UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Senin, 19 Juni 2017 13:59
THR Cair, Jangan Lupa Bayar Pajak

PROKAL.CO, TARAKAN – Jelang Idulfitri, tunjangan hari raya (THR) menjadi yang paling dinanti-nanti para pekerja, terutama Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta pegawai swasta lainnya. Tunjangan setahun sekali itu pun diperkirakan cair seminggu atau 10 hari sebelum lebaran. Namun, jangan lupa juga penghasilan apapun ada pajaknya, tak terkecuali tunjangan hari raya tersebut.

Dikatakan Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Tarakan, Fery Corly, masih ada beberapa pegawai swasta yang belum sadar bahwa tunjangan mereka tetap dikenai pajak. Atau mungkin sudah tahu, namun enggan membayar.

“THR untuk PNS kan baru tahun ini kita ada aturan pajaknya, tapi mereka biasanya sudah dipotong langsung dari unit satkernya. Justru yang kita sasar ini swasta yang perusahaan besar, itu yang kita lakukan imbauan. Karena THR itu termasuk dari penghasilan, jadi harus bayar pajak penghasilan,” ujar Fery-sapaan akrabnya saat ditemui di kantornya.

Pembayaran pajak penghasilan sesuai dengan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yakni Rp 54 juta dalam setahun. Sehingga jika gaji dan tunjangan pegawai tersebut melebihi Rp 54 juta dalam setahun, akan dikenai wajib pajak. Namun batas itu bagi warga yang masih berstatus masih single atau belum menikah. Dan bagi yang sudah berkeluarga, setiap 1 anggota keluarganya seperti istri atau anak akan ditambahkan batas penghasilan pajak sebesar Rp 4,5 juta per anggota keluarga.

“Semisal pegawai single tersebut berpenghasilan Rp 60 juta setahun, dikurangi batas penghasilan pajak yaitu Rp 54 juta tadi, hasilnya adalah Rp 6 juta. Dan Rp 6 juta inilah yang akan kita kenakan pajak sebesar 5 persen, yaitu Rp 300.000 itulah Penghasilan Kena Pajak (PKP) dia yang harus dibayar per bulan selama 1 tahun. Namun bagi penghasilan dibawah Rp 54 juta setahun, tidak dikenai wajib pajak,” tuturnya lagi.

Sehingga THR yang awalnya banyak dinanti-nanti pegawai dan bisa menjadi tambahan penghasilan bagi mereka, bisa saja malah membuat mereka dikenai wajib pajak karena jumlah gaji dalam setahun mereka diatas Rp 54 juta pada bulan ini jika ditotalkan dengan THR. Namun tidak perlu khawatir, karena bagi yang berpenghasilan di bawah Rp 54 juta dalam setahun, tidak wajib bagi mereka untuk membayar pajak. Atau jika dipecah maka sebulannya adalah bagi pegawai bergaji sebesar Rp 4,5 juta.

Dikonfirmasi perihal rencana KPP Tarakan dalam menyasar wajib pajak bagi pegawai swasta, Fery mengatakan akan memberi imbauan terlebih dahulu melalui surat. Bagi perusahaan swasta yang sudah memotong pajak di dalam penghasilan pegawainya, perlu untuk memberikan struk bukti pemotongan pajak.

“Kita kan sudah kirim surat imbauan ke perusahaan besar di Tarakan dan Nunukan untuk melakukan pemotongan kewajiban pajak tersebut. Takutnya mereka lupa karena ini bulan khusus yang ada THR-nya. Jadi perusahaan yang harus sadar untuk memotong gaji pegawai mereka untuk pajak, bukan bosnya yang menyuruh pegawainya bayar pajak sendiri,” tutup Fery.

Lalu bagi perusahaan atau pegawai yang masih ngeyel untuk menghindari pajak, KPP akan terus mengimbau dengan mendatangi perusahaan tersebut atau memanggil wajib pajak ke kantor untuk sekedar dimintai keterangan apa alasan mereka enggan untuk membayar pajak. (*/aul)


BACA JUGA

Jumat, 23 Juni 2017 11:01

Pembangunan Bioskop 21 dan Trans Mart Belum Pasti

TARAKAN – Isu kehadiran bioskop di Tarakan memang sudah berhebus sejak lama. Namun hingga saat…

Jumat, 23 Juni 2017 11:00

Diam-diam Khairul Sudah Punya Calon

TARAKAN – Para bakal calon (balon) Pilwali Tarakan 2018 sedang gencar memeperkenalkan diri ke…

Jumat, 23 Juni 2017 11:00

Surat PAW Sudah Dijawab KPU

TARAKAN – Meninggalnya Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Tarakan, FreddyLayuk Allo, tentu membuat…

Jumat, 23 Juni 2017 10:59

Kisruh Pemilihan Ketua Didalangi Kader Sendiri?

TARAKAN - Kisruh Pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)…

Jumat, 23 Juni 2017 10:58

Tidur Dekat Toilet, Kapok Jadi TKI

Benarlah pribahasa yang menyebutkan; 'lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di…

Jumat, 23 Juni 2017 10:53

Kalapas Masih Sesalkan Tindakan BNNK

TARAKAN – Kasus sipir Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Tarakan Kelas IIA diciduk aparat Badan Narkotika…

Jumat, 23 Juni 2017 10:44

Orang Lagi Ribut, Pelaku Bawa Samurai, Ya Ditangkap Polisi deh

TARAKAN – Seorang pria berinisial SR yang asyik jalan-jalan sambil membawa samurai langsung diamankan…

Jumat, 23 Juni 2017 10:41

Belum Final, Ahong Siapkan Gugatan Baru

PERSETERUAN antara Ahong dan Budi Wong tampaknya bakal berlanjut. Jika sebelumnya hakim Pengadilan Negeri…

Jumat, 23 Juni 2017 10:30

Jadi Polisi Gadungan Jelang Lebaran, Eko Ditangkap Polisi

TARAKAN – Tindakan yang dilakukan pemuda bernama Eko Sulistyono sungguhn di luar dugaan. Pernah…

Kamis, 22 Juni 2017 13:37

Pelabuhan Tengkayu II Masih Sepi dari Pemudik

TARAKAN -  Pelabuhan Tengkayu II (SDF) masih sepi dari aktifitas keberangkatan mau kedatangan jelang…

Divonis Hukuman Mati, Ayau Ngamuk dan Mau Bakar Lapas

Penumpang Pelabuhan SDF Keluhkan Sikap Buruh, Soal Apa Ya?

Divonis Hukuman Mati, Ayau Ngamuk

Anak Buahnya Ditangkap, Kalapas Sebut Diculik BNNK

Pemilihan Ketua DPC PDIP Salahi Aturan?

Waduh, Giliran Pimpinan Anak Cabang yang ‘Ngambek’

Tiga Calon Ketua DPC PDIP “Ngambek”

PAC Ancam Lepas Atribut Partai

Tabrak Pejalan Kaki, Pemotor Nyaris Digebukin Warga

Kabur Lewat Pagar, Anca Babak Belur Dihajar Warga
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .