UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Jumat, 04 Agustus 2017 15:46
Kuasa Hukum Minta Hukuman Guru SD Cabul Diringankan
-

PROKAL.CO, KASUS pencabulan yang dilakukan oknum guru berinisial HB terhadap muridnya sendiri akhirnya telah memasuki tahap sidang pledoi. Sidang ini kembali digelar kemarin (2/8) setelah beberapa kali tertunda.

Kuasa Hukum terdakwa, Hasrul SH mengatakan, pada sidang pembelaan yang telah digelar secara tertutup itu Hasrul meminta kepada hakim agar dihukum dengan keringanan dan seadil-adilnya terhadap terdakwa. Pasalnya, kliennya tersebut tidak melakukan tindakan kasar berupa pemerkosaan terhadap korbannya, dan masih dalam batasan, dengan tidak mencederai secara fisik.

“Kan sesuai dengan fakta persidangan, bahwa perbuatan terdakwa terhadap para korban itu tidak secara psikis maupun fisik. Itu makanya kita minta kepada majelis hakim supaya memberikan putusan yang seringan-ringannya,” ucapnya.

Dalam pledoi itu, dirinya meminta majelis hakim untuk memberikan keringanan hukuman terhadap kliennya. Meskipun berdasarkan fakta persidangan, dakwaan jaksa telah terpenuhi, hal tersebut juga diakui oleh terdakwa.

“Meskipun dakwaan jaksa terpenuhi, dan bisa dikatakan terbuktilah, tapi ini kan sifatnya pencabulan. Terdakwa bukan memperkosa tetapi hanya memegang-megang saja. Intinya saya hanya meminta hukumannya diringankan. Rapi mengenai isi sidangnya kita tidak bisa ekspose terlalu banyak karena sifatnya tertutup,” terangnya.

Husni SH saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih akan mempelajari nota pembelaan dari pihak kuasa hukum terdakwa. Dirinya juga akan mempersiapkan jawaban atas pledoi tersebut, pada sidang yang akan datang.

“Sidangnya minggu depan, saat ini masih kita pelajari, masih saya baca-baca dulu terkait pembelaannya, nanti saya sampaikan kalau sudah,” tuturnya singkat.

Sebelumnya, tindakan amoral tersebut dilakukan oleh seorang guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) di sebatik Tengah, desa Aji Kuning. Terdakwa HB merupakan seorang pria yang sudah menikah, tega mencabuli murid perempuannya, mereka adalah Bunga yang masih duduk dibangku kelas 4 SD, serta Mawar dan Melati yang sama-sama masih duduk dibangku kelas 1 SD.

Kejadian tersebut menurut  Husni, terjadi sejak bulan Juli 2016, dan pelaporan masuk dikepolisian dilakukan pada Februari 2017, rentang waktu memang terbilang lambat diketahui oleh keluarga korban, sehingga pelaporan terlambat masuk di ranah kepolisian.

“Kejadiannya bulan Juli 2016,baru dilaporkan pada Februari 2017, karena keluarga juga lambat mengetahui, dan anak-anak yang merupakan korbannya, ketakutan untuk memberitahu kepada orangtuanya,” tuturnya pada Kamis (8/6) siang.

Diketahui, bahwa terdakwa memang tidak sampai memperkosa korbannya, namun terdakwa melakukan aksinya dengan cara memangku murid perempuannya, sambil memegang bagian sensitif korbannya, dengan alasan menyuruh muridnya menghadap apabila tidak menegerjakan Pekerjaan Rumah (PR). (*/say)

 

 


BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 14:48

Posting Makanan Berbelatung, Pelaku Dilaporkan ke Polisi

NUNUKAN - Media sosial (medsos) Facebook sempat ramai dengan postingan keluhan pengguna terkait makanan…

Minggu, 22 Oktober 2017 10:32

Diskusi dengan PLN, Warga Minta Solusi Atasi Krisis Listrik

NUNUKAN – Krisis listrik yang terjadi di Nunukan menjadi bahan diskusi oleh Focus Group Discussion…

Sabtu, 21 Oktober 2017 11:34

Ribuan Botol Miras Diamankan Dalam Operasi Pekat

NUNUKAN – Memasuki hari keempat operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), polisi kembali mengamankan…

Jumat, 20 Oktober 2017 11:11

Kasus Korupsi Rehab Kapal KSOP Bakal Seret 3 Nama Lagi

NUNUKAN - Kasus korupsi yang menjerat mantan Kepala Kantor Syahabandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)…

Senin, 16 Oktober 2017 11:39

Polres Nunukan Ungkap Jaringan Sabu Internasional

NUNUKAN – Jaringan peredaran narkotika internasional akhirnya berhasil diungkap aparat Satuan…

Rabu, 11 Oktober 2017 11:13

Jaksa Datangkan Ahli Mesin Periksa Kapal

NUNUKAN – Belasan saksi telah diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan. Kasus dugaan korupsi…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:58

Panyiwi Tewas, Ada Kopi Jantan di Kantong Celananya

NUNUKAN – Belum diketahui kepastian penyebab kematian pria ini, namun kejadian sempat bikin warga…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:56

Pakai Pasal Pemerasan dan Pengancaman, Kok Bisa?

NUNUKAN – Berkas perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) di PT Pelni Cabang Nunukan telah dilimpahkan…

Senin, 09 Oktober 2017 10:01

Korupsi Pasar Selisun Belum Digarap BPK

NUNUKAN - Kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Selisun, Nunukan, terus menjadi perhatian berbagai…

Kamis, 05 Oktober 2017 11:17

Polisi Belum Pastikan Penyebab Kebakaran

NUNUKAN – Penyebab kebakaran pasar Inhutani yang menghanguskan puluhan kios pedagang, Selasa (3/10),…

Kasus Korupsi Rehab Kapal KSOP Bakal Seret 3 Nama Lagi

Ribuan Botol Miras Diamankan Dalam Operasi Pekat

Diskusi dengan PLN, Warga Minta Solusi Atasi Krisis Listrik

Posting Makanan Berbelatung, Pelaku Dilaporkan ke Polisi
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .