UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Jumat, 19 Mei 2017 15:39
Kampanye Hitam Rawan di Pilwali Tarakan

Warga Diminta Tidak Terpancing

PROKAL.CO, TARAKAN – Black Campaign atau biasa disebut kampanye hitam memang sudah menjadi tradisi tersendiri dalam dunia politik. Hal ini bahkan dianggap seperti budaya strategi tersendiri bagi oknum yang tidak ingin bersaing secara sehat. Tak terkecuali di Tarakan, di mana pesta demokrasi Pilwali Tarakan 2018 sudah mulai nampak bergejolak sejak awal 2017 lalu. Perihal kampanye hitam yang pasti ikut memberikan warna tersendiri dalam dunia politik, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan memberikan saran.

“Sebenarnya kalau bicara substansi, negative campaign itu kampanye yang mengungkapkan kelemahan atau kekurangan pihak kontestan lain dan dibuktikan data yang akurat. Tapi kalau hanya isu atau hanya katanya dan fitnah, itu barulah Black Campaign dan membunuh karakter orang. Kita yang harus pintar menyikapinya,” ujarnya Ketua KPU Tarakan, Teguh Dwi Subagyo kepada KaltaraPos.

Perihal adanya pihak tertentu yang mengungkapkan sesuatu tentang seorang tokoh, perlu untuk ditelusuri lebih dahulu. Dan hal ini yang selalu menjadi permasalahan, di mana banyak orang hanya menelan mentah-mentah sebuah informasi tanpa mau untuk menelusuri atau membuktikan kebenarannya. Teguh mengatakan, semua orang harus menjadi pemilih yang pintar. Cara menanggapi masyarakat tentang adanya Black Campaign adalah poin utama yang ditegaskan oleh Teguh.

“Kalaupun negative campaign itu betul dan orang yang diangkat tersebut keberatan-kan bisa ke proses hukum. Kami selaku KPU selalu mensosialisasikan hal tersebut, termasuk isu SARA juga. Kita semua orang itu kan berbeda-beda, mari saling menghargai. Jadi jika ada orang yang ingin memilih sesuai SARA, sesuai suku mereka, sesuai agama mereka ya itu hak mereka, harus saling menghargai,” bebernya.

Teguh mengatakan KPUD Tarakan juga gencar melakukan mensosialisasikan lewat media seperti sosial media. Komunikasi secara intens dengan semua instansi, ikut menjadi kunci dalam permasalahan ini. Seperti dengan partai-partai politik, pihak kepolisian, pemerintah kota Tarakan, tokoh masyarakat, lembaga organisasi dan warga Tarakan sendiri untuk berkomunikasi dan mensosialisasikan.

“Setiap orang dalam menyikapi dan memberikan reaksi terhadap sebuah informasi itu kan berbeda-beda tergantung kemampuan kita menalar. Ditambah lagi kalau ada informasi yang memancing, tambah menjadi (Salah Pemahaman, Red.) Jadi saya rasa, saya yang perlu untuk mencari banyak kawan untuk menyamakan persepsi tentang Black Campaign,” imbuh Teguh.

Namun jika memang akan berakibat sampai ke proses hukum, Teguh meminta agar penegak hukum juga bersikap konsisten dan adil terhadap aturan yang berlaku.

Sifat penduduk di Tarakan yang dinilai Heterogen dengan banyak perbedaan suku, ras dan agama membuat Teguh yakin bahwa perbedaan pilihan sudah menjadi hal yang biasa. Dan jika ada potensi Black Campaign, hal ini sudah dianggap sesuatu hal yang sering terjadi di Tarakan. Sehingga Teguh menyarankan bahwa Black Campaign pasti akan selalu ada, tinggal bagaimana warga Tarakan menyikapinya dengan bijak dan tidak mudah terpancing dengan informasi yang belum diketahui kebenarannya, terutama dalam berpolitik. Selain itu, pihaknya juga berusaha meminimalisir adanya Black Campaign. Yaitu dengan meminta bagi yang ingin menyebarkan negative campaign agar jangan mudah menginformasikannya sebelum menelusuri kebenarannya.

“Jadi target kita selama mensosialisasikannya, usaha sebisa mungkin meminimalisir adanya Black Campaign. Kalau ada informasi yang belum jelas ya janganlah diunggah (informasinya, Red.) Dulu, nanti kalau ternyata tidak benar kan bisa mematikan karakter orang. Itu yang harus hati-hati karena bisa mengakibatkan potensi (Konflik,Red.),” tutupnya. (*/aul)

 


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 01:44

Sempat Kejar-kejaran, Empat Remaja Bali Berhasil Diamankan Polisi

TARAKAN - Aksi balapan liar (bali) kembali membuat resah masyarakat dan pengendara yang melintas. Meski…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:15

Eksekusi Mati Ayau, Negara Harus Keluarkan Rp200 Juta

TARAKAN – Sejak divonis mati dua bulan lalu oleh Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, tepatnya 15 Juni,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:12

Polisi Akan Panggil Saksi Ahli

TARAKAN – Meski sudah menetapkan tersangka atas kecelakaan speedboat SB Rezeki Baru Kharisma,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:12

Polisi Cari Bukti Baru Kasus Bayi Freezer

TARAKAN – Unit Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tarakan masih terus melakukan penyidikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:58

Pemkot Tarakan Sorot Pengerjaan Proyek Jalan Pulau Banda

TARAKAN – Belum genap sebulan pengerjaan perbaikan ruas Jalan Pulau Banda dan Pepabri, kini rusak…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:58

Pemkot Tarakan Sorot Pengerjaan Proyek Jalan Pulau Banda

TARAKAN – Belum genap sebulan pengerjaan perbaikan ruas Jalan Pulau Banda dan Pepabri, kini rusak…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:55

Hina TNI AL di Facebook, Akun HRH Dilaporkan ke Polisi

TARAKAN - Akibat nama institusi Lantamal XIII Tarakan dihina di media sosial (medsos) facebook, pihak…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:54

Tak Terima Celana Dicuci, Istri Dikungfu, Lalu Dilempar Api Rokok

TARAKAN – Bermaksud ingin menjadi istri yang baik dengan mencucikan pakaian kotor sang suami,…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:53

Untuk Orangtua, Jangan Biarkan Anak Keluyuran Malam’

TARAKAN – Bukannya memperingati HUT RI dengan melakukan hal positif, para remaja ini malah kembali…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:51

Hajar Pemabuk, Preman Ciut di Depan Hakim

TARAKAN – Merasa menjadi penguasa di Simpang 3 Tarakan karena memiliki otot kekar, Lukman yang…

Gelapkan Biaya Kamar Tamu STQ, Supervisor Hotel Dibui

BEJAT! Ketagihan Film Porno, Bocah 7 Tahun Digarap

Mantan Kepala Bandara Tak Hadiri Sidang Korupsi

Eksekusi Mati Ayau, Negara Harus Keluarkan Rp200 Juta

Polisi Cari Bukti Baru Kasus Bayi Freezer

Lima Bulan Tak Dibayar, Buruh Mengadu ke DPRD Tarakan

Sempat Kejar-kejaran, Empat Remaja Bali Berhasil Diamankan Polisi

Polisi Akan Panggil Saksi Ahli

Hina TNI AL di Facebook, Akun HRH Dilaporkan ke Polisi

Tak Terima Celana Dicuci, Istri Dikungfu, Lalu Dilempar Api Rokok
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .