UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

RAGAM

Senin, 03 Juli 2017 15:44
Dibayar Tak Sesuai, Jalan Kaki 7 Kilometer ke Malinau

Cerita Pasutri dan Anaknya Nekat Tinggalkan Perusahaan Tempatnya Bekerja

MINGGAT : Keluarga malang ini nekat minggat dari perusahaan tempatnya bekerja untuk mendapatkan hak layak hidup. HADI ARIS ISKANDAR/KALTARA POS)

PROKAL.CO, Sungguh malang nasib keluarga asal Wonogiri, Jawa Tengah ini. Mereka nekat memilih terlantar daripada tetap tinggal di tempat kerjanya di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan. Seperti apa cerita mereka?

 

 

HADI ARIS ISKANDAR, Kaltara Pos

 

MASIH melekat di pikiran Supriadi (40), mengapa perusahaan yang memperkerjakan mereka tidak membayar upah sesuai yang dijanjikan. Bukannya mendapat keuntungan dari pekerjaannya, mereka malah merugi.

Supriadi akhirnya tak tahan juga. Dia kemudian membawa istrinya bernama Karni (29) serta kedua anaknya Arianto (17) dan Dani (10) untuk minggat. Sebelumnya,  mereka bekerja sebagai buruh di salah satu perusahaan sawit di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan. Namun mereka kemudian minggat secara diam-diam tanpa diketahui oleh pemilik perusahaan.

Supriadi mengatakan, dirinya membawa serta keluarganya minggat lantaran pihak perusahaan memperlakukan mereka seperti robot. Mereka harus mencapai target memanen 800 buah kelapa sawit dengan gaji yang tidak sesuai. Tak seperti yang dijanjikan, mereka hanya dibayar kecil yang tak cukup memenuhi kebutuhan hidup mereka.

"Kita dibayar tidak seperti yang dikatakan pihak perusahaan sebelumnya. Bilangnya rumah disediakan, makanan, dan biaya sekolah untuk anak juga disediakan," kata Supriadi.

Supriadi menceritakan, awal dia bisa bekerja di perusahaan itu sekitar tiga bulan yang lalu, berawal saat dia melihat lowongan pekerjaan di sebuah media cetak. Ketika itu dia masih di Wonogiri. Setelah menghubungi kontak yang tertera, ia pun diajak bertemu dengan salah seorang yang berasal dari pihak perusahaan.

"Jadi ketemunya itu masih di daerah jawa. Setelah ketemu, dia bilang gaji tinggi, rumah dan makanan disediakan. Karena anak saya waktu itu masih sekolah, saya tanya ada sekolahkah di sana? Dia jawab ada sekolah. Nanti anak saya juga disekolahin di sana kata dia," terang Supriadi.

Ia melanjutkan, setelah mendengar apa yang telah dijelaskan, Supriadi pun langsung tergiur. Ia langsung sepakat dan siap untuk berangkat. Mereka dibiayai oleh pihak perusahaan hingga sampai ke perusahaan yang terletak di Kabupaten Nunukan itu.

Sampai di sana, memang telah disediakan rumah serta bahan makanan lainya. Awalnya kata Supriadi, mereka merasa sejatera. Setelah 2 minggu kemudian, bahan makanan mereka pun habis. Mereka pun mengadu kepada pihak perusahaan, tapi tidak ditanggapi oleh pihak perusahaan.

"Jadi kami dikasih saat awal datang satu karung beras dan bahan makanan lainya. Pas beras sudah habis, karena belum gajian, kami pun minta. Tapi kami tunggu-tunggu gak ada juga dikirim berasnya ke mess," beber Supriadi.

Mulailah rasa curiga Supriadi timbul. Namun ia berusaha  melawan pikiriannya itu agar tetap berpikir positif. Ia terpaksa meminta beras kepada anggota karyawan lainnya saat itu. Setelah sebulan bekerja, ia pun gajian. Alangkah terkejutnya ia lantaran hanya dibayar Rp 1 juta. Dalam perjanjian mereka akan dibayar Rp 2,9 juta. Ketika ia menanyakan kepada pihak perusahaan, pihak perusahaan menjawab gaji Supriadi dipotong dengan uang pajak penghasilan, asuransi, biaya sewa mes serta potongan lainya yang ia tidak mengerti.

"Potongan itu belum termasuk uang listrik kami di mess, makanan kami dan keperluan kebutuhan kamilah mas. Makanya saya tidak bisa sekolahkan anak saya," kata Supriadi.

Berpikiran dengan gaji yang kurang, ia pun mencoba berkomunikasi dengan tetangganya yang juga karyawan. Ternyata, dari cerita para tetangganya mereka juga sudah mengeluh bekerja di perusahaan tersebut. Bahkan alangkah kagetnya Supriadi mendengar cerita tetangganya, karyawan yang telah bekerja tidak boleh keluar. Berdasarkan cerita dari tetangganya, pernah salah seorang karyawan ingin keluar, ketika meminta izin kepada pihak perusahaan, mereka tidak diizinkan. Karyawan itu pun mencoba lari namun ditangkap oleh pihak perusahaan. Sebelum dikembalikan di mess para pekerja, karyawan tersebut dipukuli dahulu sebelum bekerja kembali.

Oleh karena itu, Supriadi harus tetap bersabar. Ia harus bertahan bekerja di perusahaan sawit tersebut. Setelah bekerja selama 3 bulan, tak tahan lagi bekerja di perusahaan tersebut. Ia pun memberanikan untuk minggat beserta keluarganya. Tanpa membawa apa-apa, hanya baju yang melekat di badan saja, mereka berhasil keluar dari tempat perusasaan itu.

Ketika keluar dari kawasan perusahaan, mereka berjalan tanpa tujuan. Hanya modal mengikuti jalan poros, mereka pun sampai ke Malinau Kota, Kabupaten Malinau. Tak tahu berapa jarak yang ditempuhnya, dikatakan Supriadi, sekira 7 jam mereka berjalan hingga sampai ke Malinau.

Ketika di Malinau, seorang warga di sana berniat membantu mereka. Mereka disarankan untuk ke Tarakan, melaporkan kasus ini ke Polres Tarakan. Warga baik itu pun membelikan tiket para keluarga tersebut ke Tarakan.

Mereka pun berangkat. Sesampai di Tarakan, dengan menanyakan kepada warga dimana Kantor Polres Tarakan. Mereka pun dapat sampai ke Polres Tarakan. Setelah mendapat laporan tersebut, Polres Tarakan pun menyerahkan ke Baznas Tarakan. Hingga saat ini, para Keluarga malang itu masih ditampung oleh Baznas Tarakan. Mereka ditempatkan di rumah sosial yang terletak di Kelurahan Pamusian. (*/hai)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 15:46

Giliran Banten dan Kalteng Kunjungi Baznas Tarakan

Sama dengan yang lainnya, Pengurus Baznas Provinsi Banten dan Kalimantan Tengah (Kalteng) juga tak mau…

Rabu, 19 Juli 2017 11:41

Stan Baznas Tarakan Dipadati Pengunjung

TARAKAN - Sebagai bentuk partisipasi dan dukungan pada kegiatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional…

Selasa, 18 Juli 2017 15:16

Berbagi Pengalaman, Kunjungi Baznas Tarakan

TARAKAN - Tersiarnya informasi tentang keunggulan Baznas Tarakan ternyata membuat daya tarik tersendiri…

Kamis, 13 Juli 2017 12:07

Tingkatkan Pelayanan, BPJS Kesehatan Gelar Gathering Peserta dan Halal Bihalal

TARAKAN – Untuk meningkatkan pelayanan, BPJS Kesehatan adakan acara yang bertemakan Gathering…

Kamis, 13 Juli 2017 02:29
Ekonomi & Bisnis

Ayooklik.com Resmi Launching E-Katalog LKPP di Tarakan

TARAKAN – Ayooklik.com bekerjasama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

Rabu, 12 Juli 2017 19:02

Ayooklik.com Launching dan Sosialisasi E-Katalog LKPP di Tarakan

TARAKAN – Ayooklik.com bekerjasama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

Rabu, 12 Juli 2017 16:03

Rasakan Bedanya Berkendara Motor Sport Kelas Dunia Bersama Yamaha R Series

SEPEDA Motor Yamaha R15 hadir sebagai lambang kebanggaan penuh gaya yang lahir dari keluarga R-Series…

Senin, 03 Juli 2017 15:44

Dibayar Tak Sesuai, Jalan Kaki 7 Kilometer ke Malinau

Sungguh malang nasib keluarga asal Wonogiri, Jawa Tengah ini. Mereka nekat memilih terlantar daripada…

Selasa, 27 Juni 2017 09:57

Waduh, Masih Pagi Tiket Speedboat Sudah Habis Terjual

MALINAU - Hingga H+2 Lebaran kepadatan di pelabuhan speedboat Kabupaten Malinau masih terlihat. Beberapa…

Rabu, 21 Juni 2017 11:52

Yamaha Hadirkan Aerox 125 LC

PT YAMAHA Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) kembali merilis motor matic terbaru yang kedua di tahun…

Giliran Banten dan Kalteng Kunjungi Baznas Tarakan

HUT BPJS Kesehatan, Kaltara Pos Beri Surprise

Stan Baznas Tarakan Dipadati Pengunjung

Berbagi Pengalaman, Kunjungi Baznas Tarakan

Cegah Kanker Serviks, Perempuan Harus Rutin Tes IVA

Cegah Kanker Serviks, BPJS Kesehatan dan Lanud Galakkan Penyuluhan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .