UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Jumat, 02 Februari 2018 14:18
Bohongi Hakim, Nenek Pengedar Sabu Diancam Hukuman Berat
MENANGIS : IS, terdakwa kasus sabu-sabu menangis saat menjalani sidang di PN Tarakan, Kamis (1/2). (Osarade/kaltara pos)

PROKAL.CO, TARAKAN – Usia yang semakin tua, tidak membuat IS menjadi sadar. Bukannya mendekatkan diri kepada Tuhan, dia malah berjibaku dalam bisnis narkotika jenis sabu-sabu. Tak pelak, hal itu membawanya berurusan dengan hukum.

Akibat perbuatannya, kini perempuan berusia 58 tahun ini harus duduk di kursi panas Pengadilan Negeri (PN) Tarakan. Kini agenda sidang yang dijalaninya sudah masuk pemeriksaan terdakwa.

Dalam sidang yang digelar Kamis (1/2), IS kerap membuat Majeis Hakim berang. Pasalnya dia sering memberikan keterangan palsu alias berbohong. Pasalnya keterangan yang diberikan tidak sesuai dengan BAP penyidik.

“Saya tidak pernah kenal dengan orang yang berinisial NN ini pak. Apalagi saya juga baru pertama kali terlibat narkotika. Ini pun saya dititip sama orang yang tidak saya kenal pak dan saya juga tidak tahu kalau ini adalah narkoba,” kata wanita paruh baya ini.

Elbert SH, Ketua Majelis Hakim pun langsung menegurnya. Hakim meminta IS jujur jika tak mau dihukum lebih lama. “Ibu jangan bohong, karena di sini yang bisa menyelamatkan ibu hanya kejujuran ibu sendiri. Percuma bohong bu kita pasti tahu. Ibu tidak mau kan hukumannya diperberat karena melanggar undang-undang dengan membuat keterangan palsu,” tegur Elbert SH.

Takut dengan teguran hakim, IS langsung mengakui semua perbuatannya di hadapan hakim. “Iya Pak, sebenarnya saya sama si NN pak, karena sebelumnya saya sempat mengambil sabu sama dia sebanyak 25 gram untuk saya jual pak,” akunya.

Agar mendapat keringanan hukuman, perempuan yang sudah memiliki cucu ini pun mengaku bisnis sabu-sabu karena faktor ekonomi dan tergiur untung yang besar. “Saya kepala rumah tangga pak, anak dan cucuk saya banyak. Makanya saya terpaksa begini untuk menyambung hidup. Apalagi setiap habis menjual barang, untungnya lumayan pak sekitar Rp 5 jutaan,” bebernya.

Kasus yang menjerat IS sendiri bermula saat dia ke Tarakan dari Tanjung Selor, Bulungan, untuk menjemput sabu-sabu pesanannya dari seorang pengedar berinisial NN, yang juga warga Bulungan, namun menyewa rumah di Jalan Swarga, Kelurahan Karang Balik.

NN bersama temannya menyewa rumah di Tarakan yang digunakan untuk transaksi sabu-sabu, akhirnya ditangkap sekira pukul 00.30 dini hari, 13 September 2017 lalu.

“Saat kami lakukan penangkapan dan penggeledahan di rumah NN ini disaksikan Ketua RT 3. Saat itu kami juga temukan satu bungkus plastik berisi sabu seberat 23,25 gram yang disembunyikan di atas plafon rumah serta dalam kotak bekas rokok di kamar temannya NN. Namun sabu tersebut diakui milik NN,” terang Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone Supit melalui Ipda Denny Mardiyanto kala itu.

Lanjut Denny, setelah diamankan NN lalu dibawa ke Polres Tarakan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pengembangan dilakukan dan akhirnya diketahui sabu dalam penguasaan NN ini sudah dipesan IS yang berencana akan ke Tarakan.

Setibanya IS di Tarakan dan melakukan transaksi dengan NN, langsung disergap dan turut dibawa ke Polres Tarakan. “Pekerjaan IS ini hanya menjaga cucunya di Bulungan. Tapi, nyambi juga jual sabu. Nanti, sabu akan dikemas lagi dalam ukuran kecil siap edar,” ungkapnya.

Rencananya, IS hanya datang ke Tarakan untuk menjemput sabu pagi hari dan akan kembali ke Bulungan siang, terbukti dari tiket yang ada di tangan IS tujuan Tarakan dan kembali ke Bulungan. Namun, IS keburu tertangkap usai transaksi sabu setibanya di Tarakan.

“Kalau pasarannya, IS ini memang lebih menguntungkan menjual sabu di Bulungan karena harganya lebih tinggi dari di Tarakan. Pasarannya buruh bangunan, kuli pasar, dan anak sekolah,” jelas Ipda Denny.

Sidang IS dan NN akan kembali dilanjutkan 8 Februari mendatang dengan agenda tuntutan dari JPU.(*/osa)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 13:16

Nekat Kirim Sabu ke Bunyu, Pria Ini Dibekuk Polisi

TARAKAN – Ada saja modus yang digunakan pelaku mengedarkan sabu, seperti yang dilakukan pria ini…

Rabu, 23 Mei 2018 13:11

Pelaku Pencurian dan Penodongan ‘Senpi’ Dibekuk Polisi

TARAKAN – Pelaku pencurian yang menggunakan senjata api untuk menodong korbannya di masjid Jami…

Rabu, 23 Mei 2018 13:09

Divonis 14 Tahun Penjara, Terdakwa Minta Keringanan

TARAKAN - Kasus yang menjerat terdakwa, Samsul mengalami beberapa kali penundaan sidang putusan. Namun,…

Rabu, 23 Mei 2018 12:52

Polisi Belum Dapat Tangkap Pelaku Pembuangan Bayi

TARAKAN – Kasus pembungan bayi yang terjadi di Kelurahan Pantai Amal, terus diselidiki polisi.…

Senin, 21 Mei 2018 15:32

Nah! Bukan Pasutri Ketahuan Berduaan di Kamar

TARAKAN - Bukannya memanfaatkan bulan ramadan untuk menjalankan ibadah, pasangan bukan suami istri ini…

Senin, 21 Mei 2018 15:14

Sudah Curi 2 Handphone, Pelaku Todong Korban Pakai Senjata Api

TARAKAN - Kaget sudah pasti yang dirasakan pria yang yang sehari-hari bertugas sebagai pengurus masjid…

Senin, 21 Mei 2018 15:04

Terdakwa Minta Hakim Ringankan Hukuman

TARAKAN -  Rasa penyesalan tidak henti-hentinya diucapkan oleh Sarifudin saat mendengar majelis…

Senin, 21 Mei 2018 15:02

Jadi Jalur Senyap Teroris

TARAKAN – Setelah sempat dihebohkan dengan beredarnya video terduga teroris, AS yang menyebar…

Senin, 21 Mei 2018 11:15

Ada Bibit Radikalisme di Tarakan

TARAKAN - Beredarnya video diduga teroris, Kamis (17/5) lalu, membuat warga Tarakan was-was. Pasalnya,…

Senin, 21 Mei 2018 11:11

Diperiksa di Bandara, Sebut Ransel Berisi BOM

TARAKAN – Di saat masyarakat tengah dihebohkan dengan aksi terorisme, pria ini malah bikin ulah.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .