UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Selasa, 26 September 2017 11:47
Pungli e-KTP Dilirik Polisi

Waspada! Ditemukan Ada e-KTP Palsu

PROKAL.CO, TARAKAN – Kasus pungutan liar (pungli) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan dan di pelabuhan SDF, terus jadi buah bibir masyarakat. Sebab pelayanan yang semestinya diberikan secara gratis, justru dipungut pembayaran.

Mensikapi adanya dugaan pungli e-KTP, Walikota Tarakan, Ir Sofian Raga menuturkan, dirinya belum dapat mengambil sikap terkait hal tersebut. Namun ketika ditanya terkait sikapnya atas adanya pungli e-KTP, dirinya belum memikirkan melakukan evaluasi kinerja pegawai.  “Saya belum lakukan itu. Saya masih di luar kota,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Disdukcapil Kota Tarakan, Hamsyah SE mengatakan, mengenai adanya kabar kekosongan blangko yang disebut oknum calo dan pegawai Disdukcapil, juga dibantah Hamsyah. “Saya ndak bohong, blangko itu ada, tapi terbatas,” singkatnya.

Terkait pengurusan e-KTP yang dijanji bisa kelar sehari atau dua hari, diakuinya memang bisa, dengan berbagai pertimbangan. Namun pihaknya bisanya mengeluarkan surat keterangan (Suket) yang diberikan sebagai penganti e-KTP seharusnya bisa dipepanjang sekali untuk masa waktu 12 bulan.

“Seharusnya hanya satu perpanjangan. Pertama kita keluarkan suket dengan masa berlakunya 6 bulan. Kemudian kalau belum jadi lagi e-KTP, kita perpanjang 6 bulan lagi. Nah itu kita langsung cetakan. Kan cetak e-KTP hanya 2 menit saja,” terangnya.

Sementara itu, kehadiran e-KTP yang tidak terdaftar alias palsu juga menjadi perbincangan hangat. Hamsyah mengatakan, kasus tidak terbacanya e-KTP di server SIAK memang ada beberapa yang ditemukan dan langsung ditindaklanjuti. Kata dia, untuk mengenali e-KTP palsu sangatlah mudah.

“Itu (e-KTP tidak terdaftar) ada beberapa kita temukan belum lama ini. Kita masukan nomor NIK tidak terbaca. Aduh, kan enak sekarang tidak ada bohong-bohongnya lagi. Tinggal ketik NIK di server SIAK langsung terbaca semua se-Indonesia. Apa sih yang nda bisa? Sekarang kan tinggal di print saja. Itu kan print card,” terangnya.

Begitu juga dengan memeriksa keaslian e-KTP sudah dapat dilakukan dengan mudah. “Kan di e-KTP belakangnya itu ada chipnya. Nah itu nanti akan terbaca. Kemudian, dari foto itu bisa ketahuan mana yang asli dan palsu,” tuturnya lagi.

Adanya kasus dugaan pungli pembuatan e-KTP di Disdukcapil Tarakan. Ketua Tim Saber Pungli Tarakan, Kompol Riski Farah Sandy mengungkapkan, dirinya sudah bertemu dengan pengawas internal pemerintahan terkait pengawasan pembuatan e-KTP. “Kalau diberitakan di media, kita ke sana maka mereka akan lebih silent,” tuturnya.

Selain sudah mendapat pengawasan secara internal, pihaknya sudah melakukan penyelidikan terhadap adanya dugaan pungli pembuatan e-KTP di Disdukcapil Tarakan. “Kalau penyelidikan ada, tapi beritanya sudah naik di media jadi mereka masih normal untuk sekarang ini,” pungkasnya.  

Baru-baru ini, warga netizen juga sempat dihebohkan dengan adanya penumpang yang bermalam di tempat penjualan tiket speed boat di Pelabuhan Tengkayu I (SDF). Postingan yang memperlihatkan seorang oknum security meminta uang ke penumpang mengundang reaksi para netizen. Video yang di posting begitu kontroversi. Mensikapi hal tersebut, pihak kepolisian akhirnya memanggil oknum security untuk dilakukan pemeriksaan.

Riski mengatakan, pihaknya membenarkan adanya onum security yang berinisial W telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Kepada polisi, oknum security yang tak disebutkan identitasnya itu mengakui, dirinya meminta uang kepada sejumlah penumpang yang tidur di tempat tersebut dengan dalih biaya tikar.

“Penumpang sempat tanya kamu satpam dari mana?Dan dia ngaku dari pos polisi. Sebetulnya itu pos gabungan, namun ditulis pos polisi,” ungkap Riski yang juga menjabat Wakapolres Tarakan.

Meski sudah dimintai keterangan, kata Riski, karena belum ada pelapor sehingga pihaknya belum melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut. Menurutnya, untuk dilakukan penyidikan diperlukan laporan korban untuk menerbitkan surat laporan polisi.

“Kita sudah cek ke pemilik akun itu. Dia sudah berada di Tanjung Selor dan kasus ini belum bisa dilangkahkan,” tuturnya.

Akibat belum adanya laporan, maka pihaknya mengambil keputusan dan melakukan kerjasama dengan instansi Pemerintahan Kota (Pemkot) Tarakan untuk menindak lanjuti hal tersebut. Nantinya, pihaknya akan membuat surat rekomendasi kepada instansi terkait agar oknum satpam diproses secara adminstrasi. Sementara oknum satpam juga tidak dilakukan penahanan.

“Kalau ada laporan kita terima, kasus ini bisa kita lanjutkan. Kalau sudah dilapor bisa ditingkatkan ke penyidikan. Jadi harusnya pelapor datang langsung untuk memberikan laporan dan dibutuhkan identitas dan keterangan lain,” ungkapnya. “Kalau korban datang untuk memberikan laporan, kita terima dan bisa memenuhi unsur untuk dilakukan penyidikan baru kita mengeluarkan surat perintah pemeriksaan, penyelidikan. Dan kalau terbukti, akan ditahan,” tegasnya.

Diketahui, pungutan biaya dari oknum security sebesar Rp 10 ribu per orang. Kepala UPT Pelabuhan Tengkayu satu, Rahmat Kartolo mengklarifikasi, pihaknya memang mendapatkan beberapa pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang menginap di terminal pelabuhan. Tetapi dirinya tak membenarkan jika adanya pungutan atau biaya untuk para penumpang yang menginap di terminal.

“Tidak ada perintah untuk memungut iuran untuk para warga yang menginap di sini. Sebab ini bukan hotel atau losmen yang harus menggunakan iuran. Meski pun mereka menggunakan air atau lain-lainya. Dan itu kami tidak melarang,” ungkapnya.

Menurut Rahmat, jika adanya sampah di sekitar terminal pihaknya sudah memiliki petugas kebersihan yang digaji setiap bulan. Sehingga untuk persoalan kebersihan tentunya menjadi tanggungjawab petugas kebersihan pelabuhan.

“Kalau air juga sudah tanggungan kita. Itu sangat tidak dibenarkan apabila adanya iuran, tapi kami memang ada menaruh kotak untuk para penumpang yang menggunakan toilet dan itu bukan paksaan. Kalau mau ngasih tidak masalah, tapi kalau tidak mau, tidak jadi masalah buat kami, seikhlasnya,” tuturnya.

Dirinya pun membenarkan, adanya pungli yang dilakukan salah satu oknum pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke atasannya. Namun mensikapi tindakan tersebut, tak serta merta dilakukan pemberhentian secara langsung.

“Kalau kami ini hanya pengelola. Tapi kalau ada yang begini, kami langsung lapor juga ke atasan. Ombudsman juga sudah memeriksa W serta kami untuk permasalahan ini. Nanti kita tunggu keputusan, apakah dia akan di skorsing atau pemberhentian,” tegasnya.

Setelah mendapat keterangan dari W, Rahmat Kartolo mengatakan, W membenarkan pungutan yang dilakukan masuk ke kantong pribadinya tanpa sepengetahuan pihak pengelola pelabuhan.

“Alasannya mau beli rokok, minum dan makan. Tapi biar bagaiman pun kami tetap menyerahkan sepenuhnya sama atasan,” tutupnya. (zar/*/arz/rin)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Januari 2018 14:04

Sempat DPO, Perjalanan Perampok Berakhir di Pengadilan

TARAKAN – Sempat Lolos dari penangkapan polisi dan dijadikan daftar pencarian orang (DPO) akibat…

Kamis, 18 Januari 2018 11:25

4 Pelaku Ditangkap, Sabu 1 Kg Gagal ke Makassar

TARAKAN – Peredaran narkoba dalam jumlah besar kembali digagalkan aparat kepolisian. Kali ini,…

Kamis, 18 Januari 2018 11:21

Pelaku Akui Bunuh Korban karena Merasa Diejek

TARAKAN – Setelah sempat ditunda beberapa kali, sidang kasus pembunuhan di kawasan Perumnas pada…

Kamis, 18 Januari 2018 11:20

Pengakuan Mantan Anak Buah Beratkan Sally

TARAKAN – Sidang kasus pembunuhan bayi dalam freezer kembali digelar. Dalam sidang ini, ibu si…

Rabu, 17 Januari 2018 16:21

Hendra Mengaku Dipukuli Penyidik saat Di-BAP

TARAKAN – Sidang sabu-sabu seberat 11,5 kilogram (Kg) yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan,…

Rabu, 17 Januari 2018 11:53

Lihat Jendela Kamar Hotel Terbuka, Dua Pencuri Masuk Ambil HP

TARAKAN - Ditangkap personel Polres Tarakan 20 September 2017 lalu, Aco dan Ramadhan, tersangka kasus…

Senin, 15 Januari 2018 11:52

Dikira Tak Dipakai, Kabel Milik Pertamina “Diembat”

TARAKAN – Ditangkap Oktober 2017 lalu oleh personel Polres Tarakan karena mencuri kabel komunikasi…

Senin, 15 Januari 2018 11:49

Tak Terima Foto Diunggah di Medsos, Teman Sendiri Ditonjok

TARAKAN – Hanya gara-gara sebuah foto ter-upload di media sosial (medsos), seorang remaja harus…

Senin, 15 Januari 2018 11:47

Mau Nambah Penghasilan, Malah Main Judi

TARAKAN – Tertangkap basah bermain judi remi, 5 warga Jalan Hangtuah, Kelurahan Selumit, diamankan…

Senin, 15 Januari 2018 11:46

Kebut-kebutan, Jatuh Lalu Terseret, Mata Lebam Sebesar Bola Pingpong

TARAKAN – Sepanjang Jalan Sei Brantas menuju Islamic Centre, kerap menjadi ajang para anak muda…

Mau Pesta bareng Caddy, Keburu Digerebek Polisi

Hendra Mengaku Dipukuli Penyidik saat Di-BAP

Tak Terima Foto Diunggah di Medsos, Teman Sendiri Ditonjok

Kebut-kebutan, Jatuh Lalu Terseret, Mata Lebam Sebesar Bola Pingpong

Sabu-Sabu Hampir Setengah Kilo “Nyemplung” ke Toliet

Dikira Tak Dipakai, Kabel Milik Pertamina “Diembat”

Kasus Sabu 5 Kg, Oknum Sipir Lapas Bernapas Lega

Lihat Jendela Kamar Hotel Terbuka, Dua Pencuri Masuk Ambil HP

Jalani Rekonstruksi, Ibu Janin Tak Kuasa Menahan Tangis

Gelapkan Uang Hotel, Mantan Supervisor Dipenjara 2,6 Tahun
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .