UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Kamis, 01 Februari 2018 11:10
Empat Saksi Dihadirkan Sidang Sabu 5 Kg

PROKAL.CO, TARAKAN – Setelah menjalani sidang sebelumnya, oknum sipir Lapas Tarakan kembali duduk menjadi terdakwa di persidangan atas kasus sabu 5 kilogram. Pria yang berinisialHD hadir dalam ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, Rabu (31/1). Dia pun mendengar keterangan saksi yang pernah menjadi rekan kerjanya di Lapas Tarakan.

Didampingi oleh Penasehat Hukumnya, Manshyur SH,  HD harus berhadapan dengan empat orang saksi yang dihadirkan di dalam ruang sidang untuk mejelaskan kronologi penangkapannya. Mantan Komandan Regu Penjagaan Lapas Tarakan yang berinisial LO menjelaskan, saat kejadian penangkapan dirinya tak pernah menemukan kecurigaan atas adanya dugaan pelanggaraan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dilakukan HD, yang tak lain adalah anak buahnya. Bahkan, HD dianggapnya telah diculik karena penangkapan yang dilakukan tak seorang pun mengetahui.

“Pada saat itu HD memang bertanggung jawab menjaga pintu utama lapas karena para napi dan sipir lain sedang menjalankan ibadah Tarawih,” kata LO dihadapan majelis hakim. “Dan itu sudah sesuai dengan SOP kita, makanya saya kaget waktu terima kabar kalau HD terlibat jaringan Narkoba,” sambungnya.

Tidak hanya itu, LO juga membeberkan, HD merupakan sipir yang dinilai tak pernah melanggar aturan dan tak pernah meninggalkan tugas untuk kepentingan tertentu. “Kami kalau melakukan penjagaan dan memakai baju bebas itu sah saja pak, karena sipir punya baju bebas juga tapi yang berlambang lapas. Dan satu hal lagi, selama menjadi sipir, HD ini tidak pernah lalai dalam bertugas pak dan tidak pernah melakukan kesalahan dalam penugasannya,” bebernya.

Tidak hanya LO yang memberikan kesaksiannya. Saksi lainnya pun juga dihadirkan yang merupakan mantan Plt Kalapas Tarakan berinisial RU. Dia menjelaskan, dirinya sempat mencoba menemui pihak BNNK Tarakan untuk menyelamatkan HD. Namun hal itu tak bisa dilakukan, sebab pihak BNNK tetap melakukan penahanan.

“Kalau kejadian penangkapan saya kurang tahu pak, karena saat itu posisi saya berada di rumah dinas,” ungkap RU. “Hanya saja kerena saya mendapat info mengenai penangkapan HD oleh BNNK, saya pun bersama orang tua HD mendatangi BNNK untuk dimintai kejelasan. Tapi hasilnya nihil,” imbuhnya.

Melanjutkan kesaksian RU, saksi lainnya yang juga merupaan Sipir Tarakan berinisial MU dan NH juga didengarkan majelis hakim. Pihaknya pun sama sekalai tak bisa melakukan tindakan lain saat penangkapan dilakukan terhadap HD.

“Kalau saya saat itu baru kembali selesai menjaga tahanan yang ada di RSUD pak. Dan ketika sampai di lapas, saya pun kaget. Kok tiba-tiba ada keramaian di depan lapas menarik HD dan orang-orangnya saya tidak kenal juga pak,” tutur MU. 

“Sedangkan saya pada saat itu, sedang mengabsen para tahanan untuk masuk kembali ke dalam Sel pak, karena takut tahanan lari. Makanya, saat penangkapan HD, kita hanya bisa diam saja karena kondisi lapas yang tidak mungkin untuk ditinggalkan,” sambung NH saat memberikan keterangannya.

Meskipun kesaksian dari NH menutup jalannya proses persidangan. Namun rencananya, majelis hakim akan kembali melanjutkan proses sidang perkara sabu tersebut, Rabu 7 Febuari 2018 mendatang. (*/osa)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .