UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Kamis, 21 Desember 2017 11:48
Ditemukan Potongan Jari Manusia, Amat Diduga Dimangsa Buaya

Nelayan yang Hilang saat Memukat di Sei Sebaung

DITEMUKAN : Potongan jari manusia yang diduga milik nelayan bernama Amat di Sei Sebaung. (TIM SAR UNTUK KALTARA POS)

PROKAL.CO, NUNUKAN – Entah di mana keberadaan Amat (43), nelayan yang hilang saat memukat ikan di Sungai Sebaung, Rabu (13/12) lalu. Pencarian hari ketiga, korban yang merupakan warga Jalan TVRI, Gang Kampung Rambutan, kini mulai menemukan titik terang. Ini karena pakaian dan potongan tubuh yang diduga milik korban ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Klas A Balikpapan (Kaltimtara) Gusti Anwar Mulyadi SH, melalui Kasi OPS dan Siaga Octavianto mengatakan, sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian ditemukan pakaian yang diketahui merupakan milik korban, Amat.

Lokasi menghilangnya Amat merupakan kawasan yang menjadi hunian binatang buas jenis buaya. "Kita temukan baju yang diduga milik korban di sekitar lokasi kejadian. Selain itu selama pencarian kita temukan banyak binatang buas seperti buaya berukuran 3-6 meter yang sedang berjemur," ungkapnya.

Sebelumnya pada hari kedua pencarian, yakni Senin (18/12), ditemukan sejumlah potongan tubuh berupa jari-jari yang diduga bagian tubuh korban berupa jari-jari. Namun pihak SAR belum mau memastikan bahwa potongan tubuh tersebut merupakan korban yang hilang. "Kami belum bisa memastikan bahwa itu merupakan potongan tubuh korban, karena harus ada uji lab terlebih dahulu," ujarnya.

Sejauh ini, kuat dugaan korban diterkam buaya, yang memiliki populasi cukup banyak di kawasan perairan Sei Sebaung.

Sebelumnya diberitakan, Amat bersama rekannya mencari ikan di perairan Sei Sebaung, namun menggunakan perahu secara terpisah. Sebanyak empat unit perahu nelayan pukat, memukat di sekitar Sungai Sebaung sejak Sabtu (9/12) lalu.

Setiba di lokasi, perahu nelayan tersebut berpencar untuk mencari ikan. "Biasanya hingga 3-4 hari melaut, tapi hari Rabu (13/12) persatu mereka pulang tidak secara bersamaan. Hingga hari Jumat (15/12), 1 unit perahu belum juga kembali," ungkapnya, Minggu (17/12).

Lantaran hal tersebut, pihak keluarga dan rekan korban yang khawatir keberadaan korban yang hingga saat ini belum pulang, melakukan pencarian ke lokasi perairan Sei Sebaung, tempat mereka memukat.

"Di sana mereka mendapatkan perahu milik korban kandas dan tidak berjangkar, juga tidak ada korban di perahu. Sementara ikan hasil tangkapannya sudah membusuk dan pukatnya juga dalam kondisi robek," jelasnya.

Pihak keluarga dan rekan korban yang belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan korban, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian dan pihak terkait untuk tindak lanjut pencarian korban.

"Begitu kami terima laporan kami langsung berkoordinasi dengan Potensi SAR setempat dan juga keluarga korban untuk memastikan titik awal lokasi menghilangnya korban," tuturnya.(*/say)


BACA JUGA

Jumat, 18 Maret 2016 23:20
BANDARA

Masih Kurang Lighting, Bandara Juwata Termasuk Kategori Terbaik

<p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>TARAKAN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .