UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

NUNUKAN

Sabtu, 06 Januari 2018 13:04
Anak Perbatasan Ada Beridentitas Ganda?

PROKAL.CO, NUNUKAN – Setelah beberapa waktu lalu ramai dikabarkan mengenai kewarganegraan ganda oleh warga di perbatasan Nunukan. Kali ini giliran anak-anak yang diisukan memiliki kewarganegaraan ganda. Kasus anak Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di perbatasan Kecamatan Lumbis Ogong, Nunukan memiliki My Kid (kartu identitas Malaysia, khusus anak-anak) tentu harus menjadi perhatian yang serius pemerintah.

Pasalnya, beberapa pihak membenarkan hal tersebut. Dengan kasus tersebut seolah memperlihatkan dunia pendidikan di daerah perbatasan sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah perbatasan di negara tetangga.

Dinas Pendidikan (Disdik) memastikan, bahwa hal tersebut tidak terjadi di Sebatik. Namun terus dihubungkan dengan wilayah Sebatik yang memiliki pulau yang sama dengan Malaysia. Kepala UPT Disdik Sebatik, Andi Supardi menuturkan, tidak satu pun siswa yang berada di Sebatik memiliki My Kid. Dari data wilayah kerja Disdik UPT Sebatik, sebanyak 4.922 siswa tingkat SD hingga SMP hanya memiliki kartu pelajar.

“Kita sudah himpun laporannya. Kalau dari keterangan dari masing-masing Kepala Sekolah (Kepsek) tidak ada ditemukan anak sekolah yang memiliki kartu kewarganegaraan Malaysia atau My Kid,” ungkapnya, kemarin.

Kata dia, meski Sebatik juga merupakan wilayah perbatasan seperti halnya Kecamatan Lumbis Ogong. Namun untuk kepemilikan My Kid bagi para siswa saat ini belum ada yang ditemukan.

"Hampir seluruh siswa di wilayah kerja Disdik UPT Sebatik memiliki kartu pelajar, dan semuanya pakai kartu pelajar. Mulai dari tingkat SD hingga SMP, tidak ada My Kid," jelasnya.

Meskipun dirinya mengakui, masalah pendidikan masyarakat perbatasan di Indonesia sangat jauh tertinggal dibandingkan negeri jiran Malaysia. Menurutnya, dunia pendidikan Indonesia masih perlu banyak berbenah, dan menjadi perhatian pusat.

"Kita mengakui memang dari segi pendidikan kita jauh tertinggal dibandingkan negara Malaysia. Tapi kepemilikan My Kid kita terus pantau, hal ini tidak dibenarkan. Dan sejauh ini memang tidak ada kita temukan di Sebatik ada anak yang memiliki," ucapnya. (*/say)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 14 Agustus 2018 11:55

364 Napi Diusulkan Dapat Remisi, 2 Langsung Bebas

NUNUKAN – Selain perayaan hari raya keagamaan, hari kemerdekaan juga…

Kamis, 09 Agustus 2018 10:36

Pengguna Pukat Trawl Diklaim Menurun

NUNUKAN – Penggunaan pukat pada nelayan memang memiliki berbagai macam…

Kamis, 09 Agustus 2018 10:36

KPK Sorot Pelayanan TKI di Nunukan

NUNUKAN -  Persoalan yang berhubungan dengan tenaga kerja Indonesia (TKI)…

Selasa, 07 Agustus 2018 11:12

Rencana Tutup Lokalisasi Gagal

NUNUKAN – Lagi-lagi rencana yang gagal untuk dilakukan Pemerintah Kabupaten…

Selasa, 07 Agustus 2018 11:10

DERITA TKI..!! Paspor Ditahan Majikan, TKI Melintas Jalur Ilegal

NUNUKAN – Persoalan jalur ilegal yang dilalui para Tenaga Kerja…

Kamis, 02 Agustus 2018 14:03

Sabu 9 Kilogram Dikendalikan Dalam Lapas Tenggarong

NUNUKAN – Membahas peredaran narkoba di perbatasan, bukan rahasia lagi.…

Rabu, 25 Juli 2018 16:36

Tunda Tutup Lokalisasi, Pemerintah Gigit Jari

NUNUKAN - Rencana pentupan lokaliasi mungkin hanya isapan jempol belaka.…

Rabu, 25 Juli 2018 16:35

Setop Pakai Tabung Gas Malaysia

NUNUKAN – Sudah bukan hal yang baru lagi tabung gas…

Senin, 23 Juli 2018 12:43

114 CJH Siap Diberangkatkan

NUNUKAN – Meski cuaca panas melanda puluhan jemaah haji saat…

Selasa, 17 Juli 2018 09:22

Pemilik Speed Boat Maut Ditetapkan Tersangka

NUNUKAN – Pemilik speed boat yang mengalami kecelakaan dari Tawau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .