UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Selasa, 17 Oktober 2017 11:49
Divonis 4 Tahun Penjara, Terpidana Sabu Bersyukur
-

PROKAL.CO, TARAKAN – Terbukti bersalah sesuai fakta persidangan, terpidana Asnul divonis majelis hakim dengan penjara selama 4 tahun. Asnul merupakan terpidana kasus sabu-sabu yang menjalani vonis, Senin (16/10) di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan. 

Divonis 4 tahun penjara, Asnul tak bisa menyembuyikan rasa bahagianya. Bagaimana tidak, putusan 4 tahun penjara yang dijatuhkan hakim, lebih ringan dari tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni selama 6 tahun penjara.

Lebih rendahnya putusan tersebut dikarenakan beberapa poin dalam tuntutan JPU yang tidak disepakati oleh hakim. “Secara subsidair terdakwa tidak bersalah melanggar Pasal 114 UU RI tentang Narkotika. Namun secara primair terdakwa Asnul, terbukti  bersalah melanggar pasal 112 UU RI tentang Narkotika,” kata ketua hakim Kurniasari SH.

Rabshody Roestam SH, pengacara Asnul mengatakan, putusan yang diberikan hakim sudah dirasa tepat dan mencerminkan rasa keadilan bagi Asnul yang memang mengakui kesalahannya.

“Putusan hakim itu sudah bijak, apalagi Asnul kan sudah mengakui kesalahannya. Hukuman ini cukup lah, karena buat pelajaran juga bagi terdakwanya, untuk tidak berbuat seperti ini lagi,” katanya.

“Yang tidak adil itu tuntutan JPU-nya kemarin, masa barang bukti cuma nol koma sekian gram mau dihukum lama-lamam kan kasian. Apalagi terdakwa masih punya keluarga yang harus dinafkahi,” ungkapnya.

Dalam sidang sebelumnya, Rabshody sempat mengemukakan ketidaksependapatannya dengan tuntutan JPU yang dianggapnya terlalu berlebihan. Di mana Rabshody mengaku keberatan dengan tuntutan yang diberikan JPU dan penempatan pasal kepada kliennya.

“Seharusnya JPU memasang dakwaan pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, didukung dengan tes urine terdakwa. Namun tidak dilakukan dengan tujuan dalam memorinya agar yudex factie (pertimbangan Majelis Hakim, Red.) tidak menerapkan pasal tersebut, meskipun faktanya terbukti terdakwa adalah penyalahguna,” ujarnya membacakan pembelaan di persidangan.

Menurutnya, JPU lebih cenderung menggunakan Pasal 112 tentang memiliki sabu dan Pasal 114 tentang mengedarkan sabu sesuai Undang-Undang Narkotika. Karena secara teknis lebih mudah dibuktikan dibandingkan Pasal 127 yang lebih mengarah kepada pengguna.

Dalam pembelaannya juga, Rabshody menuturkan Pasal 112 dan Pasal 114 ancaman pidananya lebih tinggi yaitu minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Dibandingkan Pasal 127 yang ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara.

“Inilah yang menjadikan hak-hak terdakwa dikebiri dengan tidak sama sekali memberikan kesempatan kepada terdakwa yang notabene adalah korban,” ungkapnya, dalam persidangan, Senin (2/10).

Rabshody juga mengungkapkan, putusan Mahkamah Agung Nomor 1071 K/Pid.sus/2012 dalam pertimbangan putusannya menyatakan bahwa ketentuan Pasal 112 merupakan ketentuan keranjang sampah atau pasal karet. Perbuatan para penggua atau pecandu yang memiliki narkotika untuk dipakai sendiri tidak akan terlepas dari jeratan pasal 112 ini.

“Padahal, pemikiran seperti ini adalah keliru. Pengguna sebelum menggunakan memang harus membeli, menyimpan atau menguasai sehingga tidak selamanya tertuang dalam Pasal 112 UU No. 35 tahun 2009 itu. Tetapi harus dilihat dari apa niat atau tujuan terdakwa, apakah untuk dijual atau digunakan sendiri karena pecandu,” tegasnya.

Ditemui usai sidang, Rabshody juga menyayangkan pertimbangan JPU yang hanya memandang pada kepemilikan sabu, tetapi tidak kepada alasan untuk memiliki. “Lihat saja di Lapas jumlah narapidana sampai lebih dari 1.000 orang, sementara mereka hanya memiliki sabu di bawah 1 gram dan hanya untuk digunakan sendiri. Malah kalau barang bukti lebih banyak tuntutannya juga sama,” ungkap Rabshody.(*/osa)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 15:22

529 Warga Binaan Lapas Tarakan Dapat Remisi

TARAKAN – Empat warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tarakan mendapat remisi hari raya…

Senin, 18 Juni 2018 15:10

Potong Komunikasi Jaringan Narkoba

TARAKAN – Banyaknya indikasi berkembangnya jaringan narkoba di Kota Tarakan, Lapas Klas IIA Tarakan…

Senin, 18 Juni 2018 15:05

Selendang Membawa Petaka

TARAKAN - Di hari lebaran Idulfitri menjadi musibah bagi  Anto dan istrinya, Nuraini. Warga yang…

Senin, 18 Juni 2018 14:53

Diduga Mabuk Berkendara, Ichal Meninggal Dunia Setelah Kecelakaan

TARAKAN – Remaja yang satu ini sudah ajalnya tiba sekira pukul 22.30 Wita, Kamis (14/6). Ichal…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:37

SYUKURLAH..!! Volume Sampah Mulai Berkurang

TARAKAN - Pada H+1 lebaran, tepatnya 16 Juni 2018, volume sampah di beberapa depo sampah Tarakan mulai…

Jumat, 15 Juni 2018 20:37

Selendang Membawa Petaka

TARAKAN - Di hari lebaran Idul Fitri menjadi musibah bagi  Anto dan istrinya, Nuraini. Warga yang…

Jumat, 15 Juni 2018 20:13

WASPADA..!! Mau Tampil Cantik Pakai Selendang, Ngga Waspada Bisa Membawa Petaka, Nih Contohnya...

TARAKAN - Di hari lebaran Idul Fitri menjadi musibah bagi  Anto dan istrinya, Nuraini. Ya maksud…

Kamis, 14 Juni 2018 10:18
Kasus Penyelundupan Barang Impor dari Shanghai

Kejaksaan Terima Surat Pemberitahuan Penyidikan

TARAKAN – Kejaksaan Negeri Tarakan menerima terbitnya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan…

Kamis, 14 Juni 2018 10:13

Pedagang Emosi Diancam Saat Satgas Sidak Harga Daging Ayam

TARAKAN - Mendekati hari raya Idul Fitri, sejumlah bahan pangan semakin dibutuhkan. Saat pemantauan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:45

Demi Keselamatan, Motoris Dites Urine

TARAKAN – Demi kelancaran dan keselamatan para pemudik jelang Idul Fitri, Kantor Syahbandar dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .