UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Rabu, 31 Januari 2018 15:51
Dituntut 13 Tahun, Hakim Vonis 1 Tahun Penjara

PROKAL.CO, TARAKAN – Suasana sidang perkara kasus narkotika memanas di Pengandilan Negeri (PN) Tarakan, Selasa (30/1). Terdakwa, Agus membantah semua keterangan saksi dan adanya barang bukti yang dihadirkan dalam persidangan kasus sabu 4 gram yang menjeratnya sejak Agustus 2017 lalu.

Usahanya pun membuahkan hasil dan membuat perasaan terdakwa sedikit legah. Pasalnya bantahan yang disampaikan Agus juga membuat majelis hakim dalam sidang itu memutuskan tidak sependapat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum(JPU). Agus pun diputuskan dengan pasal yang berbeda dari tuntutan JPU.

“Karena terdakwa tidak terbukti telah melanggar unsur pasal 112 ayat 2 dan 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, maka terdakwa akan dibebaskan dari tuntutan pasal subsidair dan primer,” kata Ketua Majelis Hakim, Mahyudi Igo SH.

Namun karena terdakwa diduga terbukti sebagai pengguna Narkotika. Berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan, terdakwa pun dijerat dengan pasal 127. “Maka kami sependapat untuk menghukum terdakwa dengan pasal 127 dan menghukum terdakwa selama 1 tahun pidana penjara,” ucap majelis yang akrab disapa Igo, saat memutuskan perkara sidang tersebut.

Agus sebelumnya dituntut selama 13 tahun pidana penjara oleh pihak JPU. Mendengar putusan itu, tentu tidak bisa menyembunyikan rasa kebahagiannya. Namun bukan berarti, Agus bisa selamat dari tuntutan JPU. Pasalnya JPU, Hariyadi SH merasa keberatan dengan putusan yang diberikan oleh majelis hakim dan berencana untuk mengambil langkah hukum selanjutnya.

“Tentu kita tidak terima, vonisnya sangat jauh dari tuntukan kita. Kitanya nuntut 13 tahun, tapi diputus hanya 1 tahun saja. Makanya, kita berencana akan banding perkara ini,” kata Hariyadi.

Menanggapi hal tersebut, Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Nunung Sulistiawati SH justru mengaku, tidak tahu-menahu dengan banding yang akan diajukan oleh JPU. “Oh, kalau masalah banding itu saya tidak tahu. Karena pada saat sidang kan pihak kita sama-sama mengajukan opsi pikir-pikir,” jelas Nunung. “Tapi kalau JPU-nya benar banding kita tidak masalah karena itu hak dari JPU sendiri,” sambungnya.

Terkait dengan putusan hakim, Nunung menilai, putusan tersebut sudah cukup adil berdasarkan dengan fakta yang ada di dalam persidangan. Dia bahkan menjelaskan, bahwa sejak awal persidangan hingga putusan tak ada bukti yang mengarahkan kepada kliennya.

“Majelis Hakim itu adil karena kita kan sendiri melihat dari awal persidangan hingga putusan. Klien saya tetap mengaku tidak bersalah. Karena dia memang tidak bersalah. Apalagi keterangan saksinya juga kurang jelas dan bukti sabu yang ada juga tidak mengarah kepadanya (Agus,Red.),” imbuhnya. (*/osa)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .