UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Sabtu, 17 Juni 2017 10:46
Anak Buahnya Ditangkap, Kalapas Sebut Diculik BNNK

Keberatan, akan Surati Panglima TNI hingga Menteri Hukum dan HAM

DIDUGA TERLIBAT: Aparat mengamankan salah satu tersangka pemilik 5 Kg sabu yang diamankan di perairan Tarakan. Sabu 5 kg ini dipesan oleh napi Lapas Tarakan dan diduga ada oknum lapas yang terlibat.

PROKAL.CO, TARAKAN – Setelah dilakukan penyerahan ke Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan, kasus sabu-sabu 5 kg yang berhasil diamankan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XIII Senin (12/6), terus dilakukan pengembangan. Dari informasi yang didapat Kaltara Pos, selain mengamankan 3 pelaku, yaitu Saenal, Ikhsan dan Aryan, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan juga turut mengamankan salah seorang petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan berinisial HD.

HD diamankan Senin malam lalu sekira pukul 22.00 Wita. Diketahui HD diamankan setelah dilakukan pengembangan usai ketiga pelaku yang awalnya diamankan. Dari keterangan salah satu pelakulah mengkerucut bahwa HD lah yang memesan barang di dalam Lapas.

Kepala Lapas (Kalapas) Tarakan, Fernando Kloer, BC. IP, SH saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya membantah anggotanya terlibat dalam kasus narkotika tersebut. Malah Fernando menuding oknum Lantamal dan BNNK Tarakan melakukan penculikan terhadap HD yang saat itu menjaga pintu masuk lapas.

“Jadi isinya saya keberatan dan saya buat surat ditembuskan ke Panglima TNI, Komandan Lantamal, Menteri Hukum dan HAM, Komnas HAM, Kapolda dan Kapolres,” ungkap Fernando kemarin (16/6).

Selain menuding pihak BNNK melakukan penculikan terhadap anggotanya, Fernando juga mempertanyakan alasan mengapa pihak BNNK mengambil anggotanya secara paksa. Menurutnya, sabu tersebut sudah diamankan dan ada pelakunya, seharusnya penyidik melakukan koordinasi dengan pihaknya.

“Kalau barang itu pesanan Lapas, silahkan dikroscek pesanan itu. Kan tinggal dipanggil, kenapa anak buah saya yang tidak tahu apa-apa ditarik paksa dan anak buah saya babak belur,” bebernya.

Seharusnya, lanjut Fernando, penyidik menyurati Kepala Lapas untuk meminta klarifikasi dari anggotanya. Penyidik harusnya memanggil anggota keamanan Lapas yang diduga terlibat dan melakukan pemeriksaan seizin Kalapas.

“Jadi seorang yang tugas di Pengamanan Pintu Utama (P2U) tugasnya memeriksa arus lalu lintas orang dan barang. Sedangkan barangnya saja begitu diterima belum sempat diperiksa, tiba-tiba diseret paksa ternyata oleh oknum Lantamal dan BNNk Tarakan,” imbuhnya.

Selain menyesali kejadian tersebut, ia juga akan melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Wilayah Hukum dan HAM di Samarinda, Dirjen Lembaga Pemasyarakatan dan Kementrian Hukum dan HAM di Jakarta.

“Saya berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi, dan kalau memang pihak-pihak terkait mau menangkap anggota kami harus melakui izin, komunikasi dan koordinasi dengan saya sebagai Kalapas. Negara kita ini negara hukum, utamakan Presumption of Innocence (praduga tidak bersalah) jangan dilakukan secara bar-bar, sadis, kejam dan tidak manusiawi karena itu merupakan pelanggaran HAM yang berat,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya sudah mempertanyakan kepada Kepala BNNK Agus Surya Dewi. Di dalamnya, Fernando mempertanyakan alasan mengapa penyidik yang dianggapnya terlalu cepat mengambil langkah untuk menetapkan anak buahnya sebagai tersangka.

“Jadi dasarnya apa saya bilang, ibu jelaskan. Jadi anak buah saya membawa atau menyimpan, kan nggak ada saya bilang. Jadi mereka terburu-buru, jadi bisa jadi masalah besar ini,” tegasnya.

Diungkapkan Fernando lebih lanjut, kecuali pihak BNNK sudah melakukan pemeriksaan dan membuka ternyata barang itu sudah diperiksa dan dipanggil penerima barang itu dan ternyata terlibat. Namun HD yang belum menyentuh barang tersebut ternyata sudah amankan.

“Jadi ini pelanggaran HAM, ada praduga tak bersalah. Jadi ini penculikan. Kecuali di HP miliknya ada komunikasi, jawabannya ya atau oke itu sudah terlibat dia, tapi ini tidak ada,” ungkapnya.

Diakui Kalapas, hingga saat ini HD telah ditetapkan tersangka oleh penyidik BNNK. Tidak hanya itu, dirinya juga sudah mendapatkan surat dari BNNK mengenai status tersangka oleh HD.

Terpisah, Kepala BNNK Tarakan Agus Surya Dewi saat dikonfirmasi menolak menemui awak media. Saat pewarta mendatangi kantor BNN Tarakan, salah satu staf mengatakan pihak BNNK belum bisa keterangan karena masih pengembangan.

Saat dihubungi lagi melalui via telepon selulernya, kemarin (16/6), juga hanya dijawab oleh stafnya yang mengatakan Kepala BNNK sedang rapat. (Zar)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 10:50

Pemain Ditangkap, Pemilik Tempat Judi Dibiarkan

TARAKAN – Dua saksi dari petugas kepolisian, disemprot hakim saat menjalani proses sidang perkara…

Sabtu, 21 April 2018 10:49

DiDuga Serobot Aset, Pensiunan Pertamina Jadi Tersangka

TARAKAN - Setelah dilaporkan pada 2016 lalu oleh pihak Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan, terkait dugaan…

Sabtu, 21 April 2018 10:40

Ditinggal Ganti Baju, Pas Keluar Motor Hilang

TARAKAN – Sepeda motor warga RT 53, Kelurahan Karang Anyar, raib akibat ulah si “tangan…

Kamis, 19 April 2018 16:06

Nekat, Sulaiman Curi Burung Milik Anggota Brimob

TARAKAN – Jika sebagian para pencinta burung menganggap burung sebagai hewan yang bermanfaat untuk…

Selasa, 17 April 2018 15:23

Mau ke Kondangan, Malah Berakhir di Rumah Sakit

TARAKAN - Nasib nahas dialami Peter Sanda. Berniat menghadiri acara pernikahan, Minggu (15/4) malam…

Selasa, 17 April 2018 15:21

Karena Burung, Mengantarkan Suhardi ke Penjara

TARAKAN – Suhardi hanya tertunduk tak berdaya di depan majelis hakim. Dia tak kuasa menahan sedih…

Selasa, 17 April 2018 15:20

Tak Hanya Pencurian, Si Tomboi itu Juga Terjerat Narkoba

TARAKAN – Tak hanya terjerat satu kasus, Siti Rahma ternyata melakukan sejumlah tindak pidana…

Selasa, 17 April 2018 15:14

Pemuda Ini Batal Nikah Gara-Gara Ditangkap Polisi, Ini Sebabnya..

TARAKAN – Mungkin pria berinisial TH (26) ini sedang apes. Akibat tertangkap basah oleh Satreskoba…

Senin, 16 April 2018 16:14

Polisi Temukan Toko Distributor Lem Alteko Palsu

TARAKAN - Usai mendapatkan laporan mengenai ada peredaran lem Alteco palsu yang banyak terjual di sejumlah…

Senin, 16 April 2018 14:20

Ketahuan “Nyogok”, Siap-Siap Dapat Sanksi Tegas

TARAKAN - Untuk pertama kalinya Polda Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan penandatangan fakta integritas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .