UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

UTAMA

Selasa, 18 April 2017 14:27
Mau Dirawat Tapi Tak Ada Uang

Berkunjung ke Kediaman Zahrah --Balita Perempuan-- yang punya Kelainan Jantung

BERMAIN : Tampak Azahra bermain dengan rekannya. Dia terlihat heran melihat saya yang terkesan baru. (Muhammad Azhar/ Kaltara Pos)

PROKAL.CO, Di usianya yang masih 1,5  tahun, Zahra sudah mengalami komplikasi sejak dilahirkan. Dengan keterbatasan itu, Zahrah tetap bisa bermain dengan teman-teman sebayanya, walaupun tidak terlalu lama. Karena penyakitnya ini, Zahra pun ramai dibicarakan di media sosial facebook. Seperti apa keseharian Zahra sebenarnya?

 

MUHAMMAD AZHAR, Kaltara Pos

 

RUMAH balita ini cukup sederhana. Rumah itu saya lihat setelah saya mengunjungi kediamannya di salah satu lorong kecil di Jalan Pinus RT 09 nomor 41 Kelurahan Lingkas Ujung sekira pukul 14.21 Wita, kemarin. Beruntung, saat sampai ke rumahnya, cuaca masih terlihat bersahabat. Bahkan gumpalan awan hitam yang sempat membuat saya ragu keluar tak sampai menurunkan hujan.

“Ia benar, ada apa mas ya?” jawab seorang wanita lalu kembali bertanya kepada saya yang lebih dulu bertaya soal kebenaran rumah Zahra saat saya berkunjung.

Wanita muda yang tiba-tiba keluar dari belakang  rumah tersebut kemudian membenarkan bahwa rumah berwarna biru yang dibangun menggunakan papan itu adalah kediaman Zahrah. “Masuk, masuk mas,” pintanya dengan ramah. Dialah ibunda Zahrah.

Saya pun mulai menyampaikan basa-basi dengan menanyakan kabar Zahra. Kebetulan ada Zahra saat saya tanya ibunya. Dia sedang bermain tak jauh dari saya yang duduk di atas tikar di ruang tamu. Ada satu buah bantal di ruang tamu tersebut. Lalu saya lihat sekilas, anak bungsu dari tiga bersaudara itu sama seperti balita normal pada umumnya. Dia terlihat lincah bermain dan tertawa bersama teman-teman di samping rumah.

Namun, di balik itu terlihat jelas ada yang tidak normal dari tubuh Zahrah yang tidak bertumbuh. Ukuran tubuhnya yang begitu kecil jika dibandingkan dengan balita seumurannya membuat dia terlihat tidak sehat. Itu semua karena sejak Zahrah dilahirkan, 22 Juni tahun 2015 di Kota Surabaya, Zahrah sudah terkena penyakit paru-paru basah.

“Waktu Zahrah dilahirkan, bulan pertama itu tidak terjadi apa-apa, namun tiba-tiba saat malam hari, Zahrah sering sekali kesulitan bernafas. Jadi, mertua saya yang di Surabaya menyarankan saya untuk membawa Zahrah ke rumah sakit Soewandhi Surabaya, di situ pertama kalinya Zahrah diperiksa. Semua organ dalam diperiksa dan dokter mengatakan, Zahrah terkena paru-paru basah,” ungkap Asmira Sanjani (24) ibu kandung dari Zahrah Atika.

Tidak itu saja, setelah divonis terkena paru-paru basah, dokter juga menemukan Zahra terkena penyakit  penyempitan tenggorokan dan jantung Zahrah bocor. “Saat itu Zahra terkena penyakit komplikasi, makanya sekarang Zahrah itu tidak saya biarkan bermain terlalu lama,” ungkap Asmira sambil terus memeluk Zahrah di pangkuannya.

Asmira mengungkapkan, jika Zahrah terlalu lama bermain dan tubuh Zahrah terlalu kelelahan, pada malam hari nafas Zahrah akan sesak dan bibirnya mulai membiru. Asmira juga selalu menjaga Zahrah agar tidak menangis.

“Kalau dia (Zahrah, Red.) saya biarkan menangsi terlalu lama, sesak nafasnya pasti akan kambuh. Jadi saya jaga betul supaya dia tidak menangis,” katanya.

Saat Asmira izin ke belakang rumahnya, Zahrah langsung beranjak dan bergabung dengan rekan-rekannya untuk bermain. Di sana ada dua orang temannya dan juga kakak kandung perempuannya bernama Asandia yang masih berumur 3,5 tahun. Zahrah terpantau terus tertawa sambil mengejar teman-temannya, hingga tiba-tiba Zahrah tersandung karpet dan tersungkur. Menangis? Zahrah tidak menangis sedikitpun. Balita itu kembali bangkit dan kembali mengejar teman-temannya. Asmira pun kembali dengan secangkir kopi. Saya pun melanjutkan pertanyaan yang belum menjawab penasaran saya. Salah satunya adalah soal tempat tinggalnya. Asmira menyebut, dia bersama suami dan ketiga anaknya  hanya tinggal di rumah kontrakan yang biaya per bulannya Rp 450 ribu. Suaminya yang bernama Muhammad Ridwan (32) tidak memiliki pekerjaan tetap. Asmira menerangkan bahwa suaminya bekerja jika suaminya dipanggil untuk bekerja.

“Dulu tinggal di rumah bapak sama ibu saya di dekat sini juga, namun rumah orang tua saya tidak cukup untuk tambahan 5 orang. Kasihan Zahrah, jadi saya pindah ke sini sekitar satu minggu yang lalu,” ungkapnya.

Dia mengaku kesulitan ekonomi yang membuat dirinya sulit untuk mengobati penyakit Zahrah yang membutukan biaya yang besar. “Mau berobat, makan aja kadang kami sulit dan harus minta ke tetangga minum dari air hujan,” tukasnya.

Akibat keterbatasan ekonomi tersebut, sudah 6 bulan kondisi jantung Zahra tak dicek. Menurut keterangan Asmira, dokter yang memeriksa Zahrah saat berada di rumah sakit Surabaya pada pertengahan bulan November  2016  menganjurkan, agar Zahrah rutin setiap satu bulan sekali dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan. Namun biaya yang begitu mahal membuat Asmira mengurungkan niat untuk membawa Zahrah ke rumah sakit. Asmira juga mengungkapkan bahwa dirinya sangat  takut bila Zahrah dioperasi.

“Aduh, dengar Zahrah mau dioperasi aja saya sudah takut setengah mati, dulu waktu dokter bilang di jantungnya ada yang bocor harus dipasangkan alat entah itu alat apa namanya, dan setiap bulannya harus diganti. Biayanya mencapai Rp 6 juta sekali mengganti. Karena tidak sanggup membayar, saya meminta permohonan kepada puskesmas yang ada di Surabaya dan mereka merespon, Zahrah diberikan bantuan berupa Susu kaleng,” ujar dirinya sambil kembali memangku Zahrah.

Asmira mengaku tidak memiliki kartu jaminan kesehatan. Bahkan dia mengungkapkan belum mengurus Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran untuk Zahrah. “Jadi sulit mas kalau mau mengajukan permohonan bantuan ke puskesmas di Tarakan, soalnya kita belum memiliki kartu keluarga dan Zahra pun belum dibikinkan akta,” ungkapnya. Jika awalnya dia terlihat tegar dan tenang saat menyampaikan masalah anaknya, kini wajahnya terlihat mulai tegang dan matanya mulai berkaca-kaca.

Tidak banyak orang di sekitar rumahnya yang tahu bahwa Zahra menderita penyakit komplikasi jantung, paru dan tenggorokan. “Dulu, sewaktu di Surabaya kan yang memberi usulan untuk bantuan  ke puskesmas itu pak RT, tapi setelah pindah Ke Tarakan  pak RT-nya hanya memberi saran untuk mengantarnya ke puskesmas, tapi saya paham karena pengurusan tersebut sulit dan surat-surat keluarga kami juga tidak lengkap,” katanya.

Namun Asmira tetap melakukan seperti yang biasa seorang ibu lakukan untuk kebahagian anaknya, sesulit apapun dia dia tetap memberi seluruh waktunya untuk membuat Zahrah tetap sehat. “Zahrah itu kalau ndak minum susu kaleng dia akan menangis, jadi saya mengusahakan bagaimana caranya agar susu Zahrah selalu terpenuhi,” katanya.

Begitulah kondisi Zahrah. Tidak hanya punya riwayat sakit yang cukup berbahaya, kondisi orang tuanya juga pusing karena belum memiliki cara untuk mendapatkan syarat menjadi warga Tarakan. Saya pun pamit, dengan harapan ada yang mau membantu Zahrah agar bisa segera sembuh. (***)

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 September 2017 12:04

Keluar THM Romeo, Suparjo Tewas Tengkurap

NUNUKAN - Penemuan mayat pria bikin geger warga Sebuku, Nunukan. Diketahui identitasnya, Suparjo (47),…

Senin, 04 September 2017 13:11

Maju Jalur Independen, Arif-Joko Siap Kumpulkan KTP

TARAKAN - Setelah kecewa tak diusung Partai Amanat Nasional, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota…

Minggu, 27 Agustus 2017 18:13

Diduga Nabrak Batang Kayu, Speedboat Nyaris Tenggelam

TARAKAN - Laka air kembali terjadi di perairan Kalimantam Utara (Kaltara). Kali ini menimpa Speedboat…

Selasa, 22 Agustus 2017 15:31

487.251 Jiwa Warga Kaltara Gunakan BPJS Kesehatan

TARAKAN - Sampai 30 Juni 2017 ini, jumlah peserta JKN-KIS di  BPJS Kesehatan Cabang Tarakan, mencapai…

Minggu, 20 Agustus 2017 17:01

Abu Ramsyah Mundur dari Pencalonan Wali Kota?

TARAKAN - Meski telah mengambil formulir pada penjaringan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi…

Sabtu, 19 Agustus 2017 11:13

Tinggal Puing, Dua Rumah Warga Ludes Dilahap Api

TANJUNG SELOR - Api membakar dan meratakan dua unit di Jalan Jelerai, Tanjung Selor. Dua unit rumah…

Jumat, 18 Agustus 2017 14:28

ASTAGA! Usai Rayakan HUT RI di Perbatasan, Speed Rombongan Kemendes PDTT Terdampar di Pulau Bunyu

NUNUKAN - Usai menghadiri upacara peringatan HUT RI ke 72 di dermaga Sungai Pancang, Sebatik Utara,…

Jumat, 11 Agustus 2017 13:15

Buka Penjaringan Bakal Calon, PDIP Tarakan Didatangi Perempuan, Siapa?

TARAKAN - Tak mau 'kalah' dari partai lain yang lebih dulu membuka penjaringan bakal calon Wali Kota…

Jumat, 11 Agustus 2017 09:50

Kejar Lion Air, Speed Boat Calon Jemaah Haji Mogok, Aduh! 

TANJUNG SELOR - Puluhan calon jemaah haji asal Bulungan yang berangkat dari VVIP Tanjung Selor dibuat…

Kamis, 10 Agustus 2017 00:40

Dalam Penjara, Sally Kok Bisa Buat Status di Facebook?

TARAKAN – Siapa di balik akun fanpage Hozza Fiarez Sally hingga kini masih misteri. Jika ada yang…

DPRD Kaltara Desak BKD Atasi Masalah Pendaftaran CPNS

Tuntaskan Pendaftar CPNS, BKD Kaltara Lembur

Pendaftar CPNS Membludak di BKD Kaltara

Tiga Rumah Ludes Terbakar

Satu Rumah di Karang Anyar Jadi Arang
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .