UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Senin, 25 September 2017 16:00
Lantai Berlubang, Bangunan Sekolah Tak Disentuh Renovasi

Melihat Kondisi Sekolah Belum Mendapat Perhatian Pemerintah

BERLUBANG : Kondisi ruang kelas yang berlubang dan lantai amblas di SDN 045 Binalatung. (Baruna/Kaltara Pos)

PROKAL.CO, APA dikata, tempat pendidikan justru memprihatinkan kondisinya. Selain berlubang, lantai ruang kelas pun amblas. Seperti apa kondisinya, simak berikut ini.

 

Baruna, Kaltara Pos

 

CUACA cerah hari itu, penjaga Sekolah Dasar Negeri 045 Tarakan, Jefri bersantai di teras depan rumahnya yang letaknya tepat berada di belakang gedung sekolah. Tidak ada kegiatan apapun di sekolah itulah menjadi alasan untuk bersantai.

Perjalanan menuju sekolah dasar ini pun cukup melelahkan, aku pun hanya berbekal satu botol air mineral. Melelahkan karena letak lokasi sekolah ini cukup jauh. Sekolah ini berada di Jalan Binalatung RT 11, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur.

Awalnya tidak mengetahui letak sekolah ini, namun melihat plang yang menunjukan arah sekolah ini ke dalam sebuah gang berjarak 150 meter. Dengan mengikuti arah dari penunjuk jalan itu, aku pun sampai di sekolah yang berada di pinggir pantai ini.

Siang hari yang terik itu, dia (Jefri) menemaniku melihat kondisi bangunan sekolah ini. Hanya menggunakan celana pendek saja tanpa pakaian atas, dia pun bersedia menemaniku. Dia pun menjelaskan bangunan kelas yang ingin aku kunjungi terlebih dahulu. Aku pun memilih sebuah bangunan yang tepat berada di depan rumahnya itu. Bangunan sekolah itu memang terpisah-pisah, totalnya ada 3 bangunan.

Bangunan pertama yang kami kunjungi terdiri dari empat kelas. Sembari melangkahkan kaki  ke bangunan tersebut, Jefri pun sedikit bercerita tentang sekolah ini. Dia mengatakan, sekolah ini merupakan sekolah yang memiliki usia yang cukup tua. Namun dia tak tahu persis kapan tepatnya sekolah ini di bangun. Sebab dia pun belum begitu lama menjadi penjaga di sekolah ini.

Jefri pun menawarkan padaku untuk memasuki salah satu ruang kelas di bangunan tersebut. Kelas yang ia tawarkan ini adalah, kelas 3B. Kelas 3B ini pun letaknya berada di tengah-tengah, dihimpit oleh kelas 2A dan kelas 2B di sebelah kiri. Sedangkan kelas 3A berada di sebelah kanan kelas ini.

Saya pun bertanya-tanya, mengapa ia memilih kelas ini sebagai tujuan pertama kami. Ternyata, dia mengakui bahwa kelas 3B ini, tak terkunci. Kelas ini pun diakui bukanlah satu-satunya yang tidak terkunci dengan baik.

“Masih ada kelas lainnya yang juga memiliki masalah pada kunci gemboknya. Meski begitu, kelas-kelas tetap terjaga dengan aman karena kesadaran masyarakat di sekitar sekolah untuk turut ikut menjaga sekolah ini,” katanya sambil melangkah melihat kondisi ruang kelas itu.

Kami pun mulai menatap kondisi ruangan kelas 3B. Cukup terkejut dengan kondisi ruangan yang ternyata sedikit miring itu. Sebab jika dilihat dari luar, ruangan ini tidak miring. Namun saat masuk ke dalam ruang kelas, kondisinya pun terasa akan rubuh ke belakang.

Seperti ruangan lainnya, rungan kelas 3B ini juga terbuat dari kayu. Bahkan ketika kaki ini mulai berjalan menyusuri kelas yang terbilang kecil ini, suara derik kayu terkadang membuat kaki ragu untuk melangkah. Ini menandakan, bahwa kayu-kayu yang menjadi lantai ruangan ini mulai rapuh dan tidak terikat lagi dengan pondasi. Ini yang membuatku agak sedikit gugup ketika melangkahkan kaki.

Tidak hanya itu, beberapa lantai yang terbuat kayu ini juga sudah berlubang. Terlintas dibenakku, bisa saja akan memakan korban dari siswa saat berjalan. “Ini bisa tersandung gara-gara lubang. Meskipun lubang-lubang ini terdapat di bagian belakang ruang kelas,” kataku kepada Jefri sambil berjalan.

Menyusuri ruangan, Jefri pun bercerita bahwa bangunan yang kami pijak ini belum pernah dilakukan renovasi. Namun dia mengatakan, pemerintah sudah pernah berjanji untuk memperbaiki bangunan-bangunan sekolah ini. “Menanti janji agar kualitas pendidikan di daerah sekitar wilayah ini bisa meningkat,” ucapnya mengenang janji itu.

Saat ini saja, ruang-ruang kelas ini digunakan secara bergantian oleh siswa. Ada beberapa kelas yang mendapatkan jatah sekolah pagi dan ada yang mendapatkan jatah sekolah siang. Ini disebabkan, runag kelas di sekolah ini memang tidak mencukupi untuk menampung banyak siswa. Dia menyatakan, ruang kelas 3B yang kami tandangi ini juga dipakai untuk lima kelas. Selebihnya, ruangan kelas tak digabung dengan yang lain. “Kalu dijumlahkan, sekolah ini hanya mempunyai 9 ruang kelas saja,” ungkapnya lagi.

Meski begitu, meja dan kursi yang ada di ruang kelas ini juga masih terlihat bagus. Tidak hanya itu, Jefri juga mengatakan, meski lantai ruang kelas banyak yang berlubang-lubang tak satupun ruang kelas yang memiliki atap rusak. Setelah itu, kami pun keluar dari ruangan kelas 3B dan menyusuri ruang kelas lainnya yang berada di bangunan pertama ini. Ternyata benar, ruang-ruang kelas lainnya pun memiliki kondisi yang serupa dengan kelas 3B sebelumnya. Sehingga kami pun melanjutkan ke bangunan kedua, di bangunan ini terdapat dua kelas yaitu kelas 1A dan kelas 1B.

“Bangunan ini terlihat lebih baik dari bagunan sebelumnya, bangunan ini sebagian terbuat dari tembok beton. Begitu pun lantainya tidak terbuat dari kayu lagi,” katanya.

Diakui Jefri, bangunan ini tersentuh sedikit renovasi sehingga kondisinya lebih bangus dari bangunan lainnya. Ketika melanjutkan langkah ke bangunan selanjutnya, kami pun singgah untuk melihat kondisi toilet di sekolah ini. Letak toilet ini memang berada diantara bangunan kedua dan ketiga. Dimana kondisi toilet ini juga cukup memprihatinkan karena selain masih konvensional, toilet ini juga sulit air.

“Toilet ini gunakan air yang ditampung. Air yang ditampun ini pun berasal dari air hujan. Sehingga jika tidak turun hujan, maka toilet ini tidak akan ada airnya. Toilet ini pun hanya ada dua, satu digunakan untuk guru dan satunya lagi untuk siswa,” tuturnya.

Tak begitu lama, kami pun langsung melangkahkan kaki ke bangunan ketiga. Bangunan ketiga ini juga masih terbuat dari kayu. Namun tak seperti bangunan pertama, bangunan ketiga ini terlihat lebih bagus dan rapi.

Selain itu, bangunan ini pun terlihat lebih asri karena banyak ditanami bunga-bunga. Sehingga suasana yang menyejukan terasa di ruangan ini. Di depan masing-masing ruangan pun terdapat sebuah lemari yang berisikan kreativitas para siswa-siswi sekolah ini. Bagaimana tidak terlihat rapi dan asri, bangunan ketiga ini selain terdapat dua ruang kelas juga ada ruang guru. “Ruang kelas itu, kelas 6A dan 6B terlihat lebih rapi. Sedangkan untuk ruang kepala sekolah digabung di dalam ruang guru,” terangnya.

Penyusuran kami pun berakhirnya di bangunan selanjutnya. Hanya terdiri dari satu ruangan saja yakni ruang kelas 5A yang juga digabung dengan kelas 5B. Saat memasuki ruangan ini, saya merasa terkejut karena kondisinya di ruang ini sangat terlihat rapuh. Meski lantainya sudah terpasangan paving, namun lantai ruang kelas ini amblas. Sehingga membuat ruang kelas ini terlihat acak-acakan.

“Sekolah ini memang perlu dilakukan renovasi pemerintah,” katanya sambil mengakhir. (***)

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 10:54

Tim Cyber Awasi Akun “Tukang” Provokasi di Medsos

TARAKAN - Mendekati pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada Juli mendatang, hingga saat ini…

Sabtu, 20 Januari 2018 10:49

Setelah Curi 3 Pasang Sepatu, Pelaku Langsung Salat Jumat

TARAKAN - Aksi pencurian yang dilakukan oleh pria tak dikenal ini memang tergolong cukup aneh. Bagaimana…

Sabtu, 20 Januari 2018 10:47

BNNP Perketat Masuknya Narkoba melalui Perairan

PEREDARAN narkotika di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) memang cukup menjadi perhatian. Apalagi secara…

Sabtu, 20 Januari 2018 10:44

Dihambur Polisi, Remaja Bali Menabrak Pasutri

TARAKAN – Balapan liar (bali) seperti sulit diberantas. Bagaimana tidak, meski sudah sering dilakukan…

Jumat, 19 Januari 2018 14:11

Kasus Sabu 5 Kg, Oknum Sipir Lapas Bernapas Lega

TARAKAN – Kembali menjalani persidangan, oknum sipir Lapas Tarakan yang diduga terlibat jaringan…

Jumat, 19 Januari 2018 14:10

Rumah Roboh Nyaris Hanyut ke Laut

  TARAKAN - Satu rumah yang juga tempat usaha pos pembelian kepiting roboh dan hampir hanyut ke…

Jumat, 19 Januari 2018 14:06

KSOP Akan Panggil Nakhoda

TARAKAN - Dari tenggelamnya kapal barang KM Bintang Timur di dermaga Tideng Pale, Kecamatan Sesayap…

Jumat, 19 Januari 2018 14:04

Sempat DPO, Perjalanan Perampok Berakhir di Pengadilan

TARAKAN – Sempat Lolos dari penangkapan polisi dan dijadikan daftar pencarian orang (DPO) akibat…

Jumat, 19 Januari 2018 14:03

Bawa Barang dari China, Tiga Tugboat dan Dua Tongkang Diamankan

TARAKAN – Direktorat Polisi Air Baharkam Polri melalui Kapal Patroli (KP) Nakula - 7002 Dit Polair…

Kamis, 18 Januari 2018 11:43

Bersihkan Rumah, Warga Kampung Satu Temukan Mortir

TARAKAN – Warga Jalan Pulau Bangka RT 14, Kelurahan Kampung Satu bernama Safaruddin (51) kembali…

Mau Pesta bareng Caddy, Keburu Digerebek Polisi

Hendra Mengaku Dipukuli Penyidik saat Di-BAP

Tak Terima Foto Diunggah di Medsos, Teman Sendiri Ditonjok

Kebut-kebutan, Jatuh Lalu Terseret, Mata Lebam Sebesar Bola Pingpong

Sabu-Sabu Hampir Setengah Kilo “Nyemplung” ke Toliet

Dikira Tak Dipakai, Kabel Milik Pertamina “Diembat”

Kasus Sabu 5 Kg, Oknum Sipir Lapas Bernapas Lega

Lihat Jendela Kamar Hotel Terbuka, Dua Pencuri Masuk Ambil HP

Jalani Rekonstruksi, Ibu Janin Tak Kuasa Menahan Tangis

Gelapkan Uang Hotel, Mantan Supervisor Dipenjara 2,6 Tahun
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .