UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Rabu, 15 November 2017 14:37
Hamil 7 Bulan, Sriyanti Harus Mendekam 1 Tahun di Penjara

PROKAL.CO, TARAKAN – Setelah menjalani beberapa sidang, akhirnya terdakwa penggelapan bernama Sriyanti menjalani sidang putusan. Wanita yang tengah hamil 7 bulan ini dinyatakan bersalah telah menggelapkan dana pembelian mobil dan mengakibatkan dealer tempat dia bekerja mengalami kerugian sebesar Rp 152 juta.

“Karena terdakwa terbukti telah melakukan penggelapan dana pembelian mobil dan  mengakibatkan dealer tempat dia pernah bekerja mengalami kerugian sebesar Rp 152 juta. Maka sesuai dengan pasal 378 KUHP, Maka terdakwa dihukum selama 1 tahun penjara dikurangi terdakwa menjalani masa tahanan yang sudah dilaluinya,” kata Ketua Majelis Hakim Mahyudi Igo SH.

Mendegar putusan itu, Sriyanti yang hadir kepersidangan dalam kondisi hamil tua, langsung menitikkan air mata, sambil menyesali perbuatannya. “Putusan ini saya terima pak. Saya juga berterima kasih pak, karena putusan hukuman yang bapak berikan tidak setinggi tuntutan hukuman saya,” ucap Sriyanti.

Dalam persidangan, Sriyanti mendapatkan nasehat Majelis Hakim agar tidak mengulangi kesalahnnya lagi. “Kalau nanti bebas jangan begini lagi bu, karena kasihan bayi dalam kandungan ibu. Ibu seharusnya peduli dengan kandungan ibu jangan sampai baru lahir sudah merasakan udara Lapas,” Nasehat anggota Majelis Hakim.

Walapun diputus lebih ringan dari dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Namun Sriyanti belum bisa tenang. Pasalnya putusan itu belum kuat secara hukum. Dikarenakan pihak Jaksa Penuntut Umum(JPU) belum bisa menerima putusan itu.

“Saya kan tuntut terdakwa selama 1,8 tahun tapi hanya diputus 1 tahun saja, makanysa saya pilih opsi pikir-pikir karena saya juga harus koordinasi dengan pimipinan saya di Kejaksaan,” kata JPU Danie Chaeruddin SE SH.

Pada sidang 8 November pekan lalu, Sriyanti sempat meminta agar hukumannya dikurangi. Tak lain adalah kondisinya yang tengah hamil. “Saya minta keringanan pak atau bebas sementara. Karena saat ini saya hamil 7 bulan lebih pak dan harus selalu rutin melakukan pemeriksaan kesehatan,” ungkap Sriyanti.

Tak hanya itu, Sriyanti juga beralasan bahwa dia dibutuhkan di dalam keluarganya sehingga membuat dirinya bisa mendapatkan sedikit perlakukan khusus. “Saya juga ada anak kecil di rumah pak, yang harus selalu bersama saya. Lantaran suami saya nanti akan dipindah tugaskan ke daerah lain,” lanjut.

“Saya kan juga beriktikad baik pak, mau mengganti semua uang yang saya gelapkan itu. Tapi pihak dealer yang tidak mau menerima usaha ganti rugi saya,” ungkapnya.

Diketahui, Sriyanti melakukan penggelapan pada Mei 2017 lalu dengan memakai uang konsumen yang ingin membeli mobil di dealer tempatnya bekerja. "Awalnya konsumen kami beli mobil cash pak dengan pembayaran Rp 168 juta. Namun uang pembelian tersebut tidak sampai di kantor," kata kepala admin dealer dalam sidang sebelumnya.

Mengetahui uang konsumen telah disalahgunakan oleh Sriyanti pihak dealer pun melaporkan kejadian tersebut di Polres Tarakan. Sempat ingin dimediasi, namun tidak menemui titik terang. "Di Reskrim sempat mediasi tapi kami tidak mau pak, karena dia mau gantinya dengan cara kredit bukan cash. Namun masih ada uang penggelapan itu sebesar Rp 38 juta dan sudah dikembalikan," ungkapnya. Mendengarkan keterangan mantan bosnya Sriyanti pun mengakui perbuatannya.(*/osa)


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 16:20

Keluarga Emosi, Sidang Pembunuhan Sempat Ricuh

TARAKAN – Sidang perdana kasus penikaman yang menewaskan MI, dengan terdakwa Muhammad Nur, yang…

Rabu, 13 Desember 2017 16:18

Nekat Gantung Diri, Diduga karena Depresi

TARAKAN – Bastian Selle (31) yang ditemukan tewas gantung diri di indekosnya di Jalan Gajah Mada,…

Rabu, 13 Desember 2017 16:05

Penjual Obat Penggugur Kandungan Ogah Buka Mulut

TARAKAN – Hasil pengembangan yang dilakukan Satreskrim Polres Tarakan terhadap kasus pembuangan…

Selasa, 12 Desember 2017 16:51

Lulusan SMP Terbaik Kaltara, Ayo Daftarkan Dirimu di SMA Pradita Dirgantara

TARAKAN – Sekolah Menengah Atas (SMA) Pradita Dirgantara yang merupakan sekolah unggulan TNI AU,…

Selasa, 12 Desember 2017 13:44

Geger! Sopir Angkot Ditemukan Gantung Diri

TARAKAN - Warga Jalan Gajah Mada, Kelurahan Karang Anyar, tadi malam (11/12) sekira pukul 19.00 Wita,…

Selasa, 12 Desember 2017 13:39

PH Pertanyakan Kapasitas Lantamal Usut Narkoba

TARAKAN – Proses sidang salah satu terdakwa perkara narkotika bernama Zainal, yang diduga melibatkan…

Selasa, 12 Desember 2017 13:27

Kasus Pembuangan Janin Seret Tersangka Baru

TARAKAN – Setelah menetapkan tersangka pembuangan janin di Jalan P Aji Iskandar, Kelurahan Juata…

Senin, 11 Desember 2017 12:01

Sehari, Dua ‘Monster’ Cabul Diciduk Polisi

TARAKAN – Meski usianya sudah renta, ternyata tidak menyurutkan pria berinisial AL (51) ini berbuat…

Senin, 11 Desember 2017 11:50

Janin Pelaku Ternyata Berusia 4 Bulan

TARAKAN – Kasus pembuangan janin bayi di pinggir sungai Jalan Pangeran Aji Iskandar, Kelurahan…

Senin, 11 Desember 2017 11:45

Senggol Speedboat TNI AL Lalu Tabrak Pohon Bakau di Pulau Sadau, Satu Nelayan Meninggal

TARAKAN – Nyawa seorang pria bernama Taufiq tak bisa diselamatkan. Dia meninggal dunia setelah…

Janin Bayi Diduga Meninggal 18 Jam Sebelum Ditemukan

Niatnya Pinjam Gergaji Malah Ditikam, Pelaku Dicari Polisi

Si Cantik, Mantan Supervisor Hotel Akui Gelapkan Uang Buat Liburan

Pasir di Jalan Membawa Petaka, Tangan Musadah Patah Lagi

Habis Salat, Kepala Bocah Bocor Ditabrak Pengendara Misterius

Cangkul Bom Aktif, Warga Pantai Amal Lapor Polisi

Dikira Meninggal Usai Tabrakan, Ternyata Tertidur

Sehari Dua Motor Hilang Digondol Maling

Duarrr! Remaja Tabrak Pengendara Boncengan Sekeluarga

Heboh! Bom Ditemukan di Proyek Penanggulangan Banjir
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .