UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Kamis, 11 Januari 2018 11:08
JPU Hadirkan Saksi Penikaman Berujung Maut

PROKAL.CO, class="m230671789037691084ydpad480055msonormal">TARAKAN – Sidang kasus dugaan pembunuhan Muhammad Ilyas kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, Rabu (10/1) kemarin. Untuk diketahui, kasus penikaman yang berujung meninggalnya korban MI (21) terjadi di pinggir Jalan Wijaya Kesuma, Karang Anyar. Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi juga menghadirkan terdakwa, Muhammad Nur (MN) yang didampingi Penasehat hukumnya, Nunung Tri Sulistyawati.

Salah seorang saksi yang dihadirkan adalah Sampe Wali yang merupakan ayah kandung, Ilyas. Dalam keterangannya, Sampe menuturkan mendengar Ilyas dihubungi oleh seseorang yang diduga adalah MN. Namun keterangan Sampe dibantah oleh MN di persidangan.

“Nur (Terdakwa,Red.) panggil Ilyas (Korban,Red.) ke warung, saya di rumah tidur siang. Tidak lama, datang keluarga kasih tahu anak saya di rumah sakit kena tikam, sekitar jam 3 sore. Saya sholat ashar dulu baru ke rumah sakit sampai di rumah sakit, Ilyas sudah meninggal,” ujarnya.

Sampe mengaku, melihat tiga luka tusuk di tubuh anaknya tepatnya di bagian leher, punggung dan dada. Dia menduga, pelaku penikaman terhadap anaknya dilakukan oleh MN. Hal itu diketahui Sampe dari kerabatnya. “Saya tidak tahu ada permasalahan apa anak saya dengan Nur. Tapi saya mohon keadilan dan minta terdakwa di hukum seberat-beratnya,” kata Sampe sambil terisak tangis di persidangan.

Dari keterangan saksi kedua, Firdaus yang merupakan sepupu korban mengaku dihubungi korban saat sedang di rumah kakaknya, sekira pukul 14.30 wita, 24 Juni 2017 lalu. “Di telepon itu, dia bilang habis berkelahi dengan Nur. Dia minta saya datang ke lokasi di Karang Anyar (depan masjid),” ujar Firdaus.

Saat masih dalam perjalanan yang disebutkan korban, Firdaus sudah mendapat MN di perjalanan dengan kondisi berlumuran darah. “Saya datang itu korban sudah sama polisi di Jalan Perumnas. Sempat saya tanya orang sekitar situ, tapi tidak ada yang tahu penyebabnya,” bebernya.

Selanjutnya, Firdaus menceritakan, membawa MN ke rumah sakit menggunakan mobil pikup bersama polisi yang juga menjadi saksi di persidangan. Tim dokter Rumah Sakit Pertamedika yang menangani korban menyatakan, MN akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

“Korban waktu saya temukan bisa bicara, tapi tidak saya tanya juga siapa pelakunya. Tapi belakangan baru saya tahu kalau Ilyas pelakunya. Cuma masalah apa antara mereka berdua ini, saya tidak tahu karena saya juga tidak kenal Ilyas,” katanya.

Tak jauh berbeda dengan keterangan Firdaus, Fadli yang memberikan keterangan di persidangan mengatakan, dirinya baru saja pulang dinas di Polres Tarakan. Dan saat dalam perjalanan pulang, dia dipanggil oleh korban yang saat itu dengan kondisi mulut dan pakaian penuh darah. Korban menggunakan baju warna hitam, motor Mio warna hijau sambil melambaikan tangan.

“Pas korban dekat dengan saya, dia oleng dan sempat tabrak rumah orang langsung jatuh terlentang. Katanya, saya ditikam cepat tolong bawa saya ke rumah sakit,” kata Fadli menirukan perkataan korban.

Setelah menemukan mobil pikup, Fadli kemudian membawa MN ke rumah sakit. “Saya tanya siapa tikam? Katanya, jangan tanya dulu saya kesakitan bawa ke rumah sakit. Makanya dibantu warga, saya bawa ke rumah sakit. Dan karena waktu itu mau lebaran, saya bantu membuka jalan,” bebernya.

Sementara itu, saksi keempat Bharatu Alif juga dihadirkan dalam persidangan. Dia hanya bersaksi, melerai MN saat terlibat perkelahian dengan korban di depan sebuah warkop di Karang Anyar. Namun, saat itu keduanya langsung berpisah. “Ternyata MN menyusuli MI di jalan dan langsung melakukan penikaman,” tuturnya.

“Ada 11 orang saksi yang sebenarnya akan kita hadirkan dalam kasus ini, tapi baru empat orang ini yang memenuhi panggilan JPU. Dalam sidang selanjutnya, nanti kami panggil kembali,” kata JPU, Aulia Rahman. (*/osa)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 11:55

Target PAD dan Pengalihan Aset Bikin Pusing Pemerintah

TARAKAN - Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan dan beberapa instansi terkait…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:53

Tak Dapat Restu, Ruddin Hengkang dari Golkar

TARAKAN – Dalam dunia politik apapun bisa terjadi. Seperti keputusan yang diambil oleh salah seorang…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:45

Arief Hidayat Ajukan Gugatan

TARAKAN – Tahapan pencalonan anggota legislatif mulai memanas. Wakil Wali Kota Tarakan, Khaeruddin…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:44

AH MASAK SIH? Tak Ada Pungutan Biaya Penerbitan Sertifikat Tanah?

TARAKAN – Berhembus kabar adanya pungutan biaya penerbitan sertifikat tanah di program Pendaftaran…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:16

Utang Pemkot, Khairul : Kami Tidak Campur Tangan

TARAKAN – Tak ingin memikul beban utang Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan terlalu banyak. Pasangan…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:01

Demi Kebutuhan Hidup, Nanang Jual Sabu

TARAKAN – Pria yang satu ini sungguh sial nasibnya. Itu terungkap saat Nanang duduk dibangku persidangan…

Senin, 13 Agustus 2018 16:08

Tarakan terima Jatah 16 Ribu Kuota PTSL

TARAKAN – Tarakan mendapat jatah kuota Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 16.000…

Senin, 13 Agustus 2018 16:06

Parpol Optimis Menang Pemilu

TARAKAN – Mesin partai politik mulai memanas di pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif.…

Sabtu, 11 Agustus 2018 11:31

MUI Kaltara Tunggu Keputusan MUI Pusat

TARAKAN – Imunisasi vaksin Measles Rubella (MR) memang belum mendapatkan sertifikat halal dari…

Sabtu, 11 Agustus 2018 11:28

Pelajar Ngebut, Tabrak Emak-Emak Sampai Koit, Ini Penjelasan Saksi-Saksi

TARAKAN – Majelis hakim kembali menghadirkan saksi atas kecelakaan yang menyebabkan seorang wanita…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .