UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Jumat, 14 Juli 2017 11:42
Pemilik 5 Kg Sabu-sabu Terancam Hukuman Mati

Dipesan Napi, Petugas Lapas Diyakini Terlibat

DIMUSNAHKAN : Barang bukti sabu-sabu 5 kg dilarutkan ke dalam air oleh sejumlah pihak yang hadir di Hari HANI, kemarin (13/7). (Eliazar/Kaltara Pos)

PROKAL.CO, TARAKAN – Teka-teki keterlibatan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan bernama Hendra Delpian dalam kasus peredaran narkotika terjawab. Itu terungkap dari pernyataan resmi Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan Hj Agus Surya Dewi saat pemusnahan narkoba jenis sabu-sabu 5 kilogram di halaman Kantor Wali Kota Tarakan, kemarin.

Perempuan yang akrab disapa Dewi ini memang sempat ogah mengomentari persoalan penangkapan Hendra. Bahkan, penangkapan Hendra yang mendapat protes langsung dari Kementerian Hukum dan HAM tak membuat Dewi gerah. Dia santai saja. Alih-alih menjawab, Dewi justru sibuk dengan kegiatannya yang lain.

Nah, dalam pelaksanaan pemusnahan sabu-sabu 5 kg kemarin, Hendra dan pelaku lainnya diperlihatkan ke sejumlah awak media. Di acara pemusnahan untuk memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) ini, Dewi akhirnya bersedia membeberkan alasan mengapa menangkap Hendra, padahal dia mendapat tentangan dari pihak Lapas Kelas II A Tarakan.

Kepada sejumlah awak media, Dewi mengatakan, kasus narkoba jenis sabu-sabu 5 kg yang mereka tangani awalnya diamankan oleh aparat TNI AL di perairan Juata Laut, pada 12 Juni lalu. Saat itu, aparat dari Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XIII Tarakan mendapati sebuah speedboat yang dimotoris oleh SA bersama satu orang penumpang yaitu IS melaju kencang.

Usai menghentikan speedboat, anggota Lantamal kemudian melakukan pemeriksaan. Hasilnya, ditemukan satu bungkus plastik berwarna hijau yang disimpan di bawah kemudi motoris. Setelah dibuka, di dalamnya ada serbuk kristal putih yang diduga sabu-sabu dengan berat 5 kg.

“Barang  tersebut adalah titipan dari saudara MA, sebagai penjaga tambak. Kemudian barang tersebut dititipkan kepada SN yang akan diambil oleh MA,” ungkap Dewi.

Dilanjutkan Dewi, kedua pria itu kemudian diamankan dan dibawa ke Lantamal XIII untuk dilakukan pengembangan lagi. Namun untuk menangkap MA tidak mudah. Anggota Lantamal melakukan siasat bagaimana menangkap MA dengan cara memancing pelaku agar mengambil sabu-sabu tersebut.

“MA diamankan saat berada di SPBU yang ada di Jalan Iskandar, Juata Laut sekira jam 15.00 Wita,” ucap Dewi.

Berhasil mengamankan tiga pelaku, saat malam tiba, anggota TNI AL kemudian melakukan koordinasi dengan BNNK Tarakan untuk menyerahkan ketiga pelaku dan kembali dilakukan pengembangan. Di sini, aparat BNNK juga menggunakan cara jitu untuk menangkap pelaku lainnya yang ternyata adalah sipir Lapas Tarakan. Dari ketiga pelaku, sipir itu adalah Hendra yang malam itu bertugas di Lapas Tarakan.

“Kemudian BNN melakukan pengembangan dan menuju Lapas dan menyuruh MA menyerahkan barang (sabu-sabu), namun berada di pengawasan petugas BNN jam 20.00 Wita,” imbuh Dewi.

Diceritakan Dewi lebih lanjut, tepat pukul 20.30 Wita, MA yang dikawal petugas BNN sampai di Lapas. Kemudian MA menuju pintu Lapas dan mengetuk pintu dengan pengawalan yang tak diketahui Hendra. Kepada Hendra, MA menyampaikan bahwa dia ingin menghantarkan titipan narapidana.

“Jadi si HD (Hendra) ini mengatakan kepada si MA, “sebentar, kebetulan ada orang Salat Tarawih”. Setelah itu, MA kemudian kembali ke motor dan mengambil barang tersebut dan kembali kepada HD untuk menyerahkan barang tersebut,” tutur Dewi.

Hendar langsung menerima barang haram tersebut dengan tangan kanannya didepan pintu Lapas tanpa menyuruh MA masuk. Padahal, seharusnya dia pemeriksaan terhadap barang tersebut.

“Jadi si HD ini tanpa menyuruh MA untuk masuk ke dalam lapas untuk dilakukan pemeriksaan barang, kemudian si HD juga menerima penerimaan barang di luar dari jam besuk. Setelah menerima barang tersebut, HD  langsung diamankan oleh petugas BNN,” terang Dewi.

Dari pengakuan pelaku kepada pihak BNNK Tarakan, 2 minggu sebelum penangkapan, MA sudah pernah menghantar barang pesanan dengan narapidana yang sama. Barang tersebut berhasil lolos masuk ke dalam Lapas yang kerap dikeluhkan pengamanannya ini.

“Kita belum tahu barang apa yang dimaksud oleh pelaku. Namun dari pengakuannya, saat ia menghantarkan barang tersebut yang menerima adalah petugas Lapas yang lain. Dia juga tidak kenal juga sama petugas Lapas itu,” jelas Dewi.

Dibeberkannya, pihaknya masih terus melakukan pengembangan atas kasus ini. Pihaknya juga sudah meminta keterangan narapidana yang memesan barang tersebut. Namun dirinya masih enggan mengatakan siapa narapidana yang dimaksud tersebut.

“Kita akan menelusuri dan kita akan terus mencari sampai pemiliknya. Ini prosesnya belum berakhir karena ini baru dimulai. Kami akan melakukan pengembangan itu sampai tuntas. Mudahan kita bisa menemukan pemilik sebenarnya,” imbuhnya.

Acara pemusnahaan ini disaksikan pejabat dari BNN Provinsi Kaltara, BNN Kota Tarakan, dan forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD) Tarakan. Hasil pantauan Kaltara Pos, sebelum barang haram tersebut dimusnahkan, sabu-sabu tersebut terlebih dahulu dicek kandungannya. Usai dipastikan positif sabu-sabu tersebut terdapat ethamphetamine, barulah sabu-sabu itu dimusnahkan dengan cara melarutkannya ke dalam air yang sudah disiapkan. Sejumlah pejabat yang hadir maupun tersangka ikut melarutkan barang haram tersebut.

Agus Surya Dewi mengatakan, acara pemusnahan yang dilakukan oleh pihaknya tersebut sebagai bentuk upaya mengendalikan maraknya peredaran narkotika di Kota Tarakan. menurutnya, pemusnahan sabu 5 kg tersebut dapat menyelamatkan 17.500 orang.

Dewi juga berharap, tersangka kasus ini bisa dijatuhi hukuman seberat-beratnya agar memberi efek jera kepada pelaku yang lain, yakni hukuman mati. Bahkan untuk memberi efek jera kepada tersangka, pihak BNNK Tarakan memberikan kesempatan kepada para tersangka untuk mengaduk air yang berisikan sabu-sabu dengan maksud ada rasa penyesalan para tersangka.

Dewi sendiri belum bisa memastikan sampai kasus ini selesai hingga bisa mendapatkan pemiliknya. Sebab, untuk mencari tahu pelaku sebenarnya butuh waktu yang tidak sebentar. Karena itu, ia berharap masyarakat bisa bersabar menanti kinerja BNN Tarakan dalam mengungkap kasus ini.

“Kita berharap masyarakat jangan mau terlibat narkoba dan jangan mencoba-cobanya. Karena pada umumnya masyarakat sudah tahu hukuman yang akan diterima apabila masih terlibat,” tutupnya. (zar)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 12:10

Habis Dikarate, Eh.. Minta Rujuk Lagi

TARAKAN – Menjalani bahtera rumah tangga selama lebih 10 tahun dan telah dikaruniai 4 anak, ternyata…

Senin, 19 Februari 2018 12:09

Terdakwa Oknum Sipir Lapas Hadirkan Saksi Guru Besar Unair

TARAKAN - Setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghandirkan saksi fakta, giliran terdakwa HD yang menghadirkan…

Senin, 19 Februari 2018 12:03

Sally Terancam Hukuman Seumur Hidup?

TARAKAN – Kasus bayi freezer dengan terdakwa ibu kandungnya sendiri, Sally kini sudah masuk persidangan.…

Kamis, 15 Februari 2018 16:03

Curi Helm, Dua Pelaku Terekam CCTV

TARAKAN – Aksi pencurian helm yang terjadi beberapa kali membuat warga resah. Namun kali ini,…

Kamis, 15 Februari 2018 15:58

Periksa 26 Saksi, Polisi Tunggu Hasil Uji Laboratorium

TARAKAN - Penyidik Satreskrim Polres Tarakan masih terus melakukan penyelidikan kasus keracunan massal…

Rabu, 14 Februari 2018 10:49

Mau Main Game Online Gak Punya Duit, Curi Ampli dan Speaker Masjid

TARAKAN – Entah apa yang dipikirkan pemuda berinisial MS (19) ini. Lantaran tidak memiliki pekerjaan…

Rabu, 14 Februari 2018 10:41

Divonis 5 Bulan, Terpidana Judi Remi Bersyukur

TARAKAN – Berbeda dengan sidang-sidang sebelumnya yang dijalani SL, RS, HS, NS, dan MY, dengan…

Rabu, 14 Februari 2018 10:39

Ngaku Anak Sakit, Mencuri di Rumah Tetangga

TARAKAN – “Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat, tapi juga kesempatan”. Mungkin…

Selasa, 13 Februari 2018 11:44

Curi Genset Lalu Dijual, Paman Dipolisikan

TARAKAN – Nasib tragis menimpa Teguh. Selain ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian…

Selasa, 13 Februari 2018 11:40

Pinjam Motor Teman, Eh..Malah Digadaikan

TARAKAN – Air susu malah dibalas air tuba. Mungkin ungkapan itu cocok untuk terdakwa bernama Dika.…

Mau Main Game Online Gak Punya Duit, Curi Ampli dan Speaker Masjid

Curi Helm, Dua Pelaku Terekam CCTV

Lama Dalam Pelarian, Pengedar Sabu Berhasil Dibekuk

Periksa 26 Saksi, Polisi Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Ngaku Anak Sakit, Mencuri di Rumah Tetangga

Divonis 5 Bulan, Terpidana Judi Remi Bersyukur

Curi Genset Lalu Dijual, Paman Dipolisikan

Avsec Bandara Loloskan Sabu, BNNP Kaltara Ngaku Kecolongan

Pinjam Motor Teman, Eh..Malah Digadaikan

Habis Dikarate, Eh.. Minta Rujuk Lagi
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .