UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Sabtu, 17 Juni 2017 11:16
Belum Terima Salinan Putusan, Kubu Bupati Ogah Komentar

Tiga ASN Menang di PTUN Masih Tunggu Tanggapan Bupati

PROKAL.CO, NUNUKAN – Setelah memenangkan sidang gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda, tiga  Aparatur Sipil Negara (ASN) kini merasa gembira. Hanya saja, hingga kini tergugat yakni Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid belum bisa dikonfirmasi hal itu.

Kuasa Hukum Bupati Nunukan, Muhammad Amin mengatakan, salinan hasil putusan hakim di PTUN hingga kini belum diterima, sehingga pihaknya masih enggan untuk berkomentar.

Sementara itu, salah seorang pengugat, Muhammad Firnanda mengatakan, saat ini cukup puas dengan keputusan hakim di PTUN. Namun pihaknya juga masih menunggu tanggapan dari pihak Bupati, apakah menerima hasil putusan hakim, atau ingin melanjutkan untuk melakukan banding.

“Artinya posisi kami sementara SK penempatan itu dianggap salah, kita tinggal tunggu bupati lah, kalau bupati mau banding kami menyesuaikan aja sekarang,” bebernya kemarin.

Terhadap hasil putusan tersebut, tiga ASN memang memenangkan peradilan dalam poin gugatan pokok, dimana hakim mengharuskan pemerintah daerah mengembalikan jabatan ASN Non Job pada posisi semula atau setingkat. Hakim juga menyatakan pembatalan Surat Keputusan (SK), terhadap ASN terkait, dimana ASN ditempatkan menjadi staf biasa, dari jabatan struktural yang sebelumnya ditempati oleh ASN. “SK penempatan dinyatakan batal, dan bupati diperintahkan untuk mencabut SK itu,” ungkapnya.

Firnanda juga meminta, kedepannya agar bupati lebih bijak dalam menilai stagment dalam penggunaan media sosial, dimana salah satu alasan bupati melakukan Non Job terhadap dirinya dikaitkan dengan status Firnanda di akun facebook miliknya, yang dinilai mengkritisi dan menyinggung pemerintahan Asmin Laura Hafid dalam masa jabatannya.

“Saran saya dalam kasus ini, sebaiknya lebih bijak lah dalam menilai stagment-stagment pengguna media sosial, itu saja saran saya, terlepas dari itu saya sudah tidak permasalahkan lagi, karena prosesnya juga sudah lewat yang jelas kita kembalikan kepada pihak bupati,”ucapnya.

Sebelumnya pada sidang putusan Selasa (13/6) lalu, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), mantan sekretaris Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) ini, memenangkan gugatan bersama dua orang rekan lainnya, yakni Joko Santosa dan Budi Prasetya.

“Ketiga putusan, baik saya, pak Joko, dan pak Budi, intinya sama yaitu pembatalan SK penempatan dinyatakan batal, kemudian bupati diminta untuk mencabut SK penempatan tersebut, itu yang saya tidak dikabulkan menegenai kerugian material, dan itu saya tidak permasalahkan kalau tidak dikabulkan,” ujarnya.

Firnanda yang juga mewakili pernyataan 2 orang rekannya, mengatakan merasa cukup puas dengan hasil persidangan tersebut, dimana majelis hakim menolak alasan pihak bupati dalam melakukan Non Job terhadap ASN terkait. Dalam alasan penonjoban tersebut, pihak bupati mengatakan bahwa hal  tersebut untuk kelancaran melaksanakan pemerintahan yang berjalan, dan alasan tersebut dinilai tidak relevan oleh PTUN.

“Menurut majelis hakim apa yang disangkakan terhadap kami itu tidak relevan, dan tidak ada dalam aturan pemerintahan,  dan kedua terkait masalah  dimedia social itu, dianggap  penghukuman oleh bupati, nah kenapa bisa majelis hakim mengabulkan bahwa alasan-alasan tersebut tidak sesuai  dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (*/say)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 23 Juni 2017 11:04

1.700 Pemudik ‘Tumpah’ di Pelabuhan

Nunukan – Kurang lebih 1.700 penumpang ‘tumpah’ di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan,…

Rabu, 21 Juni 2017 12:11

Terapkan Sistem Buka Tutup Pintu Pelabuhan

NUNUKAN – Untuk memperlancar arus mudik di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, petugas pengamanan menerapkan…

Rabu, 21 Juni 2017 12:07

Kasus Narkoba Bakal Paling Banyak Dapat Remisi Lebaran

NUNUKAN – Momen hari raya Idul Fitri selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu para warga binaan…

Rabu, 21 Juni 2017 12:07

Disdik dan Dewan Minta Penambahan Ruang Kelas, Tapi Ditolak Guru

NUNUKAN – Setelah mendatangi sekolah, sejumlah orangtua ternyata juga mengunjungi kantor Dewan…

Selasa, 20 Juni 2017 13:08

Belum Ada Dana Subsidi, Jemaah Haji Tanggung Biaya Transportasi

NUNUKAN – Anggaran yang minim membuat jamaah haji asal Nunukan terpaksa menanggung sendiri biaya…

Selasa, 20 Juni 2017 13:08

Anaknya Ditolak, Sejumlah Orangtua ‘Ngamuk’ di SMA 1 Nunukan

NUNUKAN – Sistem zonasi yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Budaya (Medikbud) membuat banyak…

Senin, 19 Juni 2017 13:37

Melaju Kencang, Raul Tabrak Mobil Parkir

NUNUKAN – Motor pengendara bernama Raul rusak berat. Tidak hanya motor, Raul juga harus mengalami…

Sabtu, 17 Juni 2017 11:17

Barang Malaysia Ditahan di Pare-pare, Bea Cukai: Itu Bukan Kewenangan Kami

NUNUKAN – Berberapa hari lalu, beredar kabar jika di Pare-pare banyak barang asal Malaysia melalui…

Sabtu, 17 Juni 2017 11:16

Pengakuan Saksi Meringankan Terdakwa

NUNUKAN – Sidang kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru honorer di Kecamatan Sebatik Tengah,…

Sabtu, 17 Juni 2017 11:15

Jumlah Pemudik di Perbatasan Terus Meningkat

NUNUKAN – Arus mudik di Nunukan kini kian meningkat dari hari ke hari. Pemudik pun diminta untuk…

Belum Terima Salinan Putusan, Kubu Bupati Ogah Komentar

Pengakuan Saksi Meringankan Terdakwa

Pendidikan Agama Dihapus, Kemenag Tak Setuju

Sekolah Gunakan Sistem Zonasi, Orangtua Galau

Barang Malaysia Ditahan di Pare-pare, Bea Cukai: Itu Bukan Kewenangan Kami

Anaknya Ditolak, Sejumlah Orangtua ‘Ngamuk’ di SMA 1 Nunukan

Jumlah Pemudik di Perbatasan Terus Meningkat

Warga Filipina ‘Nyasar’ ke Sebatik, Imigrasi Siapkan Langkah

Kasus Narkoba Bakal Paling Banyak Dapat Remisi Lebaran

HAYOO KENAPA NIH...!! Masih Banyak Instansi Takut Gandeng TP4D
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .