UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Senin, 22 Mei 2017 12:16
Braaakkk!! Asyik Nonton Balapan, 2 Penonton Terkapar Ditabrak Pembalap

Panitia Bantah Lakukan Pembiaran Korban

ALAMI LUKA : Korban luka berbicara dengan ketua IMI Kaltara di depan pintu IGD, kemarin. (JUSMAN/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TARAKAN – Sirkuit non permanen Stadion Datu Adil kembali menjadi momok menakutkan bagi para pembalap dan panitia balap motor. Setelah sebelumnya, kejuaraan balap motor di sirkuit ini memakan sejumlah korban, balapan bertajuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Road Race Motor Prix Putaran 2 Regional IV Kalimantan yang digelar kemarin (21/5), kembali memakan korban.

Kali ini korbannya adalah Bahar (31) dan Maria. Keduanya ditabrak salah satu pembalap yang tengah mengejar ketertinggalan sekira pukul 16.30 Wita. Pembalap yang mengemudikan Yamaha Jupiter Z itu kemudian oleng lalu menerobos tumpukan ban pembatas dan terhenti di pagar besi hingga mengenai penonton. Dari tanyangan video yang terpantau oleh Kaltara Pos, pembalap tersebut menggunakan Jupiter Z berwarna silver berseragam biru-hitam. Pembalap itu melaju dari arah Stadion Datu Adil menuju Yayasan Don Bosco.

Saat akan berbelok di tikungan pertama, pembalap itu terlihat kehilangan kendali sehingga gaya menikungnya terlalu melebar. Akhirnya, hanya dalam hitungan detik, pembalap tersebut sudah sampai di pagar besi hingga pagar besi itu bengkok.

Korban bernama Bahar mengatakan, saat itu posisinya berdiri menonton balapan sembari merekam balapan. Sementara di bawahnya ada Maria, juga sedang menonton dengan posisi duduk dan kakinya masuk di sela-sela pagar besi. Saat motor menabrak pagar, Bahar dan Maria tidak dapat beranjak dari posisinya.  “Cepat betul (kejadiannya), baru tidak disangka-sangka juga,” ungkap Bahar.

Lebih lanjut dijelaskan Bahar, usai kecelakaan itu keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan. Keluarga korban sempat menyanyangkan sikap panitia yang membiarkan para korban menunggu di RSUD, meskipun sudah mendapat pertolongan pertama dari tim medis di lapangan. Para korban hanya dibawa ke rumah sakit oleh petugas kesehatan yang berjaga di lapangan. Setelah itu, kata Bahar, mereka ditinggalkan di rumah sakit tanpa ditemani oleh satu pun panitia. Bahkan tidak ada satu pun panitia yang berusaha memberikan kabar pada keluarga korban.

“Saya tadi dikasih tahu teman, dia lihat berita online, katanya kayaknya kakakmu itu ditabrak ada di rumah sakit,” ungkap adik Bahar bernama Kahar setelah membaca berita di kanal prokal.kalpos.co. Dia mengaku kecewa karena terlambat mendapat kabar.

Mendapat kabar itu, keluarganya langsung datang ke rumah sakit untuk memastikan kejadian tersebut. Beruntung keluarganya cepat datang, sehingga para korban dapat dengan segera mendapat perawatan. Pasalnya, jika tidak terdaftar, pihak rumah sakit hanya akan melakukan pertolongan pertama. “Bapaknya didaftarkan dulu ya,” ujar salah satu petugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tarakan, kemarin.

Dikonfirmasi, Ketua Panitia Kejurnas Road Race Motor Prix Putaran 2 Regional IV Kalimantan, Krisbowo mengatakan, pihaknya sudah menugaskan tim kesehatan bekerja sama dengan pihak PT Jasa Raharja untuk menangani kasus tersebut. Tidak adanya panitia yang mengawasi para korban di RSUD, diakui pria yang akrab disapa Kris itu lantaran masih terfokus di arena balapan.

“Tapi pada prinsipnya panitia sudah memberikan yang terbaik, termasuk medis sudah ada di sini dan panitia medis sudah mengantar ke rumah sakit,” jelasnya.

Terkait kerja sama yang disebut Kris, yakni pihaknya sudah mengasuransikan semua pembalap maupun penonton yang tertabrak. Sehingga semua biaya kecelakaan yang ditimbulkan akan dibiayai oleh pihak asuransi. Terkait insiden ini, Kris mengaku tidak menyalahkan penonton ataupun pihaknya, sebab dia sudah belajar dari event serupa sebelumnya. Sehingga pada penyelenggaraan kali ini diadakan dengan pengamanan yang lebih baik, yakni dengan pembatas ban hingga pagar besi agar penonton tidak dapat memasuki area balapan.

“Safety sudah oke, motor sudah standar. Kalau itu motor sampai keluar, itu apa ya? Sesuatu yang diluar dugaan kita, kita tidak bisa apa-apa,” katanya.

“Itu sudah di luar dugaan kita, karena memang jarak antara pagar dan ban sudah jauh, berarti bukan kehendak kita,” lanjutnya.

Tidak adanya panitia yang menghubungi pihak keluarga, diakui Kris karena semua panitia sedang sibuk di arena balapan. Namun dia menampik jika jumlah panitia kurang sehingga tidak ada yang memperhatikan korban di rumah sakit, bahkan untuk menghubungi pihak keluarga korban. “Kita masih sibuk di sini (sirkuit) sementara,” ujarnya mengakui panitia akan bertanggung jawab dengan kejadian ini.

Dari pantauan wartawan koran ini, Panitia baru datang ke RSUD sekira sekira pukul 19.25 Wita dan segera menemui para korban. Maria yang sempat diduga patah kakinya akibat tertimpa motor. Setelah dirontgen, pihak medis tidak menemukan tanda-tanda patah tulang. Akhirnya Maria dapat dipulangkan meskipun kesakitan.

Sementara bahar yang terhantam pagar besi harus mendapat 4 jahitan di atas pelipis sebeleh kirinya dan diperbolehkan menjalani perawatan di rumah. Seperti diketahui, pada kejuaraan sebelumnya juga sempat merenggut sebanyak 9 korban, 1 diantaranya bahkan harus mendapat perawatan serius di ICU.

 

Menurut keterangan saksi, sebelum kejadian, dia tepat berada di samping korban. Saat itu, pembalap hendak berbelok, namun tak disangka, karena keterusan, pembalap tak mampu mengendalikan motornya. “Karena motornya dalam keadaan yang laju tadi, mungkin karena posisinya kurang bisa mengendalikan motornya lagi, makanya langsung hantam lurus aja dia,” ucap Amran.

Namun setelah diamati, motor sang pembalap sepertinya gas motorny lengket. “sempat pelan motornya tuh. Tapi karena gasnya lengket tadi, makanya langsung keterusan hantam ban, sama motornya juga langsung lompat hantam pagar penonton. Baru penonton yang berada di belakang pagar, malah kena juga dia (Bahar),” tambahnya. (kj/*/kp1)


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 13:55

Bobol ATM, Dapat Uang Rp 35 Juta

TARAKAN – Sidang kasus pembobolan Ajungan Tunai Mandiri (ATM), dua terdakwa dihadirkan dalam persidangan…

Jumat, 25 Mei 2018 13:54

Kas Daerah Kosong, Gaji dan THR Terancam Tak Dibayar

TARAKAN – Presiden Ri, Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan agar pemerintah memberikan…

Jumat, 25 Mei 2018 13:50

Hadirkan Saksi Dugaan Kasus Pembunuhan

TARAKAN – Belum dapat dipastikan pelaku dugaan penganiayaan atau pembunuhan, Syarief. Namun yang…

Jumat, 25 Mei 2018 13:49

BNN Geledah Kamar Pengedar Sabu

TARAKAN – Badan Narkoba dan Narkotika Kota (BNNK) Tarakan melakukan pengerebekan di salah satu…

Jumat, 25 Mei 2018 13:41

Dua Pelaku Jambret Dibekuk Polisi

TARAKAN – Seakan tak ada kapoknya melakukan aksi tindak kejahatan. Pria yang berinisial GN ini…

Rabu, 23 Mei 2018 13:16

Nekat Kirim Sabu ke Bunyu, Pria Ini Dibekuk Polisi

TARAKAN – Ada saja modus yang digunakan pelaku mengedarkan sabu, seperti yang dilakukan pria ini…

Rabu, 23 Mei 2018 13:11

Pelaku Pencurian dan Penodongan ‘Senpi’ Dibekuk Polisi

TARAKAN – Pelaku pencurian yang menggunakan senjata api untuk menodong korbannya di masjid Jami…

Rabu, 23 Mei 2018 13:09

Divonis 14 Tahun Penjara, Terdakwa Minta Keringanan

TARAKAN - Kasus yang menjerat terdakwa, Samsul mengalami beberapa kali penundaan sidang putusan. Namun,…

Rabu, 23 Mei 2018 12:52

Polisi Belum Dapat Tangkap Pelaku Pembuangan Bayi

TARAKAN – Kasus pembungan bayi yang terjadi di Kelurahan Pantai Amal, terus diselidiki polisi.…

Senin, 21 Mei 2018 15:32

Nah! Bukan Pasutri Ketahuan Berduaan di Kamar

TARAKAN - Bukannya memanfaatkan bulan ramadan untuk menjalankan ibadah, pasangan bukan suami istri ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .