UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Senin, 05 Februari 2018 16:14
Dituntut 13 Tahun, Terdakwa Kasus Narkoba Hanya Divonis 5 Tahun Penjara

Kejari Tarakan Siap Ambil Langkah

PROKAL.CO, TARAKAN – Komitmen pemerintah memberantas narkoba hingga ke akarnya tampaknya belum bisa tuntas. Pasalnya, putusan akhir kepada terdakwa di tingkat pengadilan turut menjadi kendala upaya pemberantasan barang haram tersebut.

Baru-baru ini, Kaltara Pos memantau dua putusan kasus sabu di Pengadilan Negeri Tarakan jauh dari harapan. Terdakwa justru divonis jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam dakwaan jaksa, tiga orang terdakwa berinisial SH, YU dan MU dituntut penjara selama 13 tahun.

“Sesuai dengan pertimbangan Majelis Hakim, karena terdakwa terbukti melanggar pasal 112 jo 127 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Maka ketiga terdakwa akan dihukum selama 5 tahun pidana penjara,” kata ketua Majelis Hakim Mahyudi Igo membacakan putusannya, Senin (29/1) lalu.

Walaupun putusan itu sebenarnya jauh dibawah tuntutan dari JPU, yakni 13 tahun. Namun Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Rabsoedy Roestam ternyata masih kurang sependapat dengan putusan yang diberikan oleh Majelis Hakim. Menurutnya, Majelis Hakim seharusnya membebaskan salah satu dari 3 terdakwa, karena tidak adanya bukti, maupun keterangan saksi yang mengarah kepada salah satu terdakwa, yakni YU.

“Putusan Mejelis Hakim itu sah-sah saja karena itu kewenangan Hakim. Apalagi Hakim sudah bijak lah memutus SH dan MU selama 5 tahun. Tapi kalau YU itu seharusnya bebas, karena dari pengakuan terdakwa SH dan MU, maupun saksi itu membenarkan kalau YU sebenarnya tidak terlibat,” katanya.

Rabsoedy Roestam juga mengungkapkan, saat penangkapan, YU sebenarnya hanya apes. Pasalnya, saat penangkapan, YU berada di tempat dan waktu yang salah. Diapun akhirnya ikut dibawa polisi dan akhirnya duduk di kursi pesakitan. Begitu juga dalam perkara Agus, yakni pelaku lain yang ditangkap Unit Intelmob Satbrimob Polda Kaltim Agustus tahun lalu, juga divonis lebih rendah oleh Majelis Hakim. Dengan barang bukti 4 gram sabu dan diduga terlibat sebagai pengedar, Agus dituntut 13 tahun penjara.

Akan tetapi, dalam putusannya, Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara dan menyatakan Agus tidak terbukti bersalah melalui tindak pidana dan membebaskan dalam dakwaan kesatu dan kedua primair pasal 112 ayat 1 Undang undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dakwaan subsidair juga menurut Majelis Hakim tidak terbukti, sehingga Agus dibebaskan dari pasal 114 ayat 1 Undang undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Menurut Majelis, dalam putusannya Agus hanya terbukti sebagai seorang pecandu Narkotika, berdasarkan dari tes urine yang ada.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika untuk dirinya sendiri dan menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun,” tegas Ketua Majelis Hakim, Mahyudin Igo membacakan putusannya, (29/1).

Terpisah, Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tarakan, Banan Prasetyo saat dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan terkait dua putusan Majelis Hakim yang menurutnya diluar dugaannya. “Kami sudah berencana untuk mengambil langkah hukum selanjutnya. Putusan Majelis terlalu jauh dari tuntutan yang kami ajukan, padahal dipersidangan saksi yang ada sudah mendukung tuntutan yang kami berikan, kami akan nyatakan banding,” katanya, ditemui Jumat (2/2).

Sementara itu, Nunung Tri Sulistyawati, Penasehat Hukum(PH) terdakwa Agus mengaku tidak mempermasalahkan jika akhirnya Jaksa mengajukan banding.  “Kita tidak masalah, karena itu hak dari pihak JPU sendiri,” tandasnya. (*/osa)

 


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .