UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Kamis, 07 Desember 2017 12:12
Pemilik Kapal dan Nakhoda Disidang

Diduga Operasi Tangkap Ikan Tak Kantongi Izin

DISIDANG: Tampak dua terdakwa, M dan J menjalani proses sidang di PN Nunukan, kemarin. (SHANTI/KALTARA POS)

PROKAL.CO, NUNUKAN – Penangkapan kapal ikan yang melibatkan pengusaha asal Sebatik, kini bergulir di meja hijau Pengadilan Negeri (PN) Nunukan. Dua terdakwa dalam kasus itu berinisial, M (42) yang merupakan pemilik kapal, dan J (43) yang merupakan nahkoda.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Widianto mengungkapkan, perkara dua orang terdakwa berawal ketika melakukan pengoperasian kapal dengan menangkap ikan tanpa mengantongi izin resmi.

“Dakwaannya ada tiga terkait Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI), Surat Ijin usaha Penangkapan (SIUP), dan Surat Pernyataan Berlayar (SPB),” terangnya, kemarin.

Bambang juga mengungkapkan, dalam kasus dirinya mendakwa dengan tiga pasal terkait perbuatan terdakwa dalam operasi penagkapan ikan yang dinilai ilegal. Namun sidang dalam kasus ini digelar berturut-turut dari sidang dakwaan, Selasa (5/12) dan dilanjutkan sidang pembuktian JPU, Rabu (6/12). Pihak PN sendiri menuturkan, telah sepakat menggelar sidang dengan jarak yang berdekatan. “Dengan rencana agenda putusan yang akan digelar, 22 desember mendatang,” tuturnya.

Dalam agenda pembuktian JPU, Saksi dihadirkan merupakan pengelola kapal. Randi mengakui, kapal tersebut tak memiliki izin resmi dalam beroperasi. “Kami sedang melakukan proses pembuatan izin dari tingkat provinsi mau pun pusat. Dan untuk saat ini memang belum selesai,” terangnya.

Sebelumnya, Komandan Lanal Nunukan Letkol Laut (P) Ary Aryono mengatakan, kapal diamankan oleh pihaknya di perairan pulau Bunyu. Hal itu dilakukan karena tak memiliki dokumen resmi. Sehingga pihaknya menilai bahwa kapal tersebut beroperasi secara ilegal.

"Jadi  kenapa kapal tersebut kita amankan? Karena tidak dilengkapi dokumen berupa SIUP, SIPI, dan SPB dari pemerintah," jelasnya.

Dari perkara tersebut, ada pun barang bukti yang diamankan berupa satu rangkap dokumen pemeriksaan kapal ikan KMN. AMB III dan Satu unit jaring panjang 300 meter yang digunakan untuk menangkap Ikan. Selain itu, satu kapal KMN. AMB III GT 52, namun saat ini masih dititipkan di Dermaga Lanal Nunukan sambil menunggu proses peradilan terhadap 2 tersangka.

"Setelah dilakukan pemeriksaan awal, kapal tidak dilengkapi dokumen. Dan dari hasil pemeriksaan Penyidik juga dibenarkan dan diketahui oleh pemilik kapal berlayar tidak memiliki dokumen yang sah," lanjutnya. (*/say)

 

 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 18 Maret 2016 23:20
BANDARA

Masih Kurang Lighting, Bandara Juwata Termasuk Kategori Terbaik

<p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>TARAKAN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*