UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Sabtu, 15 Juli 2017 12:05
Mangkrak, Pasar Selisun Dikeker Jaksa

Diduga Ada Korupsi, Disdag Nunukan Masih Bingung

MANGKRAK : Pembangunan Pasar Selisun yang ditemukan tak selesai ini menjadi temuan Kejari Nunukan. Diduga ada penyelewengan anggaran pembangunan pasar ini. (SHANTI/KALTARA POS )

PROKAL.CO, NUNUKAN – Proyek pembangunan Pasar Selisun, Nunukan Selatan kini jadi sorotan. Pasalnya, proyek yang belum tuntas pengerjaannya itu masuk dalam radar Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan sebagai proyek bermasalah.

Dalam temuan Kejari Nunukan Mei 2017 lalu, proyek mangkrak ini terindikasi masuk dalam ranah hukum Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Diduga ada penyelewengan anggaran yang menyebabkan arah proyek tersebut tak sesuai harapan dan tak tuntas hingga saat ini.

Penasaran dengan pasar ini, Kaltara Pos langsung mengunjunginya, kemarin. Dari dekat, pasar ini memang masih sangat jauh dari kata layak. Lokasinya tidak menunjang lantaran lahan tempat bangunan berdiri cukup rendah dari badan jalan. Selain itu, tanahnya juga lembek dan masih membutuhkan timbunan.

Berpindah ke bangunan, proyek ini masih tak bisa disebut bangunan lantaran masih berupa kerangka besi dan tak terawat sama sekali. Hal inilah yang membuat Kejari Nunukan curiga adanya penyelewengan anggaran dalam proyek ini sehingga tak selesai tepat waktu.

Dikonfirmasi soal kasus ini, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan, Andi Aryanto tidak menampik bahwa Pasar Selisun sedang menuai masalah. Namun, kata dia, belum ada serah terima wewenang terkait pembangunan pasar tersebut. Diakuinya, bangunan pasar tersebut sudah dikelola sejak beberapa tahun lalu saat Dinas Perdagangan masih menyatu dengan Dinas Koperasi. Namun, saat dipisah belum ada pengalihan tanggungjawab terkait penanganan pasar tersebut.

“Bangunan itu merupakan proyek Dana Alokasi Khusus (Dak). Tapi itu dulu bidangnya koperasi, waktu kami masih bergabung di Disperindagkop,”ungkapnya kepada Kaltara Pos, Jumat (14/7).

Dia juga membenarkan, proyek tersebut sudah mangkrak sejak masih ditangani oleh bagian koperasi. Dia tidak tahu persis penyebab mangkraknya proyek tersebut. “Itu proyek bukan milik provinsi, tapi kita mendapatkan anggaran dari pusat. Dan memang mangkraknya sudah dari dulu, masih saat masih kita bergabung dengan Dinas Koperasi. Apalagi kita tidak pernah ada pengalihan penanganan, dan memang ditangani oleh bidang koperasi saat masih bergabung di Disperindagkop,” jelasnya terlihat bingung.

Berdasarkan informasi dari warga, Pasar Selisun dibangun sekira 3 tahun lalu. Tak lama, pembangunan pasar itu tak dikerjakan lagi. Warga mengaku tak tahu mengapa pembangunan pasar tersebut tak berlanjut.

Dijelaskan Nurdin, kabarnya akan dibangun pasar baru tak jauh dari kasar yang nantinya akan mengganti pasar yang mangkrak tersebut. Pernyataan Nurdin diyakinkan dengan adanya timbunan tanah di dataran rendah sepanjang Jalan Selisun atau di sepanjang Jalan Lingkar, Nunukan.

“Pasar Selisun ini sudah lama (dibangun). Banyak juga yang sudah menyoroti, katanya bermasalah. Tapi begitu-begitu saja, banyak yang hanya foto-foto saja, katanya mau ditindaklanjuti. Tapi sampai sekarang tidak ada perubahan,” ujarnya.

Nurdin melanjutkan, di sekitar lokasi Pasar Selisun kabarnya akan dibangun pusat kuliner. Untuk menunjang proyek itu, lokasi pasar sudah ditimbun untuk pembangunan pasarnya. “Tapi kalau bagi kita, warga di sini, untuk apa? Buang-buang anggaran saja. Kenapa bukan pasar yang mangkrak yang dilanjutkan pembangunannya. Coba itu saja yang diperbaiki kan,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan Pasar Induk yang menyeret banyak nama, kini Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan mencium aroma korupsi di proyek pembangunan pasar lainnya. Pasar tersebut adalah Pasar Selisun, Nunukan Selatan.

Dikonfirmasi soal ini, Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Nunukan, Ari Prasetya Panca Atmaja mengungkapkan, dugaan korupsi pembangunan pasar ini tengah mereka dalami. Kejari Nunukan juga sudah turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan sehingga belum bisa disampaikan secara mendalam.

“Ini baru tahap awal dan kejaksaan saat ini memang tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Dan pada tahap ini, namanya juga masih penyelidikan sehingga belum menetapkan tersangka,” ungkapnya kepada Kaltara Pos, kemarin (12/7).

Diungkapkannya, kasus ini terbilang sangat baru. Pasalnya, penyelidikan baru dilakukan beberapa waktu lalu dengan melakukan pengumpulan data. Dari situlah, ditemukan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan pasar yang mangkrak ini.

“Terkait temuan intel, kita melakukan pengumpulan data secara tertutup dan pengumpulan keterangan. Setelah itu kita lakukan penyelidikan dari bulan Mei hingga Juni,” ungkapnya.

Pada tindak pidana khusus, kata Ari, penyelidikan tidak dilakukan sendiri dan belum bisa memunculkan nama untuk dijadikan tersangka. Jika saatnya tiba, kata Ari, tersangka akan disampaikan ke khalayak lantaran saat ini masih berupa dugaan adanya keterlibatan seseorang yang memiliki keterkaitan penyalahgunaan maupun penyelewengan anggaran. Karena masih dugaan itulah, pihak Kejari Nunukan belum bisa menyampaikannya secara berlebihan. Penetapan tersangka, tekan Ari, hanya bisa disampaikan saat kasus ini sampai ke tahap penyidikan.

Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nunukan untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan sejak akhir Mei lalu. Ditegaskannya, kasus tindak pidana korupsi tersebut bukan didapatkan dari laporan pihak lain, melainkan sebuah temuan yang dilakukan pihaknya sendiri.

Dari temuan ini, kemudian dipelajari dan didalami berdasar kecurigaan awal yang selanjutnya ditangani oleh Jaksa yang menangani pidana khusus. Dalam temuan itu, ada kecenderungan ke arah penyelewengan anggaran yang diduga mengakibatkan kerugian negara yang tidak sedikit.

“Pisdus kini melakukan penyelidikan dan apabila, misalkan nanti kita menemukan data-data lain, kita bisa periksa. Ini temuan dari Intel saat kita turun ke lapangan, kita temukan mangkrak seperti itu. Kemudian  apa yang kita lihat dan kita pantau kita sampaikan kepada pimpinan dan kemudian oke. Lalu kita lakukan pengumpulan data,” terangnya. (*/say)


BACA JUGA

Rabu, 15 November 2017 14:45

414 Pengendara Dapat ‘Surat Cinta’

NUNUKAN - Operasi Zebra yang dilaksanakan sejak 1 November lalu, kemarin (14/11) memasuki hari terakhir.…

Kamis, 09 November 2017 11:53

Seminggu Tak Ditemukan, Pencarian Rafik Dihentikan

NUNUKAN – Operasi pencarian korban bernama Rafik (35) yang dilaporkan tenggelam di perairan Sei…

Sabtu, 04 November 2017 09:26

Rafik Belum Ditemukan, Diterkam Buaya?

NUNUKAN – Sudah beberapa hari menghilang, Rafik (35) yang diduga tenggelam saat mandi di sungai,…

Jumat, 03 November 2017 16:15

Mandi di Sungai, Rafik Diduga Tenggelam

NUNUKAN – Tengah asyik berenang di sungai, seorang pria diduga tercebur dan tenggelam. Bahkan…

Rabu, 01 November 2017 15:23

Gadis SMA Diperkosa Sopir

NUNUKAN – sungguh malang nasib gadis yang satu ini. Kehormatannya yang harus dijaga, kini keperawanannya…

Sabtu, 28 Oktober 2017 09:05

Nunukan Terus ‘Diserbu’ Sabu-sabu

SEPERTI tak ada habisnya, sabu-sabu terus beredar di Nunukan. Terbukti tangkapan kasus narkotika itu…

Kamis, 26 Oktober 2017 16:14

Bawa Kabur Kekasihnya, Kisah Asmara IK Kandas

NUNUKAN – Tak terima karena hubungan asmaranya tak direstui orang tua, pasangan asmara ini nekat…

Kamis, 26 Oktober 2017 16:11

Kejari Akan Tetapkan Tersangka Baru

NUNUKAN - Penetapan tersangka baru kasus korupsi kapal KNP 360, belum dipastikan Kejaksaan Negeri (Kejari)…

Selasa, 24 Oktober 2017 15:19

Nyalip Truk, Julies Tewas Tabrak Jupiter Z

NUNUKAN – Tabrakan maut di Desa Sanur, Kecamatan Tulin Onsoi, Nunukan cukup menyita perhatian…

Senin, 23 Oktober 2017 14:48

Posting Makanan Berbelatung, Pelaku Dilaporkan ke Polisi

NUNUKAN - Media sosial (medsos) Facebook sempat ramai dengan postingan keluhan pengguna terkait makanan…

Dapur Jorok, Alat Produksi Tak Laik Guna

414 Pengendara Dapat ‘Surat Cinta’

Kasus Korupsi Budiman Arifin Disidang Tadi Malam

Ditanya Izin, Ternyata Sudah Mati

Bakso Rasa Tikus Bikin Gempar!
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .