UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Sabtu, 13 Mei 2017 12:06
Penampar Kepala Dishub Nunukan Dendam Gara-gara Proyek?

Sudah Periksa SBR, Polisi Bilang Sudah Damai

-

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kasus penamparan yang dilakukan seorang pengusaha terkenal di Kabupaten Nunukan berinisial SBR kepada kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan Abdi Jauhari masih jadi buah bibir warga Nunukan. Kabar yang ramai beredar, penamparan yang dilakukan SBR sekira pukul 10.05 Wita, Rabu lalu (10/5) itu lantaran kesal pada sang Kepala Dishub baru.

Ditanya soal kasus proyek ini, Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce melalui Kapolsek Kota Nunukan AKP M. Saleh Wahidi membenarkannya. Sejalan dengan informasi yang didapatkan Kaltara Pos, kasus itu berawal dari proyek jalan yang dikerjakan SBR selalu tertunda. Dalam kasus ini, Abdi dinilai menjadi biang terhambatnya proyek jalan tersebut. Nah, karena merasa dihalang-halangi menyelesaikan proyek, SBR pun kesal pada mantan Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Nunukan ini.

“Masalah proyek jalan. Dulu kan SBR punya proyek jalan. Tapi karena si Abdi punya usaha yang membuat proyek SBR ini jadi tertunda terus. Tapi mungkin ada orang yang di balik itu semua yang menyuruh Abdi biar proyek itu diarahkan ke orang lain gitu,” kata Saleh Wahidi kepada Kaltara Pos, kemarin.

Hal ini diungkapkan Saleh Wahidi setelah pihaknya memeriksa sang pengusaha ternama di Nunukan itu. Dalam pemeriksaan pertama itu, SBR datang setelah sebelumnya dipanggil oleh polisi. “Saat pemanggilan untuk pemeriksaan dia datang juga. Pemeriksannya itu kemarin (Kamis), karena hari pertamanya itu kan dia tidak ada di Nunukan, dia masih di dalam Sebakis,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam pemeriksaan itu SBR mengakui perbuatannya yang dilakukan di PLBL Liem Hie Djung yang merupakan area publik tersebut. Tak hanya memeriksa SBR, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi. Kini, kata Saleh Wahidi, pihaknya menunggu kabar, apakah perkara ini dilanjut atau kedua belah pihak menyelesaikannya secara kekeluargaan.

“Tergantung mereka juga sih. Kalau misalnya si korban merasa tidak  keberatan, kemudian minta diselesaikan secara baik, tidak masalah. Bisa saja kan. Tapi kami usahakan perkara ini terus ke pengadilan,” jelasnya.

Meski sudah diperiksa, M Saleh memastikan SBR diperbolehkan pulang. Hal itu dilakukan lantaran kasus yang dilaporkan Abdi usai ditampar saat itu, bukan kasus berat. Bahkan, SBR dinilai tak akan menghilangkan alat bukti. “Permintaan visum sudah ada. Tapi, ini kan perkaranya perkara tindak pidana ringan saja (sehingga dilepaskan),” beber Saleh.

Bagi warga Nunukan, nama Abdi Jauhari dan SBR bukan orang biasa. Keduanya dikenal dekat dengan orang penting di Nunukan. Sehingga, saat ribut soal penamparan ini, warga Nunukan mengarahkan opininya ke persoalan proyek senilai ratusan juta yang ramai di Nunukan.

“Kan sama-sama orang dalam. Mungkin pak Kepala Dishub ini menghalang-halangi atau mungkin sebar cerita ndak bagus ke intern mereka, sampai proyeknya ndak jalan, makanya beliau (SBR) dendam. Nah, pas ketemu di pelabuhan ditamparnyalah. Pas habis cium tangan lagi. Sampai tergoyang bah saking kerasnya (tamparan SBR),” ungkap sumber Kaltara Pos. (*/mls/nat)

 


BACA JUGA

Jumat, 23 Juni 2017 11:04

1.700 Pemudik ‘Tumpah’ di Pelabuhan

Nunukan – Kurang lebih 1.700 penumpang ‘tumpah’ di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan,…

Rabu, 21 Juni 2017 12:11

Terapkan Sistem Buka Tutup Pintu Pelabuhan

NUNUKAN – Untuk memperlancar arus mudik di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, petugas pengamanan menerapkan…

Rabu, 21 Juni 2017 12:07

Kasus Narkoba Bakal Paling Banyak Dapat Remisi Lebaran

NUNUKAN – Momen hari raya Idul Fitri selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu para warga binaan…

Rabu, 21 Juni 2017 12:07

Disdik dan Dewan Minta Penambahan Ruang Kelas, Tapi Ditolak Guru

NUNUKAN – Setelah mendatangi sekolah, sejumlah orangtua ternyata juga mengunjungi kantor Dewan…

Selasa, 20 Juni 2017 13:08

Belum Ada Dana Subsidi, Jemaah Haji Tanggung Biaya Transportasi

NUNUKAN – Anggaran yang minim membuat jamaah haji asal Nunukan terpaksa menanggung sendiri biaya…

Selasa, 20 Juni 2017 13:08

Anaknya Ditolak, Sejumlah Orangtua ‘Ngamuk’ di SMA 1 Nunukan

NUNUKAN – Sistem zonasi yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Budaya (Medikbud) membuat banyak…

Senin, 19 Juni 2017 13:37

Melaju Kencang, Raul Tabrak Mobil Parkir

NUNUKAN – Motor pengendara bernama Raul rusak berat. Tidak hanya motor, Raul juga harus mengalami…

Sabtu, 17 Juni 2017 11:17

Barang Malaysia Ditahan di Pare-pare, Bea Cukai: Itu Bukan Kewenangan Kami

NUNUKAN – Berberapa hari lalu, beredar kabar jika di Pare-pare banyak barang asal Malaysia melalui…

Sabtu, 17 Juni 2017 11:16

Pengakuan Saksi Meringankan Terdakwa

NUNUKAN – Sidang kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru honorer di Kecamatan Sebatik Tengah,…

Sabtu, 17 Juni 2017 11:15

Jumlah Pemudik di Perbatasan Terus Meningkat

NUNUKAN – Arus mudik di Nunukan kini kian meningkat dari hari ke hari. Pemudik pun diminta untuk…

Kasus Narkoba Bakal Paling Banyak Dapat Remisi Lebaran

1.700 Pemudik ‘Tumpah’ di Pelabuhan

Disdik dan Dewan Minta Penambahan Ruang Kelas, Tapi Ditolak Guru

Terapkan Sistem Buka Tutup Pintu Pelabuhan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .