UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Sabtu, 17 Juni 2017 10:45
Divonis Hukuman Mati, Ayau Ngamuk dan Mau Bakar Lapas

Petugas Lapas Bergerak Cepat, 3 Napi Dipindahkan ke Nunukan

DIAMANKAN : Ayau di jaga ketat aparat kepolisian keluar dari sidang, kemarin. (OSARADE/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TARAKAN – Terpidana mati kasus narkoba 1,5 kilogram dan 2.021 butir pil ekstasi, Mah Su Yau alias Ayau kembali bikin heboh. Usai mengamuk di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan usai divonis hukuman mati Kamis lalu (15/6), Ayau kembali bikin ulah lantaran mengamuk di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Tarakan.

Ayau dengan tegas tidak terima dengan vonis tersebut. Tidak hanya itu, dia juga mengaku dendam pada Mus Mulyadi yang dia sebutkan sebagai pemilik sabu-sabu 1,5 kg dan 2.021 butir pil ekstasi tersebut.

Karena tak kuasa meluahkan amarahnya, Ayau mengamuk dan ingin membakar lapas, Kamis malam.

Dikonfirmasi soal ini, Kepala Lapas Tarakan Fernando Kloer mengatakan, dia juga sempat kaget dengan perbuatan yang dilakukan Ayau. Kata Fernando, Mus Muliadi yang merupakan saksi yang memberatkan Ayau berada di kamar 314. Nah, saat datang ke kamar tersebut, Ayau mengambil bensin dan menyiramnya. Hampir saja Lapas terbakar saat itu.

“Saya jadi sendiri heran, dari mana bensin itu bisa masuk ke dalam lapas? Kalau saja saya terlambat beberapa detik, habis bloknya terbakar, bisa berapa ratus orang mati terpanggang di atas,” jelas Fernando.

 Melihat kondisi lapas yang mulai tidak kondusif, lanjut Fernando, pihaknya langsung memindahkan 3 orang dari Lapas Tarakan ke Lapas Nunukan. “Jadi stress dia (Ayau). Jadi marah sama saksinya (Mus Mulyadi) karena memberatkan dia waktu bersaksi di sidang,” beber Fernando.

Dengan kondisi lapas yang sering ricuh dan tidak aman akibat kurangnya petugas lapas, dia sangat menyayangkan tidak ada bantuan sama sekali ke Lapas Tarakan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Misalnya, kata dia, tidak ada bantuan sekali pun dari segi pengamanan.

“Contohnya personel Satpol PP untuk membantu menjaga keamanan di luar Lapas. Ini penghuni Lapas sudah 1.000 lebih, masih untung mereka tidak melarikan diri,” keluh Fernando.

Diapun merasa ngeri jika melakukan razia. Pasalnya, dia kerap menemukan senjata tajam, sehingga dia mengaku percuma melakukan razia namun beberapa hari kemudian ada lagi sajam ditemukan.

“Kayak HP kita mau sita nanti pasti ada lagi, dengan nomor yang sama lagi,” tutupnya.

Sebelumnya, Ayau juga mengamuk karena tak kuasa menahan amarahnya. Dia mengamuk usai divonis hukuman mati oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, kemarin (15/6). Sidang Ayau ini berlangsung ketat. Saking ketatnya, sidang itu sampai harus berjalan dengan tensi yang cukup tegang, bahkan memakan waktu 1 jam 20 menit.

Tak hanya itu, sidang ini juga tak luput dari penjagaan super ketat aparat kepolisiaan. Namun, vonis yang diberikan hakim Agustinus Asgari MD SH membuat sidang semakin tegang. Ayau tiba-tiba saja mengamuk dan berteriak. Dia langsung diamankan ke dalam sel PN Tarakan untuk ditenangkan.

Dengan tegas, pria bernama lengkap Mah Su Yaw alias Ayau alias Koko ini mengatakan, dia tidak terlibat dalam perkara percobaan meloloskan sabu-sabu dari dalam Lapas Tarakan sebanyak 1,5 kg dan 2.021 butir pil ekstasi pada tahun 2016. Dia justru menuding, upaya meloloskan sabu-sabu dan pil ekstasi itu dilakukan oleh tahanan Lapas Tarakan lainnya bernama Mus Mulyadi. Menurut dia, Mulyadi telah terbukti membawa barang haram itu yang disembuyikan di dalam pakaian kotornya.

“Yang bersalah itu Mulyadi. Karena dia yang membawa sabu itu, kenapa saya harus dihukum mati!” amuk Ayau ketika berada di sel tahanan PN Tarakan.

Dalam kasus ini, Mus Muliadi telah divonis lebih dulu oleh hakim dengan hukuman 20 tahun penjara pada bulan Mei lalu. Dari Mus Muliadi juga, JPU menemukan bukti bahwa Ayau dan Mulyadi telah melakukan persekongkolan untuk meloloskan sabu sebanyak 1,5 kg dan ribuan pil ekstasi dari Lapas Tarakan. Alasan itulah yang membuat JPU, Sudy SH kukuh menuntut bandar narkoba asal negeri jiran, Malaysia itu divonis hukuman mati. Bak gayung bersambut, tuntutan itu berbuah hukuman mati bagi Ayau. (zar)

 

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:15

Eksekusi Mati Ayau, Negara Harus Keluarkan Rp200 Juta

TARAKAN – Sejak divonis mati dua bulan lalu oleh Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, tepatnya 15 Juni,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:12

Polisi Akan Panggil Saksi Ahli

TARAKAN – Meski sudah menetapkan tersangka atas kecelakaan speedboat SB Rezeki Baru Kharisma,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:12

Polisi Cari Bukti Baru Kasus Bayi Freezer

TARAKAN – Unit Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tarakan masih terus melakukan penyidikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:58

Pemkot Tarakan Sorot Pengerjaan Proyek Jalan Pulau Banda

TARAKAN – Belum genap sebulan pengerjaan perbaikan ruas Jalan Pulau Banda dan Pepabri, kini rusak…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:58

Pemkot Tarakan Sorot Pengerjaan Proyek Jalan Pulau Banda

TARAKAN – Belum genap sebulan pengerjaan perbaikan ruas Jalan Pulau Banda dan Pepabri, kini rusak…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:55

Hina TNI AL di Facebook, Akun HRH Dilaporkan ke Polisi

TARAKAN - Akibat nama institusi Lantamal XIII Tarakan dihina di media sosial (medsos) facebook, pihak…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:54

Tak Terima Celana Dicuci, Istri Dikungfu, Lalu Dilempar Api Rokok

TARAKAN – Bermaksud ingin menjadi istri yang baik dengan mencucikan pakaian kotor sang suami,…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:53

Untuk Orangtua, Jangan Biarkan Anak Keluyuran Malam’

TARAKAN – Bukannya memperingati HUT RI dengan melakukan hal positif, para remaja ini malah kembali…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:51

Hajar Pemabuk, Preman Ciut di Depan Hakim

TARAKAN – Merasa menjadi penguasa di Simpang 3 Tarakan karena memiliki otot kekar, Lukman yang…

Rabu, 16 Agustus 2017 15:43

Mencuri di 20 Tempat, Baru 2 Korban yang Melapor

TARAKAN - Maraknya pencurian membuat polisi  gencar melakukan penyelidikan terkait keberadaan para…

Mantan Kepala Bandara Tak Hadiri Sidang Korupsi

Gelapkan Biaya Kamar Tamu STQ, Supervisor Hotel Dibui

Polisi Cari Bukti Baru Kasus Bayi Freezer

Lima Bulan Tak Dibayar, Buruh Mengadu ke DPRD Tarakan

Polisi Akan Panggil Saksi Ahli

Hina TNI AL di Facebook, Akun HRH Dilaporkan ke Polisi

BEJAT! Ketagihan Film Porno, Bocah 7 Tahun Digarap

Eksekusi Mati Ayau, Negara Harus Keluarkan Rp200 Juta

Tak Terima Celana Dicuci, Istri Dikungfu, Lalu Dilempar Api Rokok

Hajar Pemabuk, Preman Ciut di Depan Hakim
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .