UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Kamis, 16 November 2017 10:10
Bakso Rasa Tikus Bikin Gempar!

Pemilik Warung Membantah, Minta Uji Ulang

LAKUKAN SIDAK : Petugas Satpol PP dan Dinkes Nunukan mengecek daging di salah satu rumah makan yang kabarnya positif mengandung spesies tikus. (AYU ZANITA/KALTARA POS )

PROKAL.CO, NUNUKAN – Selembar surat dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang beredar di sejumlah media sosial kemarin (15/11) bikin warga Kabupaten Nunukan gempar. Bagaimana tidak, surat bernomor 524/1457/dPKP-IV/X/2017 itu membahas soal hasil uji laboraturium asal hewan dari salah satu rumah makan di Nunukan diidetifikasi mengandung spesies tikus.

Dalam surat yang dikeluarkan di Tanjung Selor tanggal 30 Oktober 2017 itu terdapat 3 kode sampel uji, yakni 20, 21 dan 22 dengan objek sampel bakso. Hasilnya, seluruh kode sampel dinyatakan positif mengandung spesies tikus. Di sinilah puncak penasaran warga. Ditambah lagi, petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan terpantau mendatangi rumah makan tersebut untuk mengawal hasil uji coba yang dilakukan Balai Veteriner Banjar Baru itu.

Lantas bagaimana sikap pemilik rumah makan setelah mengetahui rumah makannya jadi bahan pembicaraan warga? “Alamat dan tujuan surat itu bukan untuk warung kami. Kalau mau diperiksa silahkan ambil sempel lagi dan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa ulang,” ungkap perwakilan pemilik warung yang didatangi anggota Satpol PP Nunukan, Irawan sekaligus membantah nama warung yang tertera dalam surat yang ditanda tangani oleh Kepala DPKP Kalimantan Utara AM Santiaji Pananrangi itu milik keluarganya.

Namun, kata Irawan, jika bahan dasar daging yang digunakan untuk membuat pentolan itu tetap positif mengandung spesies tikus saat diperiksa, berarti daging itu bukan berasal dari warungnya. Pasalnya, warung yang kini jadi objek omongan warga jagat maya memiliki penggilingan daging sendiri. Penggilingan ini, kata Irawan juga digunakan pelanggan lainnya. Sehingga, dia mencurigai, ada oknum pelanggannya yang sengaja membawa daging tikus, kemudian digiling di tempat penggilingan keluarganya.

“Kan yang pakai ini bukan hanya kami. Ada produksi bakso yang lain juga menggunakan mesin penggiling ini. Untuk daging sapi, kami miliki sapi sendiri untuk disembelih dan dijual untuk dijadikan bakso itu,” jelasnya.

Menurutnya, surat dari DPKP Kaltara dan sidak yang dilakukan oleh dinas terkait tidak memiliki dasar. Sehingga, dia meminta pembuktian terkait informasi yang terlanjur beredar. Meski demikian, Irawan dan keluarganya tak melulu ‘diserang’ komentar-komentar pedas di media sosial, ternyata ada juga yang membelanya. Pengguna media sosial itu adalah Emi.

“Saya sendiri tidak percaya. Soalnya nangkap tikus dan bersihkan itu tidak gampang. Apalagi dengan jumlah yang banyak setiap harinya. Kalau pun mereka positif menggunakan daging tikus pasti dipergok oleh masyarakat, karena tempat mereka mengolah itu dipantau masyarakat,” jelasnya.

Warga Nunukan lainnya, Rusli meminta pihak terkait agar segera melakukan tindakan tegas. Pasalnya, kabar warung yang menjual bakso positif mengandung spesies hewan tikus itu cukup meresahkan warga Nunukan. “Apalagi diketahui rumah makan ini sering didatangi pengunjung,” tekannya.

Dikonfirmasi soal surat yang bikin heboh Nunukan itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan, Meinstar Tololiu tak menampiknya. Dia membenarkan surat itu benar berasal dari DPKP Kaltara. Meski demikian Meinstar Tololiu memilih tak mau banyak berkomentar.

“Kalau mau jelas ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi saja, mereka yang lebih jelas tahu mengenai persoalan ini, karena mereka yang mengeluarkan surat,” ungkapnya.

Jika ditugaskan kembali harus mengambil sempel dari bahan daging yang digunakan untuk pembuatan bakso tersebut, kata Meinstar Tololiu, pihaknya akan melakukannya. Namun, kata dia, Dinkes Nunukan saat ini belum bisa memastikan apakah benar bakso itu mengandung spesies tikus atau tidak.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Nunukan, Yance Tambaru usai melakukan razia mengatakan, pemilik warung akan diberikan batas waktu untuk berbenah. Dari pengamatannya, Yance berkesimpulan, tempat penggilingan yang tidak bersih hingga perizinan warung tersebut harus segera ditangani.

“Kita berikan batas waktu sebulan untuk berbenah sambil dilakukan rapat dengan pemerintah daerah terkait dengan kasus tersebut. Nanti informasi lebih lengkap akan di-update,” terangnya.  (*/yua)

 


BACA JUGA

Kamis, 02 Agustus 2018 14:03

Sabu 9 Kilogram Dikendalikan Dalam Lapas Tenggarong

NUNUKAN – Membahas peredaran narkoba di perbatasan, bukan rahasia lagi. Banyak jalur dapat dilalui…

Rabu, 25 Juli 2018 16:36

Tunda Tutup Lokalisasi, Pemerintah Gigit Jari

NUNUKAN - Rencana pentupan lokaliasi mungkin hanya isapan jempol belaka. Berbagai permasalahan kini…

Rabu, 25 Juli 2018 16:35

Setop Pakai Tabung Gas Malaysia

NUNUKAN – Sudah bukan hal yang baru lagi tabung gas asal Malaysia didatangkan untuk memenuhi kebutuhan…

Senin, 23 Juli 2018 12:43

114 CJH Siap Diberangkatkan

NUNUKAN – Meski cuaca panas melanda puluhan jemaah haji saat melaksanakan ibadah. Namun itu tak…

Selasa, 17 Juli 2018 09:22

Pemilik Speed Boat Maut Ditetapkan Tersangka

NUNUKAN – Pemilik speed boat yang mengalami kecelakaan dari Tawau menuju Nunukan, Jumat (29/6),…

Sabtu, 30 Juni 2018 10:51

Tabrakan Speedboat, 5 Orang Tewas

NUNUKAN – Kabar duka datang dari perairan Sei Nyamuk, Provinsi Kaltara. Sebuah kecelakaan antara…

Selasa, 19 Juni 2018 10:56

Sudding Diterkam Buaya, Beruntung Nyawanya Tertolong

NUNUKAN – Warga dihebohkan dengan aksi penyerangan buaya yang membuat seorang pria nyaris diterkam.…

Rabu, 06 Juni 2018 11:34

Polisi Bongkar Jaringan Sabu 1 Kilogram

NUNUKAN - Meski sudah banyak aksi penyelundupan sabu yang digagalkan aparat. Namun masih ada saja yang…

Rabu, 06 Juni 2018 11:32

Ribuan Ton Daging Allana Disita

NUNUKAN – Ribuan ton daging Allana yang diduga ilegal diamankan TNI AL. SB Alysia yang mengangkut…

Rabu, 06 Juni 2018 11:24

Lima WNA Ilegal Ditahan

NUNUKAN – Lima orang Warga Negara Asing (WNA) diamankan di Desa Apas, Kecamatan Sebuku, Minggu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .