UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

RAGAM

Rabu, 06 Desember 2017 23:22
Warga Pedalaman Protes, MAF Terbang Bersyarat

Derita Warga Perbatasan saat ‘Pesawat Mereka’ Tak Beroperasi (5-Habis)

PROKAL.CO, Senin, 27 November 2017 lalu menjadi momen yang tak akan dilupakan warga pedalaman di Bumi Benuanta –julukan Kalimantan Utara (Kaltara). Saat itu, ratusan warga melakukan aksi damai di lapangan terbang di sejumlah daerah. Mereka menuntut agar MAF terus beroperasi. Apa hasilnya?

 

JUSMAN, Kaltara Pos

 

AWAN hitam yang sejak pagi bergelayut manja di langit Tarakan mengundang gerimis saat ratusan orang mendatangi Bandara Juwata Tarakan. Namun, warga yang datang tersebut tak peduli. Mereka harus menuntaskan tugas penting mewakili warga pedalaman.

Tak hanya di Tarakan, foto yang beredar di media sosial juga menunjukkan aksi serupa dilakukan di sejumlah lapangan terbang di Kaltara. Lapangan terbang itu adalah Desa Long Alango, Long Pujungan, Data Dian, Long Apung, Mahak Baru, Long Nawang, Long Bawan, Malinau Kota, Desa Apung dan Tanjung Selor. Aksi tersebut dilakukan agar pemerintah tetap memberi kemudahan MAF beroperasi.

Aksi itu dilakukan secara serentak sekira pukul 9.00 Wita, Senin 27 November lalu selama satu jam. Tidak hanya diikuti oleh masyarakat pedalaman, ada juga warga lain yang prihatin dengan nasib masyarakat yang terisolir tersebut. Bahkan, saya memantau, ada juga tokoh-tokoh penting di Kaltara ikut dalam aksi tersebut. Dia adalah Rektor Universitas Borneo Tarakan, Adri Paton yang ikut berorasi dalam aksi damai ini.

“Kami aliasi masyarakat membutuhkan MAF. Menhub Budi Karya Sumadi, jangan rampas hak-hak masyarakat perbatasan dengan peraturan-peraturanmu,” tulis warga Malinau dalam spanduknya.

“Nyawa masyarakat Perbatasan Bergantung pada MAF. Aliansi Peduli Penerbangan MAF Kecamatan Bahau Hulu,” tulis warga lainnya dengan menyertakan replika orang sakit yang sedang berbaring di tandu. Aksi ini dilakukan di Long Alango.

“Mana janjimu Pak Jokowi, keadilan untuk Dayak pedalaman urus MAF. Kembalikan Penerbangan MAF di perbatasan, terbangkan MAF. Kami Dayak Pedalaman butuh keadilan,” tulis warga dari Desa Data Dian di sebuah kertas karton yang dipegang oleh ibu-ibu berbaju daster.

“Pak Menhub tolong beri izin kepada MAF untuk melayani kami di perbatasan Kaltara. Pak Menhub jasa penerbangan sangat kami butuhkan, membuka isolasi dan perekonomian lewat pesawat MAF. NKRI harga mati, pelayanan MAF terhadap masyarakat pedalaman/perbatasan juga harga mati,” tulis warga Desa Long Pujungan di spanduk dan di karton saat berorasi.

Aksi ini adalah aksi solidaritas terhadap MAF yang sudah melayani mereka sejak tahun 1972. Kehadiran pesawat-pesawat milik MAF pun menjadi harapan masyarakat pedalaman yang telah dipermudah dalam pelayanan orang sakit dan tidak dipungut biaya. Bahkan, selain pesawat gratis, MAF juga menyediakan penginapan gratis dengan fasilitas lengkap untuk pasien yang harus dirawat jalan.

"Kita inisiatif (unjuk rasa) karena kita yang butuh MAF. Kalau semisal MAF memutuskan menjadi niaga, yang penting pemerintah mengganti pelayanan yang sama seperti MAF itu, masuk ke pedalaman dan membantu mengangkut orang-orang yang sakit," kata koordinator unjuk rasa, Yonsep.

Menurut Yonsep, izin berdasar Keputusan Menteri Perhubungan nomor 59 Tahun 2016 adalah keputusan yang paling baik untuk masyarakat perbatasan. Ia pun meminta agar aturan itu diberlakukan kembali, yakni MAF dapat mengangkut penumpang dan barang dengan memungut retribusi untuk menutupi biaya operasional saja. Jika itu tetap diberlakukan, maka masyarakat tidak akan keberatan dan tidak membebankan pemerintah.

“Kalau niaga jelas mahal, kami tidak terima. Karena MAF itu denyut nadi di perbatasan. Mereka sudah melayani orang sakit, bahkan murid mau ujian nasional saja ada yang naik MAF,” kata Yonsep.

Sementara itu, Kepala Adat Besar Krayan, Marzoni Rining mengatakan, sebenarnya mereka menghargai sikap pemerintah. Namun, sebenarnya pemerintah tidak melihat langsung keadaan di perbatasan yang hidup dengan segala keterbatasannya. “Karena kondisi pedalaman itu beda dengan kota, daerah kami terpencil. Hanya akses pesawat MAF, tidak ada akses laut dan darat. Oleh karena itu, kami mohon perhatian pemerintah. Kami tidak perjuangkan kepentingan MAF, tapi bagaimana MAF berperan untuk daerah terpencil,” bebernya tegas dan meminta pemerintah mencari penggantinya jika MAF dihentikan pelayanannya.

Beber Marzoni Rining, banyak korban jiwa karena sulitnya akses menuju daerah mereka yang ada di pedalaman. Warga yang sakit tidak sempat tertolong karena jarak tempuh ke puskesmas jauh. Meskipun ada pesawat lain yang ke sana, namun pesawat itu tidak bisa mengangkut pasien yang harus berbaring. Sehingga pilihan masyarakat satu-satunya adalah MAF karena ada ruang khusus untuk pasien yang penanganannya harus ekstra hati-hati.

Setelah melakukan aksi damai, perwakilan masyarakat yang diwakili oleh kepala adat, unsur pemerintah yang terdiri dari Bupati Nunukan, Dinas Perhubungan Provinsi Kaltara dan Komisi III DPRD Kaltara bertolak ke Jakarta pada Selasa (28/11). Kedatangan mereka untuk untuk bertemu langsung dengan jajaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, membawa aspirasi masyarakat pedalaman.

“Kita sudah bertemu (Menteri Perhubungan), solusinya sudah kita dapatkan dan nantinya kami akan sampaikan kepada warga pedalaman Kaltara,” kata Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid yang ditemui wartawan Kaltara Pos di Jakarta.

Setelah bertemu sekira 2 jam lamanya, Sekretaris Jenderal Kemnhub RI, Sugiharjo mengakui sudah memberikan opsi yang paling mudah untuk MAF dan warga Kaltara. Salah satunya, yakni mengubah fungsi bandara menjadi bandara perintis. Opsi ini akan terealisasi dengan cepat jika pemerintah di daerah secepat mungkin menyerahkan bentuk rute kepada pihaknya. Tak perlu menunggu lama untuk melaksanakannya jika semua proses sudah disepakati pemerintah daerah setempat.

“Sekarang tanggal berapa, prosesnya bisa cepat bisa dua tiga hari selesai,” tegas Sugiharjo kepada Kaltara Pos, Selasa 28 November lalu.

Hasil pertemuan ini juga sudah didengar oleh pihak MAF berdasarkan surat yang dilayangkan oleh Kementerian Perhubungan yang beralamat di Jalan Merdeka Barat nomor 8 Jakarta. Dalam surat bernomor LT.201/1/22 Phb-2017 tertanggal 28 November itu, berisi klasifikasi penting dan perihal laporan pelaksanaan angkutan udara oleh Mission Aviation Fellowship (MAF) yang ditujukan pada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. Surat itu juga ditembuskan ke Menteri Sekretaris Negara, Menteri Perhubungan, Gubernur Kalimantan Utara, Bupati Nunukan, Bupati Malinau dan Ketua Yayasan Mission Aviation Fellowship (MAF) Indonesia.

Kepada Kaltara Pos, Office Manager MAF Tarakan, Tom Chrislay mengungkapkan, hasil pertemuan dengan Bupati Nunukan, Ketua Adat Nunukan, Ketua Adat Malinau, Wakil Komisi III DPRD Prov. Kalimantan Utara, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara, Staf Khusus Gubernur Kalimantan Utara, disepakati sejumlah rekomendasi. Dalam poin pertama rekomendasi itu dijelaskan bahwa pelayanan angkutan udara secara komersial belum dapat dilaksanakan saat ini, karena kondisi sosial-ekonomi masyarakat di perbatasan.

Di dalam poin kedua, dijelaskan soal alternatif paling cepat agar MAF dapat segera melayani warga perbatasan. MAF dalam poin ini diharuskan beroperasi menggunakan izin angkutan udara, bukan izin niaga yang masih berlaku. Untuk menutup biaya operasionalnya, MAF Tarakan akan menggunakan dana yang berasal dari donasi sosial. Poin selanjutnya ditegaskan soal pungutan. Dalam rekomendasi ini, MAF Tarakan dapat memungut selisih biaya operasi langsung dari pengguna jasa, maka pemerintah daerah diminta segera mengajukan usulan kepada Menteri Perhubungan untuk menetapkan rute penerbangan yang dilayani MAF sebagai rute perintis.

Usulan kepada menteri soal rute itu kemudian timbul rekomendasi yang menyebut pelayanan MAF amat mendesak. Karena itulah, Kemenhub didesak segera menerbitkan penetapan rute perintis sesuai usulan. Setelah terbit, dalam waktu 2-3 bulan akan dievaluasi dan disempurnakan agar dapat meningkatkan aspek keselamatan, kualitas layanan dan legalitas.

Lanjut pria yang akrab disapa Tom itu, Bupati Nunukan dan para ketua adat juga mengharapkan perbaikan infrastruktur transportasi darat untuk memberikan kemudahan aksesibilitas masyarakat pedalaman. Setelah pertemuan itu, dalam waktu dekat ini MAF Tarakan akan kembali beroperasi sesuai dengan opsi yang ditawarkan pemerintah, yakni poin pada poin kedua rekomendasi yang sudah disepakati.

“Minggu depan harap bisa terbang lagi dengan mekanisme baru yang berasal dari opsi yang ditawarkan pemerintah,” beber Tom. “Jadi, nanti gereja akan donasikan uang yang mereka terima dari sumbangan umat,” bebernya.

Sumbangan gereja ini adalah uang jemaah yang akan dikumpulkan masing-masing gereja. Kemudian dikumpulkan oleh Sinonde (organisasi gereja) yang  berpusat di Tanjung Selor. “Sama kayak kita mau buat acara 17 Agustus, ajukan proposal. Nanti proposal buat kepentingan gereja itu juga, yang penting misi terlaksana agar masyarakat dan gereja terpenuhi kebutuhan transportasinya,” kata Tom. (jusmankaltara@gmail.com)


BACA JUGA

Kamis, 07 Desember 2017 09:47

Gantikan Rustan, Armin Arifuddin Jabat Ketua PNK yang Baru

TARAKAN – Setelah melalui proses yang panjang Armin Arifuddin resmi pimpin PNK Tarakan. …

Selasa, 05 Desember 2017 21:01

Cuaca Buruk, Pasien di Long Bawan Tak Dapat Diselamatkan

Berbekal informasi dari Henry yang mengaku sulit menjangkau pedalaman kecuali dengan pesawat, saya pun…

Senin, 04 Desember 2017 23:55

Lambat Tertolong, Bayi Henry-Marlena Meninggal

Bukan rahasia lagi jika warga yang tinggal perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Kalimantan Utara…

Minggu, 03 Desember 2017 16:40

Tak Ada Akses Darat, Pelayanan MAF Dinilai Cepat

Polemik izin terbang Mission Aviation Fellowship (MAF) cukup disayangkan banyak pihak. Khusus bagi warga…

Sabtu, 02 Desember 2017 19:08

MAF Amat Dirindukan, Berjasa Buat Warga yang Sakit

Peliknya persoalan izin terbang Mission Aviation Fellowship (MAF) belakangan ini sedang ramai dibahas.…

Senin, 23 Oktober 2017 14:54

Listrik Padam, Rumah Imam Masjid Hangus Terbakar

SESAYAP – Saat tengah istirahat, warga dikejutkan dengan api yang mengamuk dan menghanguskan rumah…

Sabtu, 21 Oktober 2017 11:32

Misteri, Kasasi Jamaluddin Tak Terdaftar di MA

JAKARTA – Perkembangan kasus dugaan korupsi pengadaan perlengkapan acara Pekan Olahraga Provinsi…

Kamis, 14 September 2017 23:03

Peringati Hari Perhubungan, Jalin Silaturahmi Melalui Olahraga

TARAKAN – Beberapa cabang olahraga digelar di Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas).…

Senin, 11 September 2017 10:49

Berikan Tips and Trik TOEFL Untuk Masyarakat

TARAKAN –  Saat ini, pengetahuan berbahasa Inggris sangat dibutuhkan dalam dunia pekerjaan.…

Selasa, 29 Agustus 2017 20:05

One Heart, Royal Tarakan Hotel Gelar Syukuran Ulang Tahun

TARAKAN - Bertemakan 'One Heart' Royal Tarakan Hotel (RTH) merayakan malam syukuran untuk ulang tahun…

Gantikan Rustan, Armin Arifuddin Jabat Ketua PNK yang Baru
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .