidak menambah beban pikiran keluarganya. Intinya, bapak itu baik-baik aja,” sambungnya.

Ditemui di kediamannya, Kuasa Hukum ABY, Frasnsisco SH MH masih kukuh dengan pernyataannya terkait penangkapan ABY. Dengan tegas, dia kembali mengatakan, ada kekeliruan dalam penangkapan kliennya. Menurut Fransisco, penangkapan tersebut harus dengan disertai bukti, sementara bukti yang diberikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan masih mengganjal. Tidak hanya itu, dia juga mempertanyakan surat penggilan pertama yang dialamatkan kepada kliennya. Sebab, sampai saat ini, baik kliennya ataupun dirinya belum melihat surat panggilan pertama untuk ABY.

“Kalau memang klien saya bersalah, harus ada bukti yang menguatkan. Di sisi lain saya juga tidak bisa menjustifikasi. Jika pihak kejaksaan salah atau sebagainya, sebab kita mengarah kepada bukti,” sesalnya.

Fransisco juga mengatakan, pokok permasalahan yang dituduhkan kepada kliennya perlu diperjelas. Jika yang dijadikan pokok permasalahan ialah tindak pidana korupsi terkait penggunaan dana tidak terduga Rp 1 miliar, maka bukan hanya kliennya saja yang bisa dijadikan tersangka. Menurutnya, anggaran yang sebenarnya digunakan tidak sampai Rp 1 miliar, melainkan hanya Rp 945.629.000.

“Anggarannya itu terdiri dari program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur, kegiatan asesmen centre untuk ASN eselon II sebesar Rp 352.320.000 dan program peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa dalam kegiatan pilkades dan pelantikannya sebesar Rp 539.309.000,” bebernya.

“Klien saya juga mengatakan memang ada sisa dari penggunaan anggaran tersebut. Dan sisanya dikembalikan kepada kas negara. Jika klien saya terjerat kasus ini, otomatis ada pihak lain juga yang terjerat. Karena ini uang negara dan sudah dikembalikan ke negara. Bagaimana bisa uang yang sudah dikembalikan digunakan secara pribadi?” sambungnya.

Belum selesai, Fransisco mengatakan, anggaran yang digunakan kliennya dalam program tersebut jelas sesuai dengan aturan karena berpegang pada surat lampiran ke Kementerian Dalam Negeri, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) RI, Provinsi Kaltara, baik Pj Gubernur, maupun Asisten serta Sekprov, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Tidung dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.

“Bukti ini nanti saya akan bawa ke pengadilan. Kalau hanya berdebat seperti itu, tidak akan selesai. Biar nanti di pengadilan saja kita serahkan bukti-buktinya,” terangnya.

Ia juga menyesali tindakan Kejari Bulungan yang menetapkan kliennya sebagai tersangka sebelum ada pemeriksaan. Menurutnya, kliennya perlu mendapatkan pembelaan sampai ditetapkan sebagai tersangka. Ia juga menyebutkan, jika memang kliennya bersalah atau ada dugaan korupsi sekalipun, pasti akan menyeret pengguna anggaran.

“Klien saya ini memang menggunakan kewenangannya untuk melaksanakan program tersebut. Namun disitu kan ada pengelola keuangan dan ada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) KTT. Itu juga bisa diperiksa, karena yang menjalankan programnya dan yang memegang keuangan mereka. Klien saya ini hanya menandatangani dan menyurati pihak terkait sesuai aturan,” bebernya lagi.

Sementara itu, menurut Fransisco melihat track record kliennya sangat mustahil melakukan tindakan tersbeut. Apalagi, kliennya tidak pernah memegang keuangan tersebut. “Jadi, harus jelas siapa pengguna anggaran, siapa yang mengelola,” terangnya.

Ia juga optimis kliennya bisa bebas dalam kasus ini karena bukti yang dimilikinya dapat membantu meskipun masih belum lengkap. “Saya akan melengkapi bukti-bukti ini segera dan di pengadilan nanti akan kita beberkan. Biarkan aja dulu prosesnya berjalan, kemudian kita akan buka buktinya di pengadilan,” tandasnya. 

 

 

Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kaltara Ir H Ahmad Bey Yasin MAP resmi menjadi Penjabat Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT), setelah dilantik dan diambil sumpahnya oleh Penjabat Gubernur Dr H Irianto Lambrie di gedung serbaguna kompleks kantor gubernur, kemarin (19/1).

 

Pelantikan Ahmad Bey Yasin sesuai surat keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 13164-34 Tahun 2015 tentang Pengangkatan Penjabat Bupati KTT tertanggal 14 Januari 2015. Di dalam surat keputusan Menteri Dalam Negeri itu disebutkan masa jabatan Pj Bupati KTT paling lama 1 tahun sejak tanggal pelantikan. (fai)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 15 Februari 2018 16:01

Angkot Oleng Tabrak Median Jalan

TANJUNG SELOR− Satu unit angkutan kota (Angkot) mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Jelarai,…

Rabu, 14 Februari 2018 10:45

Sebelum Tenggelam, Diduga Paulung Pesta Miras Dulu

TANJUNG SELOR - Penemuan mayat bernama Paulung Alang yang terapung di Sungai Kayan, Senin (12/2) oleh…

Selasa, 13 Februari 2018 11:40

3 Hari Tak Pulang, Ditemukan Mengapung di Sungai

TANJUNG SELOR - Warga Tanjung Palas Barat digegerkan dengan penemuan mayat di Sungai Kayan, Senin (12/2)…

Senin, 12 Februari 2018 11:54

Kasus Pembunuhan di Desa Pimping Masuk Tahap Dua

TANJUNG SELOR – Aparat kepolisian terus melakukan pemeriksaan dan sudah menetapkan tersangka tunggal…

Senin, 12 Februari 2018 11:52

Dua Jam Lomba Menyelam, Nyawa Joko Melayang

TANJUNG SELOR – Tragis benar nasib Joko Setiono. Pemuda berusia 23 tahun itu ditemukan tak bernyawa…

Sabtu, 10 Februari 2018 12:22

Maling Beraksi di Kampus, Helm Mahasiswa Raib

TANJUNG SELOR - Aksi pencurian terjadi di kampus Universitas Kaltara (Unikaltar), Kamis (8/2) sekira…

Rabu, 07 Februari 2018 10:46

Belanja Pakai Uang Palsu, Dua Pemuda Dibekuk

TANJUNG SELOR – Uang palsu tidak hanya beredar di Kota Tarakan. Ternyata, juga beredar di Bulungan.…

Senin, 05 Februari 2018 15:59

Berbekal Gelar ‘Haji’, Pelaku Tipu Warga

TANJUNG SELOR - Baru tiga hari bermukim di Kabupaten Bulungan, tepatnya di wilayah Kerubung, Desa Pejalin…

Jumat, 02 Februari 2018 14:12

Melawan Arus, Vario dan Vixion “Adu Banteng”

TANJUNG SELOR – Sempat ditutup akibat proyek pemotongan bukit untuk perpanjangan runway Bandar…

Rabu, 31 Januari 2018 16:08

Pesta Sabu Berakhir di Gunung Seriang

TANJUNG SELOR – Pemberantasan narkoba kian gencar dilakukan Kepolisian Resor (Polres) Bulungan.…

Sebelum Tenggelam, Diduga Paulung Pesta Miras Dulu

3 Hari Tak Pulang, Ditemukan Mengapung di Sungai

Angkot Oleng Tabrak Median Jalan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .