UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Jumat, 09 Juni 2017 13:30
Proyek Jembatan Muruk Rian Digarap Bareskrim dan KPK, Benarkah?

Anggarannya Rp 10 Miliar, Jembatannya Belum Jadi

DILAPORKAN : Inilah proyek pembangunan jembatan Sei Muruk Rian yang belum rampung dengan tiang pancang yang sudah lama ditumbuhi rumput. (IST/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kabar tak sedap datang dari Kabupaten Tana Tidung (KTT). Proyek pembangunan sebuah jembatan di Sungai Muruk Rian, KTT dikabarkan tengah didalami oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta dari Kejaksaan Agung lantaran diduga terjadi penggelembungan anggaran dalam proyek tersebut.

Adalah mantan anggota DPRD KTT, Ruslan yang turut diperiksa dalam kasus ini. Kepada Kaltara Pos, Ruslan mengungkapkan, kasus ini dilaporkannya bersama sejumlah warga ke tahun lalu. Dalam laporan itu, mereka menyoroti proyek pembangunan jembatan yang hingga kini fisik jembatannya belum ada terlihat. Padahal, dalam perjalanan proyek ini, seharusnya selesai 70 hari kalender dengan anggaran Rp 10 miliar lebih.

Klaim dia, sudah ada belasan anggota DPRD Tana Tidung yang diperiksa. Tak hanya itu, beberapa pejabat eselon II yang ada di KTT juga sudah diperiksa.

“Jadi sudah banyak yang diperiksa oleh Bareskrim, KPK dan Kejagung,” tutur Ruslan belum lama ini.

Lanjutnya, dengan pemeriksaan tersebut setidaknya secara bergantian anggota dari DPRD KTT yang berangkat ke Jakarta untuk memenuhi panggilan penyidik. Begitu juga beberapa pejabat eselon II KTT sudah beberapa yang ke sana. Terakhir, bulan Mei 2017 lalu, ada pejabat yang juga diperiksa.

“Intinya di sini belum ada yang ditetapkan menjadi tersangka, masih dalam pemeriksaan sebagai saksi semua,” kata mantan politisi Partai Demokrat KTT ini.

Ruslan mengaku, dia juga menjadi salah satu orang yang dipanggil oleh KPK dan Bareskrim. Dan dalam pengakuannya dihadapan penyidik, dia melaporkan tentang adanya dugaan tindakan pidana korupsi penggelembungan anggaran pada kegiatan pembangunan jembatan Sei Muruk Rian. Yakni, di lokasi pembangunan sudah ada beberapa titik tiang pancang untuk pondasi jembatan, namun belum ada kegiatan berarti hingga saat ini. Dari pantauannya, hanya ada 30 titik panjang yang terpasang, tapi jembatannya belum ada.

“Saya pernah melakukan pengukuran lubang tiang rata-rata 18 meter. Di mana seharusnya ke dalamannya  mencapai 50 meter. Itu kan tak sesuai dengan spek,” bebernya.

Dan anggaran yang digunakan dalam rancangan volume tersebut sangat besar. sedangkan yang harus dipancang sepanjang 1.400 meter persegi. Dia memperkirakan, dalam angka 1.400 meter persegi itu dibagi 30 titik, harusnya mencapai 45 hingga 50 meter. Yang dia pertanyakan, 1.000 meter perseginya yang tidak ada dalam pembangunan tersebut.

“Nilai kontrak untuk pembangunan jembatan tersebut sebesar Rp 10 miliar,  yang mana sudah dibayar lunas. Dan yang terlihat saat ini pengerjaan hanya terdapat tiang pancang yang ada 30 buah tersebut,” ucapnya.

Tak hanya Ruslan, seorang tokoh di KTT bernama Kaharudin juga menyampaikan, kasus itu sudah dilaporkan sejak Januari 2016 lalu. Banyak item yang dilaporkan, seperti dugaan korupsi pada proyek-proyek pemerintah, sitephile sungai dan gedung sekolah.

“Sedangkan sekolah-sekolah di kecamatan masih banyak yang rusak dan jelek. Saya sudah datangi Kejagung, KPK dan ICW,” jelasnya.

Namun sayang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan, Gunawan Wibisono yang ditemui di kantornya, Rabu (7/6) tak mengetahui kasus ini. Dia bahkan menyebut, belum ada laporan terkait kasus korupsi yang dari KTT. “Kita belum ada temuan dari sana,” ungkapnya.

Hanya saja, kata dia, jika sudah ada penetapan tersangka dari Bareskrim dan KPK, maka Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan meminta Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). Itupun, kata dia, jika kasusnya ditangani Bareskrim dan KPK maka dikirimkan kepada Kejagung, bukan ditangani pihaknya. “Perkara sidangnya akan ke Samarinda, bukan ke Bulungan, karena soal korupsi,” tutupnya. (mul)

 


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 13:20

Tingkatkan Pengawasan Transportasi Laut

TANJUNG SELOR – Persoalan pelayaran speed boat reguler memang harus diawasi setiap saat demi keselamatan…

Kamis, 24 Mei 2018 15:05

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan

TANJUNG SELOR - Insiden kecelakaan speed boat (SB) Harapan Baru Express mengundang sikap kepolisian…

Kamis, 24 Mei 2018 14:41

Main di Kamar, Pasangan Bukan Suami-Istri Dirazia

TANJUNG SELOR – Meski sudah memasuki bulan suci ramadan yang harusnya lebih meningkatkan ibadah.…

Senin, 21 Mei 2018 15:30

Menunggu Surat Edaran Penutupan THM

TANJUNG SELOR - Belum ada surat edaran yang dikeluarkan untuk menutup tempat hiburan malam (THM) di…

Jumat, 18 Mei 2018 14:31

Perbatasan Pintu Masuk Teroris

TANJUNG SELOR – Tak sedikit korban jiwa akibat serangan terorisme di beberapa daerah di Indonesia.…

Kamis, 17 Mei 2018 14:14

Pemerintah Basmi Bensin Botolan

TANJUNG SELOR? Seakan tak cukup satu hari, Dinas Satuan Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Bulungan…

Kamis, 17 Mei 2018 14:11

Ribuan Miras dan Sabu Hampir 9 Kg Dimusnahkan

TANJUNG SELOR - Untuk memberantas peredaran narkotika, radikalisme dan minuman keras (miras) di wilayah…

Kamis, 17 Mei 2018 10:37

Gerak Gerik Pendatang Baru Dipantau

TANJUNG SELOR - Rentetan kejadian teror yang menyebabkan banyak korban jiwa di Indonesia, membuat masyarakat…

Rabu, 16 Mei 2018 14:22

3,4 Ton BBM Disita, Diduga Ada Pelaku Penimbunan

TANJUNG SELOR - Masih ada saja oknum pelaku penjual bensin botol (bentol). Bahkan, mereka melakukan…

Selasa, 15 Mei 2018 15:14

Astaga! Dua Pria Adu Jotos Gara-Gara Kipas Angin

TANJUNG SELOR – Dua pria berinisial T dan H terlibat adu jotos di Jalan Jelarai. Perselisihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .