UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Jumat, 19 Mei 2017 15:43
Bulog Tidak Sengaja Sebarkan Beras Tanpa Lebel?

Gunakan Jasa Mitra Kerja, Bermaksud Membantu Warga

TANPA LEBEL : Beras 10 kg dari Bulog yang disita Polres Tarakan, beberapa waktu lalu. Beras ini sempat beredar tanpa lebel produksi. (DOK/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TARAKAN – Sempat dikabarkan menyebarkan beras tanpa label produksi, pihak dari Bulog angkat bicara terkait hal tersebut. Saat ditemui, kemarin (18/5), Kepala Sub Bagian Diveri Bulog Tarakan, Deni Hasanuddin mengatakan, beras yang Bulog Distribusikan kepada masyarakat melalui jaringan sahabat Rumah Pangan Kita (RPK), memang dalam kemasan 10 kilogram dan sebagian memang belum ada label dari Bulog.

Namun ia menjelaskan lebih lanjut, penyebaran beras Bulog dengan kemasan 10 kg sudah dicanangkan melalui gerakan stabilisasi pangan untuk tingkat Nasional, sehingga seluruh jajaran Bulog di masing-masing provinsi sampai ke gudang turun langsung melakukan penetrasi untuk stabilisasi pasar.

“Jadi di daerah lain juga mereka mendistribusikannya seperti ini. waktu saya di Balikpapan juga sebenarnya pernah ditegur Polres. Tapi, kalau di sini kan saya merasa tidak ditegur karena distribusi ke RPK sudah berjalan. Kita ini tidak ada kesengajaan menggunakan label kosong, tapi memang labelnya baru datang hari ini (kemarin, Red.) Dan itupun hanya 100 lembar,” kata Deni.

Dilanjutkan Deni, salah satu tujuan pihaknya membagi beras tersebut menjadi  kemasan 10 kg dengan maksud hanya mau membantu masyarakat. Pasalnya, saat ini kemasan yang dimiliki Bulog hanya berukuran 50 kilogram. Jika menggunakan kemasan tersebut, warga dinilai banyak yang tidak mampu membeli beras dan menyulitkan mitra kerja Bulog. Ditambah lagi dengan harga beras 50 kg mencapai Rp 440 ribu.

“Jadi kita pernah coba membungkus dengan kemasan plastik, ternyata bisa pecah  saat dibawa oleh warga dengan menggunakan motor. Berdasarkan pertimbangan itu lah, makanya kami kemas dengan kemasan kecil 10 kilogram. Tapi akui ada kesalahan kecil di kemasannya tanpa label,” bebernya.

Sebenarnya, lanjut Deni, saat ini pihak Bulog sendiri sudah memiliki label sendiri sendiri yaitu ‘Beras Kita’. Namun kemasan dengan label baru tersebut belum didistributorkan ke daerah sampai saat ini.

Diakui Deni, rata-rata pembeli beras premium yang dijual Bulog ini memang 10 kilogram dibandingkan 25 kilogram atau 50 kilogram sehingga disiasati dikemas dalam plastik 10 kilogram dengan harga Rp 92 ribu. Awalnya, Bulog menjual ukuran 50 kilogram namun nyaris tidak ada pembeli.

“Sebenarnya, kita tidak ada unsur kesengajaan mengemas ulang seperti ini. Tapi karena kita memang masih menunggu dropingan kemasan yang resminya, karena kemarin juga belum ada keputusan untuk merk. Apalagi merk kan harus terdaftar, tidak bisa langsung menggunakan merk. Makanya kemasan ini pengganti plastik yang biasanya lah sebenarnya,” tutupnya. (Zar)

 


BACA JUGA

Minggu, 20 Agustus 2017 01:44

Sempat Kejar-kejaran, Empat Remaja Bali Berhasil Diamankan Polisi

TARAKAN - Aksi balapan liar (bali) kembali membuat resah masyarakat dan pengendara yang melintas. Meski…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:15

Eksekusi Mati Ayau, Negara Harus Keluarkan Rp200 Juta

TARAKAN – Sejak divonis mati dua bulan lalu oleh Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, tepatnya 15 Juni,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:12

Polisi Akan Panggil Saksi Ahli

TARAKAN – Meski sudah menetapkan tersangka atas kecelakaan speedboat SB Rezeki Baru Kharisma,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:12

Polisi Cari Bukti Baru Kasus Bayi Freezer

TARAKAN – Unit Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tarakan masih terus melakukan penyidikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:58

Pemkot Tarakan Sorot Pengerjaan Proyek Jalan Pulau Banda

TARAKAN – Belum genap sebulan pengerjaan perbaikan ruas Jalan Pulau Banda dan Pepabri, kini rusak…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:58

Pemkot Tarakan Sorot Pengerjaan Proyek Jalan Pulau Banda

TARAKAN – Belum genap sebulan pengerjaan perbaikan ruas Jalan Pulau Banda dan Pepabri, kini rusak…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:55

Hina TNI AL di Facebook, Akun HRH Dilaporkan ke Polisi

TARAKAN - Akibat nama institusi Lantamal XIII Tarakan dihina di media sosial (medsos) facebook, pihak…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:54

Tak Terima Celana Dicuci, Istri Dikungfu, Lalu Dilempar Api Rokok

TARAKAN – Bermaksud ingin menjadi istri yang baik dengan mencucikan pakaian kotor sang suami,…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:53

Untuk Orangtua, Jangan Biarkan Anak Keluyuran Malam’

TARAKAN – Bukannya memperingati HUT RI dengan melakukan hal positif, para remaja ini malah kembali…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:51

Hajar Pemabuk, Preman Ciut di Depan Hakim

TARAKAN – Merasa menjadi penguasa di Simpang 3 Tarakan karena memiliki otot kekar, Lukman yang…

Gelapkan Biaya Kamar Tamu STQ, Supervisor Hotel Dibui

BEJAT! Ketagihan Film Porno, Bocah 7 Tahun Digarap

Mantan Kepala Bandara Tak Hadiri Sidang Korupsi

Eksekusi Mati Ayau, Negara Harus Keluarkan Rp200 Juta

Polisi Cari Bukti Baru Kasus Bayi Freezer

Lima Bulan Tak Dibayar, Buruh Mengadu ke DPRD Tarakan

Sempat Kejar-kejaran, Empat Remaja Bali Berhasil Diamankan Polisi

Polisi Akan Panggil Saksi Ahli

Hina TNI AL di Facebook, Akun HRH Dilaporkan ke Polisi

Tak Terima Celana Dicuci, Istri Dikungfu, Lalu Dilempar Api Rokok
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .