UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Senin, 12 Juni 2017 13:26
Pedagang Keluhkan Makanan Tak Layak Konsumsi, Dinkes Bungkam
PASAR RAMADAN : Pasar ramadan di Nunukan digelar hingga selesai waktu berbuka puasa. (DOK KALTARA POS)

PROKAL.CO, NUNUKAN - Pasar ramadan yang digelar sejak awal ramadan di Nunukan, kini menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Pasalnya, ada makanan yang dijual didapati pembeli sudah tal layak dikonsumsi.

Hal ini kemudian  berdampak pada pedagang yang lainnya. Meski hanya satu pedagang yang menjual yang didapati makananya tak layak dikonsumsi.

Salah seorang pedagang pasar ramadhan Ulil (20) mengatakan, setelah adanya keluhan dari  konsumen ini, bersampak pada pedagang lain. Pasalnya, pembeli terlihat berkurang karena khawatir dengan makanan yang dijual tidak layak konsumsi.

"Mungkin karena waspada. Cuman itukan hanya dibuat satu orang saja. Belum tentu pedagang lain seperti itu," ungkapnya kepada Kaltara Pos beberapa waktu lalu.

Ulil mengatakan, melihat kondisi ramadan tahun ini tidak sama seperti tahun sebelumnya. Dagangan terlihat sepi pengunjung. Terlebih adanya kasus makanan basi yang didapati oleh pembeli disalah satu pedagang di pasar ramdan tersebut.

Lanjutnya, pembeli harus lebih jeli untuk memperhatikan makanan yang dijual. Tidak semua pedagang menjual makanan tak layak konsumsi. "Satu yang buat semua yang kena. Kasihan kami juga bisa tidak laku dagangan kami," terangnnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan, H Ramsida SKM yang sempat menghimbau masyarakat mengenai kelayakan bahan makanan untuk dilaporkan kepihaknya ini enggan untuk berkomentar.

Ramsida enggan untuk berkomentar banyak, pasalnya para petugas yang dianggap tak mau untuk diatur. "Langsung ke kepala dinasnya aja kalau mau konfirmasi atau langsung keperorangannya. Saya sudah malas tanggapi ini," tukasnya. (*/yua)

 


BACA JUGA

Jumat, 23 Juni 2017 11:04

1.700 Pemudik ‘Tumpah’ di Pelabuhan

Nunukan – Kurang lebih 1.700 penumpang ‘tumpah’ di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan,…

Rabu, 21 Juni 2017 12:11

Terapkan Sistem Buka Tutup Pintu Pelabuhan

NUNUKAN – Untuk memperlancar arus mudik di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, petugas pengamanan menerapkan…

Rabu, 21 Juni 2017 12:07

Kasus Narkoba Bakal Paling Banyak Dapat Remisi Lebaran

NUNUKAN – Momen hari raya Idul Fitri selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu para warga binaan…

Rabu, 21 Juni 2017 12:07

Disdik dan Dewan Minta Penambahan Ruang Kelas, Tapi Ditolak Guru

NUNUKAN – Setelah mendatangi sekolah, sejumlah orangtua ternyata juga mengunjungi kantor Dewan…

Selasa, 20 Juni 2017 13:11

Ruang Belajar Kurang Juga Jadi Penyebab Penolakan

NUNUKAN –Tak hanya aturan baru yang dikeluarkan Mendikbud menjadi masalah, namun ruang kelas yang…

Selasa, 20 Juni 2017 13:09

Gunakan Anjing Pelacak Dekteksi Barang Ilegal

NUNUKAN – Tak hanya mengandal alat, pengawasan di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, ini juga menurunkan…

Selasa, 20 Juni 2017 13:08

Belum Ada Dana Subsidi, Jemaah Haji Tanggung Biaya Transportasi

NUNUKAN – Anggaran yang minim membuat jamaah haji asal Nunukan terpaksa menanggung sendiri biaya…

Selasa, 20 Juni 2017 13:08

Anaknya Ditolak, Sejumlah Orangtua ‘Ngamuk’ di SMA 1 Nunukan

NUNUKAN – Sistem zonasi yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Budaya (Medikbud) membuat banyak…

Senin, 19 Juni 2017 13:37

Melaju Kencang, Raul Tabrak Mobil Parkir

NUNUKAN – Motor pengendara bernama Raul rusak berat. Tidak hanya motor, Raul juga harus mengalami…

Sabtu, 17 Juni 2017 11:17

Barang Malaysia Ditahan di Pare-pare, Bea Cukai: Itu Bukan Kewenangan Kami

NUNUKAN – Berberapa hari lalu, beredar kabar jika di Pare-pare banyak barang asal Malaysia melalui…

Belum Terima Salinan Putusan, Kubu Bupati Ogah Komentar

Pengakuan Saksi Meringankan Terdakwa

Sekolah Gunakan Sistem Zonasi, Orangtua Galau

Pendidikan Agama Dihapus, Kemenag Tak Setuju

Barang Malaysia Ditahan di Pare-pare, Bea Cukai: Itu Bukan Kewenangan Kami

Anaknya Ditolak, Sejumlah Orangtua ‘Ngamuk’ di SMA 1 Nunukan

Jumlah Pemudik di Perbatasan Terus Meningkat

Warga Filipina ‘Nyasar’ ke Sebatik, Imigrasi Siapkan Langkah

Kasus Narkoba Bakal Paling Banyak Dapat Remisi Lebaran

HAYOO KENAPA NIH...!! Masih Banyak Instansi Takut Gandeng TP4D
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .