UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Senin, 29 Mei 2017 13:35
Lindungi Perempuan dengan 3 Program Ini

PROKAL.CO, TARAKAN – Tingginya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Tarakan membuat Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Tarakan terus melakukan sosialisasi perihal perlindungan perempuan. Salah satunya adalah sosialisasi melalui seminar yang diadakan di Hotel Tarakan Plaza beberapa waktu lalu.

Salah satu staf Analisis Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak di Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Tarakan, Siti Hadijah mengatakan, saat ini Tarakan tengah menggencarkan 3 program untuk mellindungi perempuan.

“Jadi waktu seminar beberapa waktu lalu itu kami sosialisasi tentang penghapusan KDRT, lalu kedua adalah hapuskan kesenjangan ekonomi pada perempuan dan terakhir hapuskan perdagangan manusia. Sedangkan ini program nasional, untuk KDRT sendiri memang cukup booming akhir-akhir ini, jadi kesadaran masyarakat untuk melaporkan juga harus tinggi,” ujar Siti saat ditemui di kantornya belum lama ini.

Saat ini, perempuan yang malu atau takut untuk melaporkan jika mengalami tindak kekerasan memang menjadi salah satu kendala. Pasalnya Badan Pemberdaya Perempuan juga baru bisa menindak jika ada laporan. Selain itu jelas hanya sosialisasi untuk pencegahan KDRT yang bisa dilakukan. Lepas dari itu, penghapusan kesenjangan ekonomi pada perempuan juga ikut menjadi sorotan. Di mana dalam hal ini perempuan berhak untuk mendapat nafkah dari suami dan jika tidak dipenuhi maka perempuan berhak untuk mencari penghasilan demi mencukupi perekonomiannya sendiri.

Selain itu, adanya syarat masuk pada sebuah perusahaan dengan mencamtumkan bahwa perempuan harus yang berpenampilan menarik, hal ini juga dikeluhkan Badan Pemberdaya Perempuan.

“Bahwa ada ketidaksetaraan ekonomi antara laki-laki dan perempuan dalam mendapatkan hak ekonomi. Seperti di sebuah perusahaan ada diskriminatif kalau persyaratan perempuan harus yang berpenampilan menarik. Ini sebenarnya mau dilihat kemampuannya atau apa sih? Nah bagi yang tidak masuk kualifikasi, bisa mengembangkan kemampuan diri dengan UKM atau wirausaha,” imbuhnya.

Sosialisasi tersebut bukan hanya untuk melindungi perempuan, tapi juga memberikan motivasi bahwa perempuan juga bisa seperti laki-laki. Dalam bekerja, berpenghasilan dan mandiri sendiri menghasilkan uang sendiri, hal ini yang akan coba disetarakan.

Dikonfirmasi perihal solusi tentang persyaratan  masuk perusahaan bagi perempuan, Siti mengatakan ini bukan tentang usulan penghapusan syarat tersebut karena pasti akan susah. Namun apa yang bisa dilakukan perempuan jika tidak masuk perusahaan tersebut, seperti berwirausaha sendiri dan diberi bimbingan serta motivasi kepada perempuan.

Untuk kasus perdagangan manusia di Tarakan tidak begitu banyak dilaporkan, setidaknya setahun didapatkan laporan sebanyak 1 hingga 2 kasus perdagangan manusia antar lintas daerah. Dan kebanyakan adalah dari daerah lain yang didatangkan ke Tarakan. Siti mengatakan, kebanyakan mereka adalah korban penipuan dengan diiming-imingi pekerjaan dengan gaji menggiurkan, namun ternyata dipekerjakan sebagai seks komersil.

“Biasanya ke prostitusi seksual, kebanyakan penipuan menawarkan pekerjaan di Tarakan dengan iming-iming gaji tinggi. Yang dilaporkan sedikit, tapi dikhawatirkan ada yang tidak dilaporkan. Sekali lagi ini butuh bantuan masyarakat ya untuk melaporkan karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dan di sini waktu ditangkap itu biasanya pada lari, takutnya kalau ternyata setelah tahu pekerjaannya mereka tetap menerima dan mau saja bekerja (sebagai seks komersil, Red.) karena pasrah,” imbuh Siti.

Badan Pemberdaya Perempuan sendiri sudah bekerja sama dengan banyak instansi terkait seperti aparat penegak hukum, Satpol PP dan berharap laporan aktif dari warga jika melihat adanya hal seperti ini. Dijelaskan oleh Siti, perdagangan manusia adalah usaha haram nomor 2 tertinggi keuntungannya setelah narkoba. Sehingga dikhawatirkan jika banyak warga yang sebenarnya tidak melapor di Tarakan ini jika menemui kasus seperti ini. (*/aul)


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 13:55

Bobol ATM, Dapat Uang Rp 35 Juta

TARAKAN – Sidang kasus pembobolan Ajungan Tunai Mandiri (ATM), dua terdakwa dihadirkan dalam persidangan…

Jumat, 25 Mei 2018 13:54

Kas Daerah Kosong, Gaji dan THR Terancam Tak Dibayar

TARAKAN – Presiden Ri, Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan agar pemerintah memberikan…

Jumat, 25 Mei 2018 13:50

Hadirkan Saksi Dugaan Kasus Pembunuhan

TARAKAN – Belum dapat dipastikan pelaku dugaan penganiayaan atau pembunuhan, Syarief. Namun yang…

Jumat, 25 Mei 2018 13:49

BNN Geledah Kamar Pengedar Sabu

TARAKAN – Badan Narkoba dan Narkotika Kota (BNNK) Tarakan melakukan pengerebekan di salah satu…

Jumat, 25 Mei 2018 13:41

Dua Pelaku Jambret Dibekuk Polisi

TARAKAN – Seakan tak ada kapoknya melakukan aksi tindak kejahatan. Pria yang berinisial GN ini…

Kamis, 24 Mei 2018 15:11

Senggol Mobil, Rahma Tersungkur

TARAKAN – Ingat! Saat berkendara harus fokus untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas.…

Kamis, 24 Mei 2018 15:09

Dishub Kaltara Dalami Penggunaan Alat Keselamatan Saat Pelayaran

TARAKAN – Penyebab kecelakaan SB Harapan Baru Express yang menyebabkan lima penumpang meninggal…

Rabu, 23 Mei 2018 13:16

Nekat Kirim Sabu ke Bunyu, Pria Ini Dibekuk Polisi

TARAKAN – Ada saja modus yang digunakan pelaku mengedarkan sabu, seperti yang dilakukan pria ini…

Rabu, 23 Mei 2018 13:11

Pelaku Pencurian dan Penodongan ‘Senpi’ Dibekuk Polisi

TARAKAN – Pelaku pencurian yang menggunakan senjata api untuk menodong korbannya di masjid Jami…

Rabu, 23 Mei 2018 13:09

Divonis 14 Tahun Penjara, Terdakwa Minta Keringanan

TARAKAN - Kasus yang menjerat terdakwa, Samsul mengalami beberapa kali penundaan sidang putusan. Namun,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .