UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

RAGAM

Selasa, 13 Februari 2018 11:48
Menegangkan! Denjaka Rebut Obyek Vital dari Teroris dengan Serangan Dadakan
GERAK CEPAT : Sebanyak 140 prajurit Denjaka mengikuti latihan, jumlah itu termausk tim pendukung pasukan. Dalam latihan tersebut, Denjaka melakukan aksi serbuan kilat melumpuhkan teroris yang membajak obyek vital di Sebatik. (BARUNA/KALTARA POS)

PROKAL.CO, SEBATIK – Sejumlah obyek vital di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan dikuasai sejumlah teroris. Namun pembajakan obyek vital itu tak berlangsung lama setelah Prajurit Pasukan khusus TNI dari Detasemen Jalamangkara (Denjaka) berhasil menguasai dan merebut kembali, Senin (12/2) kemarin.

Pasukan elite Denjaka melakukan serbuan kilat dan tak terduga oleh puluhan teroris yang bersenjata lengkap. Dua tim atas air menggunakan Searider melaksanakan infiltrasi dengan Long Range Navigation (LRN) sebagai tim bantuan, 1 Tim Combat Freefall menggunakan pesawat Cassa CN 212 melaksanakan infiltrasi dan serbuan ke instalasi satuan radar IMMS pada pukul 04.00 Wita, 2 Tim Rubber Duck Operation (RDO) menggunakan pesawat Hercules TNI AU melaksanakan infiltrasi.

Tak hanya itu, 1 Tim Combat Freefall menggunakan pesawat Cassa CN 212 melaksanakan serbuan dan pembebasan sandera di Terminal penumpang Pelabuhan Sungai Nyamuk serta serbuan ke Gedung KPLP pada pukul 05.30 Wita secara bersamaan. Serta 1 tim lagi melakukan Fastrope menggunakan Helly Bell melaksanakan penjinakan bahan peledak di Terminal penumpang Pelabuhan Sungai Nyamuk.

Semua serbuan pasukan khusus dengan perlengkapan dan persenjataan khusus anti teror ini dilaksanakan dalam hitungan menit. Para teroris yang terdadak sebagian melakukan perlawanan namun segera dapat dilumpuhkan, sedangkan sebagian lagi menyerahkan diri. Demikian skenario latihan pemantapan yang dilaksanakan prajurit Denjaka di area perbatasan laut Pulau Sebatik, Kalimantan Utara.

Dalam latihan ini, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Bambang Suswantono yang menyaksikan langsung jalannya latihan para prajuritnya mengatakan, latihan pemantapan Denjaka di pulau terluar dimaksudkan agar prajurit dapat mengetahui betul karakteristik seluruh wilayah Indonesia.

“Latihan ini merupakan pembekalan kepada prajurit Denjaka agar mereka mengetahui persis karakteristik wilayah Indonesia, coverage area penugasan Marinir dari Sabang sampai Merauke, serta critical point yang harus mereka jaga dan amankan sebagai prajurit anti teror aspek laut TNI” bebernya.

Lebih lanjut ia mengatakan, latihan pasukan Denjaka ini bertujuan untuk memelihara profesionalisme dan kesiapsiagaan operasional prajurit Denjaka dalam melaksanakan tugas mengatasi terorisme beraspek laut, serta memelihara keterampilan intelejen khusus prajurit Denjaka dalam rangka melaksanakan Operasi Anti Teror dan meningkatkan kesiapsiagaan prajurit Denjaka untuk melaksanakan tugas operasi  sesuai perintah satuan atas.

“Materi latihan diawali dari teknik dan taktik infiltrasi darat, laut dan udara, menembak reaksi, pertempuran jarak dekat, taktik perebutan cepat, taktik pembebasan sandera, demolisi dan jihandak, penyelamatan pertolongan dan evakuasi, eksfiltrasi, prosedur pimpinan pasukan serta prosedur bantuan TNI – Polri,” ungkapnya.

Jumlah prajurit Denjaka yang diturunkan dalam latihan ini juga terbilang cukup banyak. Bambang menjelaskan, ada sebanyak 140 prajurit Denjaka yang mengikuti kegiatan ini, jumlah itu termasuk tim pendukung pasukan.

Sementara itu, latihan serangan dadakan yang dilakukan Denjaka berhasil memikat perhatian masyarakat setempat. Bahkan, dengan kekuatan yang ditunjukan oleh satuan tim khusus ini membuat masyarakat setempat semakin percaya dan merasa aman dari berbagai ancaman serangan teroris.

Salah satu tokoh masyarakat Sebatik, Haji Herman menjelaskan, ia yang mewakili seluruh masyrakat Sebatik mengaku bangga dengan melihat latihan ini. Pasalnya, bagi masyarakat Sebatik latihan seperti baru pertama kali dilihat.

“Latihan seperti inilah yang kami tunggu–tunggu agar negara tetangga kita dapat melihat kehebatan dan kekuatan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI),” katanya.

Herman juga mengharapkan agar kedepannya dilakukan kegiatan latihan rutin seperti ini lagi. Menurutnya, ini penting untuk menjaga harga diri negara Indonesia di mata negara tetangga yang sangat dekat dengan Pulau Sebatik.

Lebih lanjut, dengan melihat aksi pasukan Denjaka saat melakukan latihan, ia pun merasa sangat kagum. Sebab, selama ini ia hanya mendengar kehebatan pasukan ini saja tanpa melihatnya secara langsung.

“Tapi dengan melihat ini saya menjadi benar-benar bisa menjamin bahwa kekuatan Marinir kita sangat hebat. Dan jika benar-benar terjadi ancaman di pulau perbatasan, Marinir bisa sangat diandalkan dalam hal ini,” tambahnya.

Meskipun ia mengakui, saat ini pelanggaran terhadap kedaulatan negara Indonesia di pulau Sebatik sudah sangat berkurang. Namun ia tetap mengharapkan agar TNI selalu waspada terhadap segala ancaman yang mungkin saja bisa terjadi. (*/bpp)

 

 

 


BACA JUGA

Minggu, 20 Maret 2016 22:46

WASPADA! Pasir di Jalan Sabanar Lama Menebal, Warga Khawatir

<p>TANJUNG SELOR &ndash; Kebersihan dan keindahan sepertinya tidak dapat dipisahkan. Tetapi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .