UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Rabu, 03 Januari 2018 16:15
Selidiki Adanya Penumpang Anak Tak Bertiket

KNKT Investigasi di Tanjung Selor

KEMBALI NORMAL : Suasana keberangkatan speedboat reguler di Pelabuhan Tengkayu I setelah sempat terkendala akibat terbaliknya SB Anugrah. (Eliazar/Kaltara Pos)

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Usai kecelakaan laut yang merenggut 8 nyawa akibat SB Anugrah Express terbalik, Senin (1/1) di Sungai Kayan, petugas terus melakukan pendalam kasus itu. Selain pemeriksaan terhadap motoris yang dilakukan pihak kepolisian, Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) juga menelusuri kemungkinan adanya penumpang gelap.

Pasalnya diduga ada beberapa penumpang berusia anak-anak yang tidak terdaftar dalam manifes keberangkatan SB Anugrah. Hal tersebut tentu menyulitkan para petugas dalam melakukan evakuasi korban. Apakah sudah seluruhnya ditemukan atau masih ada penumpang yang perlu dicari lagi. Sehingga pihak KSOP masih melakukan penyelidikan apakah masih ada penumpang yang tak terdaftar.

Kepala Unit Penyelenggaraan Pelabuhan (UPP) Bulungan Mulyono menerangkan, sebenarnya untuk kebijakan tarif SB sudah diatur oleh pemerintah. “Semua sudah tersebutkan dalam aturannya. Anak-anak yang masih di bawah 1 tahun hanya asuransi saja, sedangkan yang di atas 1 tahun diwajibkan membeli tiket,” terangnya pada Kaltara Pos, kemarin (2/1).

Sejauh yang Ia ketahui, SB Anugrah sudah memenuhi SOP pada keberangkatannya Senin (1/1) sekitar pukul 08.15 Wita, terutama mengenai jumlah penumpang. “Sudah pas 48 orang itu. Masalah apakah ada penumpang yang tidak ada tiketnya, sekarang belum bisa saya komentari karena petugas juga sedang lakukan penyidikan,” terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan, Mulyono mengatakan, untuk usia anak-anak yang diwajibkan menggunakan tiket bagi yang sudah berusia 10 tahun ke atas. Sementara di bawah 10 tahun hanya dicatat untuk asuransi.

“Saya lupa aturannya nomor berapa tapi yang 10 tahun ke atas baru dapat wajib membeli tiket. Biasanya meski anak di bawah 10 tahun tidak membeli tiket tetapi ‘kan ada petugas yang turun ke SB sebelum berangkat untuk mendata anak-anak,” sambungnya.

Adanya penumpang yang tidak tercatat, baik dewasa maupun anak-anak dirinya pun masih belum bisa mengatakan hal itu terjadi karena kelalaian. “Kelalaian atau tidak saya belum tahu, yang tidak bertiket atau apa masih diinvestigasi. Orang tahunya yang ada dimanifes saja,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk membantu mengungkap kasus tenggelamnya SB Anugrah Express, KSOP Kelas III A Tarakan turut mengirimkan tim ke Bulungan. Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas III A Tarakan, Syahruddin mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan tim sejak kemarin (2/1) ke Tanjung Selor dalam membantu melakukan pemeriksaan.

“Jadi tim dari KSOP Tarakan akan bekerj sama dengan KSOP Tanjung Selor dalam hal pemeriksaan terkait masalah kecelakaan kapal kemarin. Artinya pemeriksaan dilakukan dalam rangka yang berkaitan dengan profesi cara membawa kapalnya bagaimana,” ungkapnya.

Nantinya dalam pemeriksaan tersebut, dijelaskan Syahruddin lebih lanjut, tim KSOP akan fokus meminta keterangan kepada motoris mengenai kronologis kejadian saat itu. Sementara itu, untuk mengetahui penyebab mengapa speedboat tersebut sampai terbalik, nantinya akan dilakukan langsung oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Hari ini (kemarin, Red.) KNKT akan sampai di Tarakan dan kemungkinan akan masuk ke Tanjung Selor besoknya. Nanti mereka yang akan memeriksa penyebab terbaliknya speedboat,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, dilanjutkan Syahruddin, untuk pelayaran speedboat dengan rute Tarakan Tanjung Selor yang sempat terkendala, mulai kemarin sudah berjalan seperti biasa. Dari data yang diperoleh KSOP, akibat terbaliknya speedboat Anugrah, membuat 50 persen speedboat dengan rute Tarakan-Tanjung Selor tidak beroperasi.

“Jadi kejadian itu jumlah penumpang yang berangkat 997 dan 885 penumpang tiba. Seharusnya hari itu sudah momen arus balik, karena sudah harus masuk kerja. Namun karena dampak dari kejadian itu, sehingga ada masyarakat yang mengurungkan niatnya untuk berangkat,” pungkasnya.(*/lib/zar)


BACA JUGA

Rabu, 29 Agustus 2018 12:11

Asyik Ngopi, Motor Dinas Dicuri

TANJUNG SELOR - Kasus pencurian kendaraan bermotor kerap kali terjadi…

Rabu, 29 Agustus 2018 12:09

Tiga Mobil Tabrakan Beruntun, Satu Truk Rusak Parah

TANJUNG SELOR - Warga dikejutkan dengan suara dentuman keras yang…

Jumat, 24 Agustus 2018 11:01

Bakar Lahan Tiga Hektar, Rumah Warga Nyaris Ikut Terbakar

TANJUNG SELOR – Meski telah ada peringatan agar tak membakar…

Jumat, 24 Agustus 2018 10:59

Sidang Pungli Surat Berlayar Ditunda

TANJUNG SELOR – Sidang kasus pungutan liar penerbitan surat persetujuan…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:58

Tangkap Perampok Tambak, 11 Polisi Dapat Penghargaan

TANJUNG SELOR - Personel Polda Kaltara mendapatkan penghargaan atas prestasi…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:56

KAPAN TEGASNYA? Soal Ini, Masih Tunggu Instruksi Bupati

TANJUNG SELOR - Selain dari peredaran bensin botolan (Bentol), tampak…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:54

Distributor Berulah, Barang Kedaluarsa Masih Beredar

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Perindustrian…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:35

Kasus Narkotika Meningkat di Tanjung Selor

TANJUNG SELOR - Peredaran narkotika semakin marak terjadi terlebih lagi,…

Senin, 20 Agustus 2018 10:40

Jalan Sengkawit ‘Makan’ Korban

TANJUNG SELOR – Tak terhitung jumlah kecelakaan dan tindak kejatahan…

Senin, 20 Agustus 2018 10:36

Disperindagkop Kaltara Kecolongan, Minuman Soda Kedaluwarsa Beredar

TANJUNG SELOR – Jumlah kebutuhan rumah tangga meningkat jelang perayaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .