UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Sabtu, 09 September 2017 10:23
Kalah Gugatan, Bea Cukai Harus Ganti Rugi Rp 8,2 M

Akibat Menahan Pupuk Legal Milik PT Borneo

-

PROKAL.CO, TARAKAN – Tahun 2015 lalu, PT Borneo sempat dikejutkan dengan tindakan pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC)  Tipe Madya Pabean Klas B Tarakan, yang melakukan penyitaan barang milik mereka. Yakni berupa pupuk urea impor asal Malaysia. Padahal pupuk urea itu legal atau resmi masuk ke wilayah Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 2.000 ton pupuk milik PT Borneo disita secara paksa oleh pihak KPPBC Tarakan. Merasa sangat dirugikan dengan tindakan KBBC Tarakan, PT Borneo Tarakan pun mengambil langkah hukum untuk menggugat Bea Cukai Tarakan.

Sempat bimbang dengan gugatannya yang belum membuahkan hasil, namun setelah 2 tahun gugatan itu berjalan, pihak PT Borneo pun akhirnya bisa lega. Pasalnya dalam sidang putusan peradilan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, Kamis (7/9), majelis hakim yang diketuai Mahyudin Igo SH, memutuskan memenangkan gugatan PT Borneo.

Sehingga mewajibkan secara hukum kepada KPPBC Tarakan mengganti semua kerugian yang dialami PT Borneo. Pasalnya pupuk legal milik PT Borneo itu rusak saat ditahan Bea Cukai yang nilainya sekira Rp 8 miliar.

“Bedasarkan putusan kami sebagai majelis hakim, dengan melihat fakta hukum dan bukti yang telah dilanggar oleh KBBC Tarakan, maka dengan ini kami sependapat dengan gugatan pihak pengugat. Sehingga mewajibkan KPPBC Tarakan mengganti total kerugian penggugat sebesar Rp 8.287.000.000,” kata Mahyudin Igo SH dalam putusannya.

Mendengar putusan tersebut, rasa kebahagiaan pun tidak bisa disembuyikan pihak PT Borneo. “Intinya kami sangat senang lah, karena hakim dapat melihat sejumlah pelanggaran dan kelalaian yang dilakukan KPPBC Tarakan yang telah merugikan kami,” kata pengacara PT Borneo Tarakan, Trisno Gunadi SH MH, ketika dijumpai Kaltara Pos, Kamis (7/9).

Meskipun mengaku tidak tahu tindakan KPPBC Tarakan selanjutnya setelah kalah dalam sidang, namun Trisno Gunadi berharap setelah putusan itu tergugat dapat menggantikan semua kerugian PT Borneo. “Berdasarkan putusan, mereka wajib lah ganti rugi termasuk uang paksa yang telah diminta pihak KBBC sebesar Rp 500 ribu per hari kepada klien saya,” lanjutnya lagi.

“Namun, proses hukum kan masih bisa lanjut, kalau KPPBC Tarakan tidak mau kalah. Jadi sabar aja dulu lah,” ungkapnya. Trisno Gunadi menambahkan, kemenangan pihaknya dalam sidang itu merupakan pukulan telak bagi Bea Cukai. Karena telah berani melalaikan tugas mereka sebagai instansi negara.

“Siapa suruh lalai, menyita barang baru tidak dijaga dengan baik. Apalagi yang disita adalah barang legal, jelas ini pukulan lah bagi mereka,” tegasnya.

Menanggapi kelakahan atas gugatan dari PT Borneo, KPPBC Tarakan mengatakan pihaknya saat ini belum bisa memutuskan langkah selanjutnya. Saat ini KPPBC Tarakan masih menunggu instruksi KPPBC pusat.

“Saat ini pihak kami belum memutuskan tindakan lanjutan, apalagi kami juga tidak hadir dalam persidangan itu. Makanya kami menunggu dulu instruksi dari pusat,” kata Wasis Salam, Humas KPPBC Tarakan.

Terlebih lagi, Wasis juga beranggapan saat ini KPPBC Tarakan belum menerima berkas resmi, sehingga belum bisa memutuskan apa-apa. “Berkas hasil putusan kan juga belum kami terima, jadi tunggu terima dulu lah baru kita membuat laporan terkait hal itu. Setelahnya baru kita menunggu instruksi KPPBC pusat dan KPPBC Kaltim,” tutupnya.(*/osa)


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 11:30

Pembuang Janin di Juata Krikil Segera Disidang

TARAKAN – Usai menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, Kamis 31 Mei lalu.…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:37

SYUKURLAH..!! Volume Sampah Mulai Berkurang

TARAKAN - Pada H+1 lebaran, tepatnya 16 Juni 2018, volume sampah di beberapa depo sampah Tarakan mulai…

Jumat, 15 Juni 2018 20:37

Selendang Membawa Petaka

TARAKAN - Di hari lebaran Idul Fitri menjadi musibah bagi  Anto dan istrinya, Nuraini. Warga yang…

Jumat, 15 Juni 2018 20:13

WASPADA..!! Mau Tampil Cantik Pakai Selendang, Ngga Waspada Bisa Membawa Petaka, Nih Contohnya...

TARAKAN - Di hari lebaran Idul Fitri menjadi musibah bagi  Anto dan istrinya, Nuraini. Ya maksud…

Kamis, 14 Juni 2018 10:24

Dugaan Korupsi Jamal Menanti Putusan MA

TARAKAN – Meski sudah dua tahun lebih belum mengendal dan belum ada hasil putusan Kasasi. Kejaksaan…

Kamis, 14 Juni 2018 10:13

Pedagang Emosi Diancam Saat Satgas Sidak Harga Daging Ayam

TARAKAN - Mendekati hari raya Idul Fitri, sejumlah bahan pangan semakin dibutuhkan. Saat pemantauan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:47

CERITA BASI..!! Lapas Sudah Over Kapasitas

TARAKAN – Sudah jadi rahasia umum kondisi lapas di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara…

Selasa, 12 Juni 2018 14:45

Demi Keselamatan, Motoris Dites Urine

TARAKAN – Demi kelancaran dan keselamatan para pemudik jelang Idul Fitri, Kantor Syahbandar dan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:43

Nelayan Tak Mau Pulang Tangan Kosong, Bukan Ikan yang Dibawa, Tapi....

TARAKAN – Bukannya pulang membawa hasil tangkapan ikan, tiga nelayan ini malah pulang dengan membawa…

Senin, 11 Juni 2018 12:03

Ini Dia Tersangka Penipuan Berkedok Arisan Online

TARAKAN - Setelah lama menghilang, kini wanita yang menjelankan arisan online ini ditangkap polisi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .