UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Selasa, 13 Februari 2018 11:44
Curi Genset Lalu Dijual, Paman Dipolisikan

PROKAL.CO, TARAKAN – Nasib tragis menimpa Teguh. Selain ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian Polres Tarakan November 2017 lalu, kini Teguh juga harus duduk di kursi sidang Pengadilan Negeri (PN) Tarakan. Dia diaporkan keponakannya sendiri yang tidak terima dengan kelakuan Teguh karena mencuri generator set (Genset) senilai Rp 2,9 juta.

Dalam sidang kemarin (12/2), Teguh hanya terdiam mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Pada tanggal 7 November 2017, terdakwa sengaja memasuki suatu perkarangan rumah untuk mengambil sebuah Genset seniliai Rp 2,9 juta. Di mana genset itu ialah milik keponakannya sendiri bernama Joko,” kata JPU Putra SH lagi.

Karena perbuatan itu, terdakwa didakwa melanggar Pasal 363 Ayat (1) ke-3 KUHP jo pasal 367 Ayat 3 KUHP. Meskipun dalam persidangan itu saksi yang ingin dihadirkan JPU tidak dapat hadir, namun Teguh yang sudah mendengar jelas dakwaan dari JPU langsung mengakui semua perbuatannya.

“Dakwaan yang dibacakan JPU itu benar semua pak dan tidak ada yang salah pak,” aku Teguh dihadapan Majelis Hakim.

Sebelumnya, genset tersebut awalnya disimpan Joko Priono, keponakan Teguh di depan rumahnya di Jalan Imam Bonjol, RT 21, Kelurahan Pamusian. Namun genset yang dibeli Joko pada bulan Juli lalu dengan harga Rp 2,9 juta ini tidak ada di tempatnya. Saat Joko menanyakan ke warga dan keluarganya, tak ada yang mengaku melihatnya.

Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone M.H.R Supit melalui Perwira Urusan Subbag Humas saat itu mengatakan, Joko memang biasa menaruh genset di depan rumah. Namun setelah kehilangan itu, dia langsung melapor ke pihak kepolisian.

“Setelah menerima laporan dari Joko, kami langsung melakukan penyelidikan dan ternyata mengarah ke pamannya korban sendiri. Tapi saat dia menanyakan pada Teguh, hanya dijawab ada, cuma diamankan,” katanya.

Ternyata, genset Joko bukan lagi diamankan, melainkan dijual oleh Teguh dan sempat di-share ke salah satu forum jual beli di Facebook. "Terus kami cari-cari, ternyata sudah dijual harga Rp 1 juta. Awalnya Teguh tidak mau mengaku, tapi kami cocokkan dengan yang di forum jual beli baru mau mengaku,” bebernya.

Polisi dan keluarga korban sebenarnya sudah berupaya untuk melakukan mediasi, namun akhirnya gagal dan Teguh terpaksa harus meringkuk di dalam Rutan Polres Tarakan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(*/osa)


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .