UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Selasa, 02 Januari 2018 16:09
Ditjen Perhubungan Harus Turun Tangan

Pengamat : Jangan Korban Sia-sia Berikutnya

PROKAL.CO, KECELAKAAN speed boat yang terjadi di Kaltara, kemarin ternyata menarik perhatian pengamat transportasi nasional untuk bersuara. Salah satunya adalah Dosen Teknik Sipil di Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, Djoko Setijowarno. 

Kepada Kaltara Pos, pria yang akrab disapa Djoko itu mengatakan, kecelakaan speed boat di Kaltara bukan terjadi kemarin saja. Dia mencatat, tahun lalu, tepatnya Selasa 25 Juli 2017, speed boat Rezeki Baru Kharisma yang terbalik di perairan Tarakan, juga patut mendapat perhatian. Saat itu, kata dia, speed boat terbalik, sekitar 200 meter dari Pelabuhan Tengkayu dan mengakibatkan 10 penumpang tewas, 11 selamat dan 4 orang diperkirakan hilang.

Peristiwa serupa terjadi di Sungai Kayan, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, kata dia, pemerintah pusat harus bergerak dan segera melakukan pembinaan alur transportasi angkutan sungai dan laut di Kaltara. Apalagi kedua speed boat malang tersebut melayani rute Tarakan-Tanjung Selor. Rute ini cukup ramai dengan frekuensi penyeberangannya cukup tinggi.

Selain itu, dibanding dengan Pelabuhan Malundung maupun Bandara Juwata Tarakan, dapat dikatakan Pelabuhan Tengkayu adalah yang terpadat. Selain pelabuhan speed boat di Tarakan, pelabuhan speed boat lainnya yang juga ada di Kaltara harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

Menurut Djoko, kondisi pelabuhan tempat penumpang berangkat dan tiba, masih minim pelayanan jika menyoal aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan. Dermaga tidak steril, semua orang dan bahkan ragam kendaraan bisa masuk tanpa ada pengawasan yang ketat dari petugas.

"Memang pelabuhan ini dikelola pemda, namun standar keselamatan, keamanan dan kenyamanan jangan sampai terabaikan,” katanya pada Kaltara Pos, kemarin.

Jika pengelolaan angkutan sungai yang juga melintasi laut, saat ini adalah kewenangan pemerintah setempat, dia kemudian mempertanyakan peran Pemerintah Pusat, dalam hal ini Ditjen Perhubungan Darat. Menurutnya, Kementerian Perhubungan perlu campur tangan menangani transportasi perairan di daerah yang masih banyak masalah.

“Hal ini harus dilakukan agar publik yang menggunakan speed boat tidak menjadi korban sia-sia berikutnya,” tegasnya. 

Selain perlu pembenahan dari pemerintah, masyarakat pengguna jasa speed boat menurutnya juga harus move on dari tingkah laku buruknya yang mengabaikan aspek keselamatan. "Penumpang terkadang juga tidak gunakan life jacket, karena tidak ada kewajiban. Tolong, ini harus diperhatikan berbagai pihak. Masyarakat sebagai penumpang juga harus terlibat," katanya.

Djoko menyarankan, sebelum speed boat berangkat, Surat Perintah Berlayar (SPB) dapat diberikan setelah seluruh penumpang memakai life jacket. Apabila ada satu saja penumpang yang tidak mengenakan life jacket, maka petugas tidak boleh memberikan SPB sebagai tindakan tegas demi terwujudnya keselamatan pelayaran. Selain itu, selama berada dalam perjalanan, juga harus ada petugas yang mengawasi. Jika ditemukan penumpang tidak menggunakan life jacket, bisa dikenakan sanksi pada penumpangnya.

"Bisa juga pemilik speed boat (diberikan sanksi tegas) jika tidak indahkan aturan," tutupnya (kj)

 


BACA JUGA

Jumat, 24 Agustus 2018 10:59

Tak Punya Uang, Motor Ipar Dicuri

TARAKAN – Karena tak punya uang, Hasan nekat mencuri motor milik keluarganya. Untuk mempertanggungjawabkan…

Jumat, 24 Agustus 2018 10:57

Polisi Bekuk Dua Pencuri

TARAKAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan berhasil menangkap dua pelaku pencurian…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:54

Vaksin MR Mengandung Babi

TARAKAN – Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:37

Curi Sepatu di Masjid, Riski Terekam CCTV

TARAKAN – Entah apa yang ada dalam pikiran pria yang satu ini. Dia adalah Riski, nekat mencuri…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:34

Masih Dibawah Umur, Pelaku Cabul Dituntut

  TARAKAN – Setelah menjalani beberapa kali proses persidangan, pelaku pencabulan AB (15)…

Senin, 20 Agustus 2018 10:43

Modus Jalan-Jalan, Cabuli Anak di Rumah Kosong

TARAKAN – Usianya yang belasan tahun membuat AB (15) sulit untuk mengendalikan hawa nafsunya.…

Senin, 20 Agustus 2018 10:40

PAD Anjlok, Retribusi Menurun

TARAKAN - Tak tercapainya target Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Tarakan tahun 2018, membuat masing-masing…

Sabtu, 18 Agustus 2018 15:24

Dapat Remisi, Mantan Pejabat Pemkot Tarakan Ini Bebas

TARAKAN- Terpidana kasus korupsi pengadaan videotron akhirnya kembali menghirup udara bebas setelah…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:55

Target PAD dan Pengalihan Aset Bikin Pusing Pemerintah

TARAKAN - Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan dan beberapa instansi terkait…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:53

Tak Dapat Restu, Ruddin Hengkang dari Golkar

TARAKAN – Dalam dunia politik apapun bisa terjadi. Seperti keputusan yang diambil oleh salah seorang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .