UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Kamis, 13 Juli 2017 15:41
Ditinggal ke Kandang, Rumah Daud Hangus Dilahap Api

Surat-surat Berharga Ludes, Toko Selamat

DIPADAMKAN : Petugas berusaha memadamkan api yang melahap rumah Daud, kemarin. Ada 3 armada diturunkan petugas pemadam kebakaran, kemarin. (PMK Sektor Barat untuk Kaltara Pos)

PROKAL.CO, TARAKAN – Duka tak dapat ditahan oleh Daud. Warga RT 13 Kelurahan Karang Harapan itu harus pasrah rumahnya dilahap api sekira pukul 06.10 Wita, kemarin. Rumah yang terbuat dari kayu itu ludes jadi arang setelah terbakar setengah jam lamanya.

Belum diketahui pasti penyebabnya. Namun dugaan sementara, api membara setelah korsleting listrik di samping rumahnya, tepat di gudang penyimpanan mesin miliknya yang juga ikut termakan api hari itu. Ditambah lagi, saat itu rumahnya sedang kosong sehingga tak ada yang tahu dari mana asal api tersebut.

Tetangga Daud bernama Mona mengatakan, sebelum kejadian keponakan Daud bernama Sandi dan istri Daud bernama Ester sedang turun ke kandang yang berada di bawah rumahnya untuk memberikan makan ayam ternaknya, sedangkan adinya, Oski yang sedang tertidur di lantai atas.

Informasi lainnya, sebelum kejadian ada seorang saksi yang sedang lewat di sekitar rumahnya melihat api yang sedang berkobar tertiup angin. Saksi tersebut langsung menuju ke rumah Daud untuk memberitahukan kepada sang pemilik rumah dan tetangganya yang berada dekat dengan lokasi kebakaran bahwa ada kebakaran.

“Dia teriak, “api! ada api di samping rumah!” Begitu dia bilang sambil bangunkan warga,” ungkap Mona.

Setelah teriakan itu, tetangga Daud yang mengira ada perkelahian di daerah tersebut langsung bangun. Mereka dengan cepat keluar dan ternyata ada kebakaran terjadi di samping rumah Daud.

Saat kebakaran terjadi, tak diketahui jika di lantai atas ada anak yang sedang tertidur lelap. Karena warga sekitar panik, Oski nyaris menjadi korban dalam kejadian ini. Beruntung Oski mendengar suara teriakan warga sehingga dia terbangun dan bergegas bangkit dari tempat tidurnya. Diapun segera melarikan diri dari kepungan api.

“Pertama aku rasa memang panas om. Tapi aku kira cuaca aja yang bikin panas. Soalnya biasa, di sini kan panas memang tuh, tapi beda memang panasnya. Pas sambil mimpi, itu saya dengar orang teriak, jadi terbangun saya. Pas buka mata ada api sudah di atas kepalaku,” jelas Oski kepada Kaltara Pos.

Ketika sudah bangkit dari tempat tidurnya, Oski turun ke lantai dasar dan langsung mendorong motornya keluar dari rumah untuk diselamatkan. Nasib baik memang berpihak pada Oski saat itu. Ketika sudah turun dari tangga rumahnya dan keluar, tangga yang dilalui Oski sudah di lalap api dan menghabiskan seluruh bagian atas rumahnya. Dia bingung mau keluar dari mana, sementara api terus membuatnya kepanasan.

“Tidak tahulah om kalau saya lambat bangun tuh, mungkin lompat dari lantai atas kali aku, karena tangga terbakar sudah. Baru mau kembali selamatkan barang-barang di atas, tidak sempat juga,” jelasnya.

“Baru barang-barang penting di atas semua Om. Kayak ijazah, surat-surat, baju semua di sana om. Jadi yang sisa ini tinggal baju di badan aja sudah,” lanjutnya.

Oski keluar dari rumah, langsung turun ke kandang ayam yang berada di bawah rumahnya untuk memberi tahukan kepada ibunya, Ester bahwa rumahnya terbakar. Saat mengatahui rumahnya sudah terbakar, Ester langsung bergegas ke rumahnya dan hanya bisa meratapi rumahnya yang sedang terbakar.

“Aku tuh langsung lemas mas pas lihat rumah terbakar. Saya lihat warga bantu siram, aku nangis aja lihat rumah yang sudah saya bangun selama 3 tahun ini mas,” ucap Ester dengan mata berkaca-kaca.

Sembari warga membantu memadamkan api, Ester berusaha menghubungi suaminya yang sedang berada di di kamp. Sekira pukul 06.30 Wita, warga segera melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran yang berada dekat dengan lokasi kejadian.

“Bapaknya kerja di kamp, dari tadi kami hubungi tidak bisa, karena kurang signal di sana. Jadi sampai sekarang (kemarin) ini bapaknya belum tahu kalau rumah kami terbakar,” katanya.

Namun Ester masih bisa bernafas lega lantaran toko miliknya di depan rumahnya tak ikut tersambar api meskipun warung tersebut hanya berjarak beberapa meter saja dari rumahnya.

“Kalau ini juga ikut terbakar tidak tahulah sudah aku mau tinggal dimana lagi. Karena cuma ini aja yang tersisa. Tapi sementara kami bangun tenda dulu. Menurut adat kami, kalau habis alami begini, paling tidak kami harus bangun tenda selama 3 hari meskipun nanti kami ndak tinggali,” jelasnya.

Petugas pemadam kebakaran sektor utara yang bergegas ke lokasi kejadian sempat mendapatkan api makin membesar. Setelah bergelut dengan api yang terus menjilat kayu rumah milik Daud selama 45 menit, petugas berhasil memadamkan api tersebut. Ada 3 armada diturunkan dalam upaya pemadaman ini, yakni truk penyuplai air 2 unit serta armada pemadam api.

“Untung aja dekat di sini lokasi kejadiannya, jadi kita bisa menangani dengan cepat. Kalau dari sini, paling 2 menitan aja udah sampai. Tapi syukur apinya sudah kita tangani sebelum merembet sampai ke lantai dasar rumah warga di sana,” ungkap Kepala Pemadam Kebakaran Sektor Utara, Saprani melalui anggota petugas Regu B Misrain.

Hingga berita ini di turunkan pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Sementara pihak keluarga Daud masih menunggu bantuan datang dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan dan beberapa instansi terkait lainnya.

“Jadi kita masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian, jadi kita tunggu saja informasi dari pak polisinya untuk mengetahui penyebabnya. Kerugian yang dialami korban diperkiraan sampai Rp 75 jutaanlah,” tutup Misrain. (*/arz)

 


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 10:50

Pemain Ditangkap, Pemilik Tempat Judi Dibiarkan

TARAKAN – Dua saksi dari petugas kepolisian, disemprot hakim saat menjalani proses sidang perkara…

Sabtu, 21 April 2018 10:49

DiDuga Serobot Aset, Pensiunan Pertamina Jadi Tersangka

TARAKAN - Setelah dilaporkan pada 2016 lalu oleh pihak Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan, terkait dugaan…

Sabtu, 21 April 2018 10:48

Kasus Penistaan Agama, Penyidik akan Panggil Saksi Ahli

TARAKAN - Setelah 8 April lalu pemilik akun facebook Dandy Rahmadila ditetapkan sebagai tersangka kasus…

Sabtu, 21 April 2018 10:40

Ditinggal Ganti Baju, Pas Keluar Motor Hilang

TARAKAN – Sepeda motor warga RT 53, Kelurahan Karang Anyar, raib akibat ulah si “tangan…

Jumat, 20 April 2018 17:06

16 Tahun Berseteru, Warga Gugat BPN

TARAKAN – Dianggap sudah menerbitkan sertifikat tanah berdasarkan dokumen palsu, Badan Pertanahan…

Jumat, 20 April 2018 17:06

Tiga Hari Menghilang, Ditemukan Sudah Jadi Mayat

TARAKAN – Warga Kelurahan Pantai Amal, tepatnya di RT 02, kemarin (19/4) pagi dibuat heboh dengan…

Jumat, 20 April 2018 17:04

PARAH! Wanita Ini Nyabu untuk Obati Stroke

TARAKAN – Kembali duduk di kursi persidangan, Emi harus kembali menahan rasa sakit akibat sakit…

Jumat, 20 April 2018 17:03

Vonis Mati Terpidana Sabu 11 Kg, Jaksa Ikut Banding

TARAKAN – Selain kelima terdakwa kasus 11,4 kg sabu menyatakan banding atas vonis hakim Pengadilan…

Kamis, 19 April 2018 16:09

Divonis 1,2 Tahun, Si Tomboi Ternyata Berbadan Dua

TARAKAN – “Saya tidak gendut Pak, cuma memang saya lagi hamil”. Begitulah pengakuan…

Kamis, 19 April 2018 16:06

Nekat, Sulaiman Curi Burung Milik Anggota Brimob

TARAKAN – Jika sebagian para pencinta burung menganggap burung sebagai hewan yang bermanfaat untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .