UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Sabtu, 12 Agustus 2017 12:01
Bawa Sabu Hampir 0,5 Kg, Sari Divonis 16 Tahun Penjara
MASIH PIKIR-PIKIR : Sari Wulan tak kuasa mendengar vonis hakim yang menjatuhkan penjara selama 16 tahun. (Osarede/kaltara pos)

PROKAL.CO,  

KEINGINAN meghabiskan hari tuanya bersama keluarga tercinta, harus diurungkan Sari Wulan. Wanita berusia 44 tahun yang berdomisili di Tanjung Pasir, Kota Tarakan ini baru saja menjalani sidang agenda putusan di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, Kamis (10/8).

Sempat berharap majelis hakim akan membebaskannya, namun semua harapan itu langsung sirna, saat hakim ketua Kurniasari SH memvonis 16 tahun penjara. Sari terlibat narkoba jenis sabu sebanyak hampir 0,5 kilogram (Kg).

“Karena terdakwa terbukti secara sah melanggar UU RI Nomor 35 Tahun 2009 pasal 114 tentang Narkotika, maka terdakwa akan dihukum selama 16 tahun penjara guna mempertangung jawabkan perbuatannya,” putus hakim dalam persidangan di PN Tarakan.

Meskipun diputus cukup lama, namun hukuman yang diberikan majelis hakim termasuk ringan. Pasalnya putusan yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Kemarin ibu dituntut 17 tahun tapi karena pertimbangan dari permohonan ibu, maka kami sepakat untuk menurunkan hukuman ibu menjadi 16 tahun,” kata Kurniasari SH.

Dalam sidang tersebut, majelis hakim persidangan mengingatkan Sari Wulan untuk menggunakan haknya sebagai terdakwa. “Ini terdakwa punyak hak untuk menerima, banding, atau pikir-pikir terkait putusan ini. Jadi ibu bisa menggunakan hak ibu sebagai terdakwa,” ungkap Kurniasari SH.

Syok karena masih sulit menerima putusan tersebut, Sari Wulan akhirnya menggunakan salah satu dari haknya tersebut. “Saya belum bisa terima hukuman ini bu, jadi saya pikir-pikir aja bu terima atau tidak,” kata Sari Wulan kepada hakim persidangan.

Sebelum duduk di kursi pesakitan PN Tarakan, Sari Wulan ditangkap polisi di rumahnya di Kelurahan Mamburungan, Tarakan Timur. Perempuan berusia 44 tahun itu diduga terlibat dalam sindikat peredaran narkotika internasional. Dia pun tak bisa berbuat banyak saat didudukkan di kursi terdakwa sambil mendengarkan kesaksian aparat kepolisian yang menangkapnya.

Dari keterangan polisi, Sari ditangkap usai mendapatkan informasi bahwa di sebuah rumah di RT 23, Kelurahan Mamburungan, sering dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba. Setelah diusut, informasi itu benar. Polisi pun menyisir lingkungan rumah itu untuk mendapatkan barang bukti narkoba. Hasilnya, terdakwa didapati menyimpan sabu-sabu sebanyak 9 bal di dalam rumahnya.

“Kami mendatanginya, lalu memeriksa terdakwa dan kami mendapatkan narkoba jenis sabu sebanyak 491 gram yang disembuyikan terdakwa di dalam lemarinya,” ungkap Bripda Prawoto saat memberikan kesaksian dalam persidangan sebelumnya.

Saat ditanya, terdakwa Sari mengaku mendapat sabu sebanyak 491 gram itu ketika masih berada di negeri jiran, Malaysia, untuk membeli pakaian. Pakaian itu, kata dia, akan dijualnya kembali di Indonesia karena dia merupakan pedangang pakaian.

“Saya disuruh oleh teman saya bernama Saiful ketika di Malaysia untuk membawa sabu sebanyak itu. Karena kebetulan saya juga akan kembali ke Indonesia setelah belanja bahan dagangan,” kata terdakwa Sari.

Ibu rumah tangga itu juga mengatakan, dirinya akan dijanjikan upah dari temannya itu bila dirinya berhasil menjual 491 gram sabu yang sudah dipecah sebanyak 9 bungkus besar. “Jumlahnya 9 bal. Untuk 1 balnya dijual Rp 32 juta dan saya mengambil untung Rp 2 juta dari penjualan itu,” terang Sari.(*/osa)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:15

Eksekusi Mati Ayau, Negara Harus Keluarkan Rp200 Juta

TARAKAN – Sejak divonis mati dua bulan lalu oleh Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, tepatnya 15 Juni,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:12

Polisi Akan Panggil Saksi Ahli

TARAKAN – Meski sudah menetapkan tersangka atas kecelakaan speedboat SB Rezeki Baru Kharisma,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:12

Polisi Cari Bukti Baru Kasus Bayi Freezer

TARAKAN – Unit Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tarakan masih terus melakukan penyidikan…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:58

Pemkot Tarakan Sorot Pengerjaan Proyek Jalan Pulau Banda

TARAKAN – Belum genap sebulan pengerjaan perbaikan ruas Jalan Pulau Banda dan Pepabri, kini rusak…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:58

Pemkot Tarakan Sorot Pengerjaan Proyek Jalan Pulau Banda

TARAKAN – Belum genap sebulan pengerjaan perbaikan ruas Jalan Pulau Banda dan Pepabri, kini rusak…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:55

Hina TNI AL di Facebook, Akun HRH Dilaporkan ke Polisi

TARAKAN - Akibat nama institusi Lantamal XIII Tarakan dihina di media sosial (medsos) facebook, pihak…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:54

Tak Terima Celana Dicuci, Istri Dikungfu, Lalu Dilempar Api Rokok

TARAKAN – Bermaksud ingin menjadi istri yang baik dengan mencucikan pakaian kotor sang suami,…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:53

Untuk Orangtua, Jangan Biarkan Anak Keluyuran Malam’

TARAKAN – Bukannya memperingati HUT RI dengan melakukan hal positif, para remaja ini malah kembali…

Jumat, 18 Agustus 2017 11:51

Hajar Pemabuk, Preman Ciut di Depan Hakim

TARAKAN – Merasa menjadi penguasa di Simpang 3 Tarakan karena memiliki otot kekar, Lukman yang…

Rabu, 16 Agustus 2017 15:43

Mencuri di 20 Tempat, Baru 2 Korban yang Melapor

TARAKAN - Maraknya pencurian membuat polisi  gencar melakukan penyelidikan terkait keberadaan para…

Mantan Kepala Bandara Tak Hadiri Sidang Korupsi

Gelapkan Biaya Kamar Tamu STQ, Supervisor Hotel Dibui

Polisi Cari Bukti Baru Kasus Bayi Freezer

Lima Bulan Tak Dibayar, Buruh Mengadu ke DPRD Tarakan

Polisi Akan Panggil Saksi Ahli

Hina TNI AL di Facebook, Akun HRH Dilaporkan ke Polisi

BEJAT! Ketagihan Film Porno, Bocah 7 Tahun Digarap

Eksekusi Mati Ayau, Negara Harus Keluarkan Rp200 Juta

Tak Terima Celana Dicuci, Istri Dikungfu, Lalu Dilempar Api Rokok

Hajar Pemabuk, Preman Ciut di Depan Hakim
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .