UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Senin, 17 Juli 2017 12:07
Hari Pertama STQ Amburadul

Semua Venue Kegiatan Belum Siap, EO Dikritik

BELUM SIAP : Gapura atau pintu gerbang masuk Islamic Centre yang belum selesai didekorasi panitia bersama event organizer (EO) membuat kurang elok dilihat. (HADI ARIS ISKANDAR / KALTARA POS)

PROKAL.CO, TARAKAN – Malam Pembukaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke XXIV di Masjid Baitul Izzah Islamic Centre Tarakan memang berlangsung meriah, Sabtu (15/7) malam lalu. Meski demikian, persiapan yang dilakukan panitia STQ dinilai masih terdapat kekurangan. Bahkan boleh dikatakan sangat jauh dari sempurna.

Seperti yang terpantau Kaltara Pos, dari 4 venue yang dipergunakan untuk tempat lomba STQ, kesemua venue tersebut tampak belum selesai dikerjakan oleh Event Organnizer (EO) yang ditunjuk. Contohnya saja, pada Masjid Baitul Izzah. Pada pintu gerbang masuk ke masjid terbesar di Tarakan itu masih belum sempurna. Bahkan jika masuk ke dalam lingkungan masjid tersebut, masih banyak pendekoran yang belum terselesaikan.

Lebih parah pada Masjid Daarussa’aadah yang terletak di Kelurahan Kampung Satu/Skip. Pada hari pertama perlombaan STQ Minggu (16/7) kemarin, sempat dikeluhkan oleh para peserta. Sejumlah kontingen sempat komplain lantaran acara ditunda selama dua jam dikarenakan panggungnya belum jadi. “Lelet saja mas acara ini. Seharusnya pihak panitia harus on time masalah begini,” kata Maulana, salah seorang official peserta kepada Kaltara Pos, Minggu (18/7).

Maulana melanjutkan, dari persiapan panggung yang disediakan panitia juga kurang memadai. Kondisi panas lantaran hanya ditutupi oleh tenda yang kurang memadai membuat para peserta tidak dapat berkonsentarsi penuh. “Kondisi panas dengan tenda yang beginikan buat gerah. Ini pastinya membuat tidak nyaman yang berdampak pada konsentrasi,” tambahnya.

Sementara penyelenggaraan lomba di Masjid At-Taqwa yang terletak di Kelurahan Sebengkok, sebelumnya terpantau akan dibangun sebuah panggung. Namun pada hari pertama STQ, panggung yang dulu rangkanya sempat berdiri sekarang dirobohkan. Perlobaan pun dipindakan ke dalam masjid.

Salah satu official peserta dari Nusa Tenggara Barat, Eriazaf mengaku ketika tiba di Masjid At-Taqwa, dirinya beserta rombongannya sempat menunggu selama 1 jam. Lantaran kesiapan panitia pada hari pertama tersebut kurang. “Selain itu dari tata panggung yang kurang memadai jadi kita terkesan agak sulit lah mas. Sama kayak soundsystem, saya rasa juga kurang memadai untuk mendengarkan suara peserta,” kata Eriazaf.

Tak hanya itu, di venue Masjid Al Ma’arif juga tak kalah amburadul persiapan panitia. Pada venue tersebut, terlihat dekorasi juga belum selesai dibuat. Padahal seminggu sebelum hari H, dekorasi panggung di halaman masjid tersebut telah lama dibangun. Salah seorang official dari Provinsi DKI Jakarta, Lia menilai kurangnya persiapan kegiatan acara religi tingkat nasional ini lantaran si Event Organizer (EO) yang juga kurang persiapan. "Saya juga sebagai EO. Jadi tahu suksesnya acara itu tergantung pada EO-nya," kata Lia.

Dirinya menambahkan, seorang Event Organizer seharusnya telah mempersiapkan hal seperti ini dari jauh hari. Sehingga tidak ada lagi para pekerja yang mengangkut kayu, tidak ada lagi pekerja yang sedang melakukan dekorasi dan lani-lain saat acara sudah dimulai.

Dikonfirmasi, Ketua Umum STQ Nasional ke XXIV, Udin Hianggio tak ingin berkomentar terkait masalah tersebut. Dia mengaku para panitia tidak pernah berkoordinasi dengan dirinya terkait persiapan.

"Saya tidak tahu masalah persiapan EO dan panitia. Soalnya saya tidak pernah dihubungi. Saya hubungi mereka, mereka tidak angkat telepon saya. Coba tanya ke Pak Seprov saja masalah ini," kata mantan Wali Kota Tarakan ini.

Di tempat berbeda, Sekprov Kaltara Drs H Badrun sekaligus Ketua Panitia Harian STQ Nasional saat dihubungi melalui memalui telepon selulernya tidak diangkat. Saat Kaltara Pos mengunjungi kediamannya di Kelurahan Kampung 6, Badrun juga tidak lagi di tempat karena sedang sedang berada di Tanjung Selor.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Drs H. Lukman Hakim Saifuddin yang membuka acara STQ Sabtu (15/7) malam lalu, menilai pembukaan STQ sudah bagus. “Pertama kita beryukur pembukaan STQ Nasional ke XXIV di Tarakan berlangsung dengan lancar dan baik. Pemerintah dan Menteri Agama berterima kasih apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kaltara, wali kota dan seluruh jajaran yang telah bekerjasama dengan baik untuk acara ini,” ujar Lukman seakan memuji.

Menag juga menyinggung perihal acara STQ dan MTQ yang diisukan tidak lagi digelar dan STQ di Kaltara ini sebagai yang terakhir. Ditegaskan Lukman, STQ dan MTQ akan tetap diberlangsungkan kedepannya di Indonesia. “Kita punya tradisi yang baik, acara STQ dan MTQ yang dilaksanakan 2 tahun sekali saling bergantian. Jadi pemerintah akan terus melangsungkan kegiatan ini karena manfaatnya besar,” tuturnya.

Disinggung perihal peranan STQ dalam menangkal radikalisme dan terorisme di Indonesia, Lukman menjelaskan acara ini secara tidak langsung bisa menangkal hal-hal negatif tersebut. dengan terus menyelenggarakan acara positif dirasa akan bisa menangkal dan menekan hal-hal negatif.

“Acara STQ dan MTQ selalu diselenggarakan, bukan hanya bacaan dan hafalan Alquran tapi juga isi dari Alquran itu sendiri. Sehingga harapannya bagi muslim yang mendalami Alquran tentu akan menjauhkan diri dari tindakan radikal dan ekstrim yang merugikan negara,” bebernya lagi.

Dikonfirmasi perihal acara pembukaan STQ nasional di provinsi termuda di Indonesia ini, Lukman menilai cukup bagus. “Saya pikir ini pembukaan yang cukup baik, cukup meriah, perpaduan seni yang tetap dijaga dan seni kisah Umar Bin Khatab yang baik diperagakan oleh anak-anak kita. Sehingga ini cara menumbuhkembangkan nilai-nilai baik dan budaya,” terangnya.

Begitupun kepercayaan yang diberikan pada Provinsi Kaltara sebagai tuan rumah acara STQ nasional ke XXIV, Lukman menjelaskan Kaltara adalah provinsi termuda yang dinilai sudah siap dalam menyelenggarakan STQ. Bukan hanya dinilai siap, namun juga pemerintah bertujuan ingin memberikan kesempatan pada provinsi termuda di Indonesia agar tidak kalah dalam menyelenggarakan even nasional.

Sementara itu, Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie menilai Kaltara bahkan bisa menyelenggarakan MTQ lagi jika memang diberi kepercayaan kedepannya. Irianto bahkan sempat menuturkan dengan anggaran STQ di Tarakan sebesar Rp 7 Miliar kemarin adalah bukan apa-apa dibandingkan dengan daerah lain yang dikatakannya bisa mencapai Rp 200-an Miliar beserta dengan masjid.

“Dana hibah dari APBD sebanyak Rp 7 Miliar, itu jauh kalau dibandingkan daerah lain itu bisa Rp 200-an miliar malah tapi itu sekalian bangun masjid. Jadi manfaat dengan acara ini kita bisa sekalian rehab masjid di Tarakan. Harapannya agar Provinsi Kaltara bisa lebih dikenal dan mengembangkan Islam untuk menangkal radikalisme,” tutup Irianto.

Meski banyak menuai protes dari luar karena kesiapan STQ yang dinilai lamban dan acara yang kurang meriah, namun para pejabat seakan membela diri dan tetap fokus untuk mempersiapkan acara. (*/hai/*/aul)


BACA JUGA

Rabu, 15 November 2017 14:37

Hamil 7 Bulan, Sriyanti Harus Mendekam 1 Tahun di Penjara

TARAKAN – Setelah menjalani beberapa sidang, akhirnya terdakwa penggelapan bernama Sriyanti menjalani…

Selasa, 14 November 2017 15:49

Pasrah Ditangkap, Disidang pun Tak Berkutik

TARAKAN – Baru beberapa jam membeli narkotika jenis sabu-sabu dan belum sempat menikmati, Dodi…

Selasa, 14 November 2017 15:35

Baru 5 Bulan Keluar Penjara, Eh.. Masuk Sel Lagi

TARAKAN – Diminta oleh teman yang sedang sakit untuk membeli obat, Iswandi malah berbuat kriminal.…

Senin, 13 November 2017 15:45

Jamaluddin: Soal Kasasi Jangan Tanya Saya

TARAKAN - Perkembangan kasus dugaan korupsi pengadaan perlengkapan acara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)…

Senin, 13 November 2017 15:42

Usai Kuras Toko Vape, AS Diciduk Polisi

ADA-ada saja modus pelaku pencurian. Kali ini, pria berinisial AS diamankan karena mengambil barang…

Senin, 13 November 2017 15:38

Ibunya Ditabrak Hingga Tewas, Anak Ini Memaafkan Pelaku

TARAKAN – Penyesalan Aan belum hilang lantaran menghilangkan nyawa seorang pejalan kaki Agustus…

Sabtu, 11 November 2017 11:47

Hamil 7 Bulan, Sriyanti Minta Keringanan Hukum

TARAKAN – Pelaku penggelapan uang konsumen di salah satu dealer mobil di Tarakan tampaknya belum…

Sabtu, 11 November 2017 11:46

Tak Sadar Diincar Polisi, Pengedar Dibekuk saat Bungkus Sabu-sabu

TARAKAN – Belum lama menangani kasus narkoba dalam jumlah besar, aparat Sat Reskoba Polres Tarakan…

Sabtu, 11 November 2017 11:44

Rangka Bangunan THM Runtuh, Satu Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

TARAKAN- Rangka bangunan lantai 3 salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di Jalan Pulau Flores, Kelurahan…

Jumat, 10 November 2017 11:18

ASTAGA..!! Guru dan Murid Kompak Mencuri

TARAKAN – Guru yang satu ini benar-benar tak bisa ditiru. Meski guru bukanlah profesinya, namun…

Tak Sadar Diincar Polisi, Pengedar Dibekuk saat Bungkus Sabu-sabu

Rangka Bangunan THM Runtuh, Satu Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Ibunya Ditabrak Hingga Tewas, Anak Ini Memaafkan Pelaku

Situasi Genting, Tak Perlu Tembakan Peringatan

Usai Kuras Toko Vape, AS Diciduk Polisi

Hamil 7 Bulan, Sriyanti Minta Keringanan Hukum

Tarakan Punya 160 Titik ‘Jalur Tikus’ Narkoba

‘Terciduk’ Curi Motor, Pemuda Ini Dibonyok Warga

44 Barang Bukti Diamankan

Pasrah Ditangkap, Disidang pun Tak Berkutik
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .