UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

METRO BULUNGAN

Senin, 05 Februari 2018 15:59
Berbekal Gelar ‘Haji’, Pelaku Tipu Warga

Ada Warga yang Keluarkan Uang Jujuran

DITIPU: Ketiga wanita ini ditipu dengan berbagai modus, tampak korban berada dikontrakan pelaku yang sudah kosong. (HERI MULIADI/KALTARA POS)

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Baru tiga hari bermukim di Kabupaten Bulungan, tepatnya di wilayah Kerubung, Desa Pejalin Kecamatan Tanjung Palas, pria berinisial Haji MLK sudah berbuat tak pantas. Warga yang merasa dirugikan mengaku telah ditipu oleh Haji MLK.

Kepada warga, pelaku mengaku akan membuka usaha mebel. Namun sebelum usaha tersebut dibuka, mereka sudah beberapa kali meminta uang kepada warga dengan alasan meminjam dan akan dibayar segera.

“Baru tiga hari menetap, dengan sistem mengontrak rumah. Mereka mengakunya dari Makassar, Sulawesi Selatan,” ungkap Ketua RT 5, Ramli Tahir kepada Kaltara Pos, kemarin (4/2).

Ramli menuturkan, sebagai pemerintah di tingkat RT, dirinya wajib mengetahui nama dan asal dari daerah mana warga yang bermukim di Desa Kerubung. Namun, nama yang didapatkan Ramli justru nama samara lantaran Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang mereka miliki masih berada di Sulawesi. Dalam pengakuan pelaku, KTP itu sedang dalam perjalanan ke Bulungan karena masih dipegang oleh keluarganya yang akan menuju ke Bulungan.

“Jumlahnya ada 8 orang. Tapi yang ada (sampai di Bulungan) baru 3 orang saja. Nanti kalau sudah datang maka baru diberikan fotocopy-nya semua. Yang saya tahu, namanya Haji MLK, AL dan RZ,” sebut Ramli.

Ternyata, selama kedatangannya sejak 28 Januari 2018 lalu, Haji MLK bersama kedua rekannya menyewa rumah. Pengakuanya kepada Ketua RT mereka akan mengontrak selama 5 tahun, dan sudah dibayar. Setelah ditanyakan kepada pemilik rumah, ternyata pembayaran belum pernah dilakukan. Sejak tinggal di rumah sewa itu, sampai dengan tanggal 31 Januari 2018, sudah ada tiga orang yang tertipu atas ulah mereka.

“Saya percaya saja awalnya. Katanya sudah disewa selama 5 tahun, makanya saya tidak terlalu menaruh curiga sama tiga orang itu. Sampai hari Rabu kemarin mereka sudah menipu warga sini,” ujarnya.

Ramli menuturkan, sikap Haji MLK dan temannya dapat diterima warga karena mereka rajin ke masjid dan bersosialisasi dengan masyarakat tanpa ada batasan. Saat itu, Sabariah dijanjikan untuk dibayar setelah istri Haji MLK datang dari Sulawesi. Namun pada hari Selasa (30/1) Haji MLK berubah pikiran, dia meminta rekening Sabariah karena istrinya hanya ingin transfer sebanyak Rp 55 juta.

“Dia bilang kalau 55 juta berarti uangnya di rekening itu masih ada 7 juta, jadi itu dulu yang dimintanya. Tapi dia kan belum transfer, sudah mau minta uang,” jelasnya.

Korban kedua bernama Halimah yang ternyata telah memberikan uang kepada Haji Malik sebesar Rp 8.750.000. Uang tersebut rencananya akan dibelikan paku, semen dan seng oleh Haji Malik. Dan kembali berjanji akan mengembalikan secepatnya jika istrinya sudah datang dari Sulawesi. Ternyata pengakuan itu hanya bohong belaka.

“Dia pinjam uang untuk beli peralatan dan perkakas, dan dia bilang ayo ke Tanjung Selor, nanti dikembalikan disana uangnya di bank. Saya ikut, ternyata dia ke Pasar Induk untuk mencari pembeli sapi,” ucap Halimah.

Selepas itu dia dijanjikan untuk menggunakan bank yang ada di Tanjung Palas saja. Tapi setelah sampai, Haji Malik malah mengatakan nanti saja, karena banknya tidak bisa digunakan. Padahal uang tersebut akan digunakan sebagai uang lamaran anaknya. Sedangkan dirinya tak bisa segera menggantinya sebab dirinya hanya hidup bersama anaknya, sementara suaminya sudah meninggal dunia.

“Uang itu untuk jujuran anak saya, yang mau naik tanggal 1 Februari kemarin, tapi batal karena belum dikembalikan,” ucapnya.

Kemudian korban penipuan ketiga adalah Sri Asih, dia mengatakan, motornya telah dibawah kabur. Yakni motor Yamaha Mio bernomor polisi KT 5805 HM warna ungu, padahal saat itu Haji meminjamnya hanya untuk digunakan membeli tabung. Namun hingga sekarang motor tersebut belum kembali.

“Kerugian saya berupa motor mio yang masih baru, dia pinjam katanya mau belanja. Ternyata dibawa kabur,” tuturnya.

Dirinya mempercayai semua omongan Haji Malik karena akan tinggal lama di Kerubung. Dan dia dijanjikan bersama dengan Halimah dan Sabariah untuk menjadi tukang masak dan digaji Rp 2 juta, karena Haji Malik mau membuka usaha mebel.

“Suami saya sudah kasih uang satu juta untuk perbaiki sofa tapi hanya dibongkar saja tanpa diperbaiki lagi. Dan dijanjikan mau dipekerjakan untuk memasak lagi,” jelasnya.

Sri Asih mendapatkan informasi jika Haji Malik ini disetiap tempat mengaku dengan nama lain. Begitu juga dengan kedua temannya yakni Aldi dan Reza, Haji Malik kadang mengaku sebagai Haji Arif atau Haji Firman. Setelah dibawa kabur motornya, dia bersama suaminya bernama Jamhari mengecek ke kontrakan tapi tak menemukan apa-apa kecuali pakaian.

“Yang diambil baju dan jaket dikontrakannya sama dengan topi hitam bertuliskan Komando. Yang jelas warga yang merasakan kerugian itu adalah dua ekor sapi, uang jujuran sebesar 8.750.000 dan motor Mio,” tutupnya. (mul)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 10:40

Jalan Sengkawit ‘Makan’ Korban

TANJUNG SELOR – Tak terhitung jumlah kecelakaan dan tindak kejatahan yang terjadi di sepanjang…

Senin, 20 Agustus 2018 10:36

Disperindagkop Kaltara Kecolongan, Minuman Soda Kedaluwarsa Beredar

TANJUNG SELOR – Jumlah kebutuhan rumah tangga meningkat jelang perayaan Hari Raya Iduladha. Tak…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:49

Jaksa Kembalikan Berkas Pemeriksaan

TANJUNG SELOR – Masih ingat dengan kasus kecelakaan laut SB Harapan Baru Express yang terjadi…

Rabu, 15 Agustus 2018 15:22

Warnet Jadi Tempat Transaksi Sabu

TANJUNG SELOR – Narkoba semakin sulit dibendung peredarannya di kalangan masyarakat, khususnya…

Selasa, 14 Agustus 2018 11:59

TKA Didominasi asal Malaysia dan Tiongkok

TANJUNG SELOR – Tak sedikit tenaga kerja asing (TKA) yang terdata bekerja di Kalimantan Utara.…

Selasa, 14 Agustus 2018 11:58

Keluyuran Jam Kerja, ASN Terjaring Razia

TANJUNG SELOR – Soal kedisiplinan dan tata tertib dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) sering kali…

Selasa, 14 Agustus 2018 11:53

Penambang Pasir Ganggu Jalur Pelayaran Speed Boat

TANJUNG SELOR - Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor memberikan peringatan ke…

Senin, 13 Agustus 2018 16:05

Empat Kursi Bakal Kosong

TANJUNG SELOR - Beberapa jabatan penting di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan masih kosong, diantaranya…

Sabtu, 11 Agustus 2018 11:37

Kurang Fokus, Dua Mobil Hantam Trotoar

TANJUNG SELOR – Dua nyawa bakal melayang akibat kecelakaan yang terjadi dalam sehari Jum’at…

Sabtu, 11 Agustus 2018 11:29

TERUNGKAP..!! Bocah 7 Tahun Itu Tewas Dibekap, Siapa Pelakunya?

TANJUNG SELOR – Hampir dua pekan kasus meninggalnya gadis 7 tahun, Yara Hapna Kirani (7) putri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .