UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Senin, 29 Januari 2018 11:31
Hadirkan Saksi, Periksa Terdakwa Sabu 5 Kg

PROKAL.CO, TARAKAN – Terdakwa sabu lima kilogram duduk di kursi persidangan Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, Kamis (25/1). Untuk mendengarkan keterangan saksi, HD yang juga sipir Lapas Tarakan diduga ikut terlibat dalam jaringan sabu yang diamankan BNNK Tarakan.

Namun dua saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum(JPU) Denie Chairudin SH, ternyata memberikan kesaksian yang sedikit berbeda dengan keterangan saksi lainnya yang sudah dihadirkan dalam persidangan.

Salah satu saksi dari tim penyidik Lantamal bernama Asmoni mengatakan, telah mengikuti penyelidikan untuk menangkap HD. Itu dilakukan karena mendapat perintah atasannya untuk membantu BNNK mengungkap jaringan narkotika di dalam Lapas Tarakan.

“Juni 2017 lalu, itu saya ikut pak. Waktu penangkapan HD di Lapas Tarakan karena dari BNNK dan Lantamal sudah berkoordinasi dengan atasan saya. Dan surat tugas saya juga ada pak,” kata Asmoni.

Saat penangkapan HD, Asmoni mengaku, tidak tahu isi percakapan antara HD dengan terdakwa lainnya berinisial AN sebelum dilakukannya penyerahan barang bukti. Asmoni menjelaskan, sebelum dilakukannya penyergapaan dirinya bersama dengan anggota BNNK yang lainnya diminta untuk menangkap penerima sabu kepada AN.

“Penyergapan itu kan kita setting pak untuk mengungkap jaringan narkoba di lapas. Tapi sebelum penyergapan itu, kita ada briefing untuk menangkap yang menerima sabu karena kami tidak ada yang mengenal Hendra, pak,” bebernya.

Melanjutkan kesaksian dari Asmoni, salah satu terdakwa bersaksi dipersidangan HD mengatakan,  senjak dirinya ditangkap oleh pihak lantamal. Dikatakannya, hanya disuruh oleh HD untuk membawa sabu itu ke Lapas Tarakan tanpa memberitahu yang nanti akan menerima sabu tersebut.

“Saya sudah ngaku pak kepada lantamal, kalau sabu itu mau saya antar ke lapas. Tapi saya tidak tahu siapa yang akan menerima sabu itu nantinya. Karena instruksi dari Hendra 32, itu hanya meminta saya untuk mengantar barang itu sampai ke pos penjagaan saja pak,” Kata AN.

Kemudian, AN juga menegaskan, dirinya tidak pernah diminta untuk menyerahkan sabu kepada sipir dan hanya disuruh untuk dititip di penjagaan. “Portie itu kan pos penjagaan pak. Jadi katanya (Hendra 32) kepada saya, pokoknya sabu itu ditaruh dan bilang kalau ini titipan abang Hendra 32,” jelasnya lagi. “Dan saya sebenarnya diminta mengatar barang itu sore hari, tapi karena saya ditangkap. Jadi saya mengantarnya di malam hari,” sambungnya. (*/osa)

 


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .