UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Jumat, 16 Juni 2017 11:58
Warga Filipina ‘Nyasar’ ke Sebatik, Imigrasi Siapkan Langkah

Diamankan Polsek Sei Nyamuk di Perairan Sei Taiwan

Ferry Herling Ishak Suoth S.H (SHANTI/KALTARA POS )

PROKAL.CO, NUNUKAN – Perbatasan tampaknya harus makin ketat dijaga. Pasalnya, baru-baru ini aparat Imigrasi Nunukan berhasil menangkap 3 orang Warga Negara Asing (WNA) yang mengaku berasal dari Filipina. Ketiga WNA ini, diamankan di perairan Sungai Pancang Merah, dekat Sungai Tawaian Sebatik, Kabupaten Nunukan, Rabu lalu (14/6).

Kepala Imigrasi Kelas II Nunukan, Ferry Herling Ishak Suoth SH mengatakan, meski sudah mengamankan 3 WNA tersebut, namun pihaknya belum menelusuri lebih jauh dokumen yang mereka dibawa. Saat ini, kata dia, langkah yang diambil pihak Imigrasi Nunukan adalah akan memrosesnya sesuai dengan tindakan administrasi keimigrasian. Dalam tindakan ini, Imigrasi akan melakukan langkah deportasi dan bisa juga dalam bentuk upaya hukum lainnya.

“Kalau saat ini, kan masih diproses di kawasan Polsek setempat, saya dapat info kemarin (Rabu, 14/6), nanti kita coba periksa lagi apakah orang tersebut memang WNA. Karena WNA ini kan bisa macam-macam, bisa dari Malaysia ataupun Filipina, nanti kita tanyakan data-data keempat orang tersebut, ada atau tidak,” ujarnya.

Dijelaskan Ferry, tindakan administrasi keimigrasian tersebut dilakukan dalam beberapa proses, berupa berita acara pemeriksaan, berita acara pendapat serta pihak Imigrasi juga mengutamakan konsultasi dengan negara yang akan dituju terkait WNA yang ditangkap.

“Kita akan koordinasi dengan negara yang dimaksud, apakah benar yang kita tangkap ini adalah warganya. Setelah lengkap persuratan dan administrasinya, kita bisa langsung melakukan langkah deportasi. Yang jelas kita bekerja lebih cepat lebih baik, selama kelengkapan-kelengkapan untuk pemeriksaan dan tindakan sudah selesai,” jelasnya.

Saat disinggung soal ketegasan Imigrasi Nunukan dalam kasus ini, Ferry menekankan, anggapan bahwa Indonesia kurang tegas dalam penindakan orang asing dibanding negara tetangga adalah tidak tepat. Menurutnya, persoalan keimigrasian adalah hal yang berkaitan dengan kebijakan masing-masing negara. Meski begitu, dia tetap menekankan bahwa Imigrasi sangat tegas dalam penindakan WNA, terlebih lagi dalam momen siaga seperti saat ini.

“Dalam undang-undang keimigrasian mengatakan bahwa, dalam kawasan keimigrasian harus lebih ketat. Apalagi dengan banyak permaslahan seperti saat ini, tentunya langkah-langkah kami akan lebih ketat lagi baik dalam pembuatan paspor maupun lalu lintas orang keluar masuk,” ucapnya.

Informasi yang didapatkan Kaltara Pos, WNA yang diduga berasal dari Filipina itu diamankan aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Sei Nyamuk sekira pukul 12.30 Wita, Rabu lalu (14/6). Ketiga WNA tersebut adalah adalah seorang nelayan bernama Mukhtar (50), Abir (21) dan Faisal (17).

Kapolsek Sungai Nyamuk, Iptu Oman Purnama mengatakan, ketiga WNA tersebut awalnya melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia. Setelah diketahui oleh pihaknya, mereka kemudian diamankan. “Memang masuk kewilayah Indonesia,” ungkapnya kepada Kaltara Pos ketika dihubungi sekira pukul 10.00 Wita, Kamis (15/6).

Nampak pada kapal yang digunakan oleh ketiga nelayan ini dipasang bendera Malaysia. Dari nelayan setempat juga melaporkan, nelayan menggunakan bendera Malaysia sering terpantau melakukan aktivitas memancing di sekitar wilayah perairan tempat 3 WNA tersebut diamankan.  Dari laporan ini, polisi kemudian melakukan patroli dan mendapati ketiga WNA  asal Malaysia tersebut.

“Untuk saat ini ketiganya masih kami tahan di Polsek Sebatik Timur untuk kemudian diperiksa,” jelasnya.

Oman juga menegaskan, pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian tidak hanya satu masalah saja, melainkan beberapa masalah yang ditangani oleh pihaknnya. Yang didapati pihaknya saat pemeriksaan tidak ada unsur teroris yang ditakuti belakangan ini.  “Saya serah terimakan ke Imigrasi. Cuma  ketiganya masih saya tahan di sini untuk sementara sebelum dilimpahkan ke sana (Imigrasi Nunukan),” terangnnya.

Hal ini dilakukan karena ketiganya tak memiliki identitas lengkap untuk melakukan perjalanan antar Negara.  Terlebih ketika diketahui ada aktivitas memancing yang dilakukan oleh ketiganya saat ditahan polisi.

Dari keterangan yang diberikan oleh ketiga WNA itu, mereka tak memiliki alat navigasi sehingga masuk ke perairan Indonesia. Ketiganya berdomisili di pesisir wilayah Sabah, Malaysia. “Alasan dari mereka seperti. Untuk penanganan lebih lanjut kami serahkan ke pihak Imigrasi. Kalau kejahatan yang lain-lainnya belum kelihatan,”

“Ketiganya berasal dari Filipina, cuma tinggalnya di pesisir pantai di daerah Sabah,” tutupnya. (*/say/*/yua)


BACA JUGA

Rabu, 16 Mei 2018 14:18

Tingkatkan Pengamanan dan Pengawasan Pelabuhan

NUNUKAN – Aparat kepolisian terus memperketat pengamanan penumpang di pelabuhan. Tidak hanya pelabuhan…

Kamis, 10 Mei 2018 00:36

Jelang Ramadan, THM dan Rumah Makan Ditertibkan

NUNUKAN – Menjelang ramadan Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid, mengeluarkan surat edaran (SE) terkait…

Kamis, 10 Mei 2018 00:33

4 PNS ‘Keluyuran’ Diangkut Aparat

NUNUKAN - Sudah menjadi tugas penegak hukum untuk melakukan pengawasan para Pegawai Negeri Sipil (PNS)…

Kamis, 10 Mei 2018 00:08

Jual Miras Oplosan, Hasni Ditahan Polisi

NUNUKAN -  Seorang warga terpaksa harus diamankan karena menjual minuman keras (miras) oplosan.…

Rabu, 09 Mei 2018 23:59

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Muncikari

NUNUKAN – Sungguh tega tersangka yang satu ini, memperdagangkan anak yang masih dibawah umur.…

Rabu, 09 Mei 2018 13:17

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Diduga Muncikari

NUNUKAN – Sungguh tega tersangka yang satu ini, memperdagangkan anak yang masih dibawah umur.…

Senin, 07 Mei 2018 10:51

Perketat Pengawasan Aksi Penyelundupan Narkoba

NUNUKAN – Meningkatnya kasus narkoba yang ditangani aparat kepolisian di wilayah Kalimantan Utara.…

Senin, 07 Mei 2018 10:47

Serang Teman Sendiri, TKI Ini Dibunuh

NUNUKAN - Tak sedikit Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di Malaysia mengalami gangguan jiwa.…

Senin, 07 Mei 2018 10:44

Kepala Disdik Nunukan Ditemukan Meninggal di Dalam Mobil

NUNUKAN - Tak ada yang tahu kapan ajal akan tiba. Sontak masyarakat dibikin kaget beredarnya kabar Kepala…

Senin, 07 Mei 2018 10:32

Masuk Ilegal sampai TKI Narkoba

NUNUKAN - Pejabat Diraja Malaysia seakan tak ada habisnya melakukan deportasi terhadap Tenaga Kerja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .