UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Sabtu, 12 Agustus 2017 12:10
Keluarga Korban Laka Rezeki Baru Ini Terima Santunan Rp 162 Juta
BERI SANTUNAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menghadiri penyerahan santunan kepada korban kecelakaan SB Rezeki Baru. (AULIA/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TARAKAN - Pemberian santunan terhadap salah satu korban meninggal akibat speedboat terbalik beberapa waktu lalu diadakan di ruang imbaya gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, kemarin (11/8). Seperti diketahui, akhir Juli kemarin kecelakaan speedboat SB Rezeki Baru Kharisma terbalik di tengah laut tak lama setelah meninggalkan dermaga pelabuhan SDF Tarakan menuju Tangjung Selor. Setidaknya 10 korban meninggal akibat tenggelam karena kejadian tersebut.

Salah satu korban meninggal adalah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan diberi santunan di gedung Pemkot Tarakan, kemarin. Yakni almarhum Zulkifli Armansyah, jaminan kecelakaan kerja di CV Cahaya Inti Sukses yang meninggal akibat tenggelam pada kecelakaan speedboat terbalik mendapat santunan sebesar Rp 162.147.464.

Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie, yang ikut hadir dan memberikan sambutan pun mengapresiasi manfaat menjadi peserta BPJS.

“Jadi almarhum Zulkifli Armansyah ikut jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga mendapat santunan kematian Rp 162 juta lebih. Kan baru terasa manfaatnya sekarang, ikut BPJS ‘kan memang perintah undang-undang dan wajib. Saya harap ini bisa membuat pembelajaran untuk semua warga agar ikut BPJS,” imbau Irianto.

Dikatakannya lagi, program BPJS juga merupakan program gotong royong. Dimana saat kita menjadi peserta membayar setiap bulannya namun tidak sedang kecelakaan atau sakit, maka uang kita digunakan untuk membiayai orang lain yang kurang beruntung.

Pentingnya bergotong royong dalam membantu orang lain yang sedang mengalami kecelakaan atau sakit terus ditekankan Irianto. Lantaran siapapun tak akan pernah tahu kapan giliran tertimpa musibah dan dibantu orang lain.

Sementara itu, Direktur BPJS Ketenagakerjaan Tarakan, Ilyas Lubis, mengatakan hal yang sama yakni BPJS bersifat gotong royong. “Ada prinsip bergotong royong di sini. Dan kami sebagai penyelenggara tidak mengambil laba karena sifatnya badan hukum publik. Seperti contoh kecelakaan kemarin, bagi yang tidak ikut BPJS ‘kan potensi masalah ekonomi keluarga akan timbul,” ujar Ilyas.

Kejadian ini menjadi sorotan tersendiri bagi Pemprov Kaltara. BPJS bekerja sama dengan Pemprov Kaltara pun kedepannya akan lebih mengkaver kepesertaan BPJS di Kaltara.

Sejauh ini di Tarakan pun masih ada sekitar 50 persen pegawai yang belum terkaver BPJS Ketenagakerjaan. Padahal ini juga sesuai peraturan walikota perihal pelaku usaha yang ingin membuka usaha, wajib mengikutkan pegawainya menjadi peserta BPJS. Dan hal ini akan dilakukan secara seragam di seluruh Kaltara termasuk di 4 kabupaten lainnya.

“Pokoknya kita harus sering sosialisasikan ini. Kedepannya pun seluruh pengemudi speedboat dan ABK kapal juga harus terkaver BPJS Ketenagakerjaan. Ini demi kesejahteraan pekerja semua,” tutup Ilyas. Santunan terhadap kematian almarhum Zulkifli sebesar Rp 162 juta pun berasal dari 48 kali lipat dari gajinya atau setara dengan penghidupan ekonomi 4 tahun kedepan keluarga almarhum beserta anak-anaknya. (*/aul)


BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 14:51

Kurang Fokus Bawa Motor, Tabrak Mobil Parkir

TARAKAN – Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Aki Balak, sekira pukul 14.20 Wita kemarin (22/10).…

Sabtu, 21 Oktober 2017 11:33

Janda 3 Anak Nekat Jual Togel untuk Hidupi Keluarga

TARAKAN – Novi, wanita 36 tahun terlihat pasrah saat duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri…

Sabtu, 21 Oktober 2017 11:30

Pengin Main Medsos dengan Pacar, Dua Pemuda Curi HP

TARAKAN – Pengin punya handphone(HP) android, dua pemuda bernama Abi dan Sigit nekat mencuri Samsung…

Jumat, 20 Oktober 2017 11:20

Ruang Teratai RSUD Terbakar, Pasien Bingung Cari Lokasi Aman

TARAKAN – Dari kejauhan kepulan asap hitam terlihat jelas dari atas gedung Rumah Sakit Umum Daerah…

Jumat, 20 Oktober 2017 11:14

Lahan di Kelurahan Pantai Amal Membara

TARAKAN – Lahan kosong milik warga di Jalan Binalatung, Kelurahan Pantai Amal, rata usai dilibas…

Jumat, 20 Oktober 2017 11:09

Ke Rumah Tetangga Bawa Sabu, Pria Ini Dibekuk Polisi

TARAKAN – Pria berinsial BD ini tidak menyangka saat mengunjungi tetangganya, ternyata dibumbuti…

Jumat, 20 Oktober 2017 11:05

WASPADA! ISIS ‘Mengancam’ Kaltara

TARAKAN - Mengantisipasi pelarian kelompok pro Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) dari Filipna ke…

Rabu, 18 Oktober 2017 14:44

Awalnya Ngotot, Molidin Pasrah Divonis 6 Tahun

TARAKAN – Sempat ngotot selama menjalani proses persidangan, akhirnya terdakwa Molidin alias Medan…

Rabu, 18 Oktober 2017 14:44

Lagi, 21 Koli Kepiting Bertelur Gagal Diselundupkan

TARAKAN - Pelaku penyeludupan kepiting bertelur seakan tidak ada kapoknya untuk melakukan aksinya. Padahal…

Rabu, 18 Oktober 2017 14:30

Diduga Gara-gara Rokok, Dua Napi Adu Jotos

TARAKAN – Narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Tarakan ricuh, Selasa (17/10)…

Curi HP Mahasiswi, Belum Dijual, Pelaku Langsung Dibekuk

Divonis 4 Tahun Penjara, Terpidana Sabu Bersyukur

Bayi Dimasukkan Panci Sebelum Masuk Freezer

BI Kaltara Dorong Terus Pengembangan UMKM

Lagi, 21 Koli Kepiting Bertelur Gagal Diselundupkan

Lagi, Tarakan Dapat Bantuan 5 Ribu Sambungan Jargas Baru

Diduga Gara-gara Rokok, Dua Napi Adu Jotos

Pura-pura Jadi Petugas, Orang Pacaran Ditipu, HP Dibawa Kabur

Lagi, Tarakan Dapat Bantuan 5 Ribu Sambungan Jargas Baru

PH Sebut Kasus Char Leex Direkayasa
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .