UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

PEREMPUAN

Sabtu, 04 November 2017 09:18
Bangga Jadi Keluarga Besar IPDN
Nuraini Lestari, S.STP

PROKAL.CO, MENJADI bagian dari keluarga besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bukan hal yang mudah bagi Nuraini Lestari. Meraihnya harus melalui proses yang sangat ketat, mulai dari tes fisik hingga tes inteligensi. Hal ini sebagai syarat untuk menjadi seorang pelayan masyarakat yang harus sehat dan kuat, sehingga dalam menjalankan tugasnya kelak tak menjadi beban.

“Untuk  masuk di IPDN itu banyak hal harus dipersiapkan, seperti tes olahraga, psikotes, tes kesehatan luar dalam dan tes akademik,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, kata perempuan asal Kabupaten Nunukan ini mengatakan, setelah lulus dalam tes pertama maka dilanjutkan dengan tes yang lebih menguji kecerdasan otak, yakni dengan tes Computer Assited Tes (CAT). Tes ini, kata dia, membutuhkan wawasan yang luas, karena dalam beberapa soal itu menyangkut tentang kebangsaan, tes logika dan pribadi.

“Setelah selesai, maka kita diberikan NIP. Sehingga keluarannya nanti ditempat di mana saja yang diperintahkan,” tutur Nuraini.

Ternyata tak selamanya berada dalam kampus untuk belajar akademik dan lainnya, semua calon PNS ini harus mengabdikan diri di luar kampus. Nur --sapaannya—menuturkan, dia pernah bersama dengan 150 praja lainnya ditempatkan belajar di Provinsi Papua. Selama magang di sana banyak hal yang dipelajarinya.

“Saya setahun di sana, tepatnya di Bandiklat, ini sebelum diresmikan menjadi PNS,” ucap perempuan penggemar Badminton ini.

Pengalaman yang dia dapatkan didapatkan dari Tanah Mutiara Hitam ini, yakni dapat mempelajari kehidupan orang di sana. Nur menuturkan, suasana di Papua sangat bagus. Hanya saja, saat dirinya mendapatkan kesempatan berlibur pada hari Sabtu-Minggu, terdapat kejadian yang tak mengenakkan.

“Pernah terjadi kerusuhan, saya kala itu mendapatkan libur dan pergi ke salah satu mall. Karena tidak berani, makanya saya sembunyi dalam mall saja, itu pengalaman yang tak bisa saya lupakan,” kisahnya.

Perempuan yang genap berusia 25 tahun pada 20 November mendatang ini melanjutkan, saat pendaftaran tahun 2010 kala itu, ada 35 ribu orang yang mendaftar. Tetapi yang mendapatkan kesempatan belajar hanya 1.500 orang dalam satu angkatan.

“Saya lulusnya tahun 2014 dan saya termasuk salah satu yang beruntung bisa masuk,” ujarnya.

“Apalagi berasal dari daerah pinggiran, padahal yang kebanyakan masuk itu seperti daerah Jawa, Sumatera dan Kalimantan itu hanya sedikit saja. apalagi yang mendaftar di Nunukan itu ada 60 orang, yang diterima hanya ada 6 orang. Dan se Kaltara itu ada 20-an saja,” sambungnya.

Setelah masuk di IPDN, banyak peraturan yang harus dijalankan, diantaranya olahraga yang harus rutin diikuti, selain menyehatkan juga menjauhkan dari sifat malas. Nuraini biasanya melakukannya berkeliling asrama dimulai sehabis Salat Subuh. Setelah itu dirinya diberikan waktu selama 5 menit untuk berbenah, seperti mandi. Wanita yang aktif di ekstrakurikuler PMR saat masih SMA ini mengatakan, saat itu waktu yang diberikan sangat singkat. Pasalnya, masih banyak kegiatan yang harus dijalankan.

“Misalnya kuliah dari pagi hingga sore, tak ada waktu bersantai. Karena malam harus belajar lagi. Ada apel malam dan istirahat, begitu saja seterusnya hingga lulus,” imbuhnya.

Selama 4 tahun berada di asrama memang ada rasa jenuh. Ketatnya persaingan di IPDN sempat pula menghilangkan kebebasannya. Itu dimulai saat kelulusannya di SMA. Saat itu, kawan-kawannya merayakan kelulusan, dirinya justru tidak bisa melakukan hal tersebut. Namun itu terbayarkan ketika mulai mendapatkan kepercayaan di dalam satu instansi.

“Di dalam asrama semuanya sudah diatur, tidak bisa begini tidak bisa begitu. Tapi sekarang terbayarkan usaha itu,” pungkasnya. (mul)

 


BACA JUGA

Sabtu, 28 April 2018 09:58

Pengen Buka Cabang Usaha Di Kaltara

BEKERJA dengan hobi merupakan suatu kesenangan tersendiri, apalagi jika hobi itu dapat dieksplor. Seperti…

Sabtu, 21 April 2018 10:30

Semangat Bekerja dan Menabung, Bisa Pakai Traveling

SELAIN cantik, gadis ini juga terbilang cukup mandiri. Dirinya yang memiliki hobi jalan-jalan membuatnya…

Sabtu, 21 April 2018 10:27

Jauh dari Orang Tua, Rindu Kehangatan di Tengah Keluarga

GADIS berkulit putih ini bekerja jauh dari orang tua. Ia bekerja sebagai tenaga honorer di salah satu…

Sabtu, 21 April 2018 10:20

Nyaris Resign Saat Skripsi Akibat Asyik Bekerja, Kini Anny Sukses

WANITA berumur 26 tahun ini, memiliki banyak tujuan yang ingin di capai dalam hidup seperti wanita pada…

Senin, 16 April 2018 16:30

Sambil Kuliah, Vera Juga Menjalankan Bisnis

TIDAK hanya memiliki kemampuan di dalam seni melukis, anak ketiga dari 3 saudara ini juga sangat ahli…

Senin, 16 April 2018 16:29

Jago Melukis Saat Mood Lagi Bagus

SEJUMLAH prestasi berhasil ditorehkan oleh mahasiswi cantik asal Fakultas Ekonomi Unviersitas Borneo…

Senin, 16 April 2018 14:15

Kursus Di luar Negeri, Sertifikasi Perawat Internasional

PETIKAN pepatah berbunyi ‘Tuntutlah Ilmu Setinggi Mungkin’ dan ‘Tuntutlah Ilmu dari…

Senin, 16 April 2018 12:59

Orang Pertama Ambil Magister Keperawatan di Kaltara

WALAPUN merasa nyaman berada di daerah orang lain, tapi tak membuat Indah Nursanti lupa akan daerah…

Senin, 16 April 2018 12:10

Perkenalkan Kaltara Ke Daerah Luar

TERKADANG untuk meraih satu capaian yang memuaskan tak selamanya harus terpaku pada satu pekerjaan saja.…

Senin, 09 April 2018 14:13

Hilangkan Kepenatan, Ingin Traveling Ke Pedalaman

SEMENJAK menikah, tentu Ira mempunyai kewajiban lain yang harus dia lakukan selain bekerja. Gadis yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .