UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Senin, 19 Februari 2018 12:03
Sally Terancam Hukuman Seumur Hidup?

PROKAL.CO, TARAKAN – Kasus bayi freezer dengan terdakwa ibu kandungnya sendiri, Sally kini sudah masuk persidangan. Setelah menjalani beberapa kali sidang, sampailah pada tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam dalam sidang tuntutan Kamis (15/2), hakim terpaksa menunda sidang. Pasalnya berkas kasus yang sempat menjadi perhatian masyarakat Tarakan, bahkan Kaltara ini belum siap.

Disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan, Rachmad Vidianto melalui Kasi Pidana Umum, Banan Prasetyo, sidang sempat dilaksanakan dan menghadirkan terdakwa di hadapan majelis hakim.

“Di persidangan sudah kami sampaikan kepada Majelis Hakim, tuntutan kami belum siap, jadi kami meminta waktu lagi satu minggu. Kami upayakan tuntutan akan kami sampaikan Rabu (21/2) pekan depan,” katanya kepada Kaltara Pos.

Menurutnya, kasus Sally menarik perhatian orang banyak sehingga menjadi dasar Jaksa lebih mempersiapkan tuntutan. Diketahui, SL terjerat kasus pidana dengan dakwaan pasal berlapis, yaitu dakwaan pertama primair pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) junto pasal 76 c Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

Dakwaan kedua primair pasal 340 KUHP tentang dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, dakwaan subsidair pasal 338 KUHP tentang dengan sengaja merampas nyawa orang lain, subsidair pasal 342 KUHP dan 341 KUHP yang mengatur tentang seorang ibu yang karena takut akan diketahui bahwa ia melahirkan anak dengan sengaja menghilangkan nyawa anaknya pada saat anak itu dilahirkan atau tidak lama kemudian.

Dalam sidang sebelumnya, suami siri Sally, Dody Haikal yang dihadirkan JPU sebagai saksi, diperiksa sekitar dua jam lebih. Sally dalam persidangan itu juga didampingi kuasa hukumnya, Nunung Tri Sulistyawati.

Dalam pengakuannya, Dody sudah menikahi Selly meski hanya sebagai istri siri sejak 4 tahun lalu. Mereka pun sempat tinggal di Jalan Selamet Riyadi, Kelurahan Karang Anyar. Kemudian mereka pindah ke Jalan Lestari, Kelurahan Karang Harapan.

Namun selama empat tahun pernikahan mereka, ternyata Sally hanya dijenguk Dody satu kali dalam sepekan. Soal kasus yang menjerat Sally, kepada majelis hakim Dody mengaku, tidak tahu dan baru mengetahui setelah polisi menghubunginya atas informasi bayi yang ditemukan di dalam freezer di tempat pencucian mobil miliknya.

“Waktu saya lihat perutnya besar sempat tanya, tapi katanya (Sally, Red.) sakit kista. Sudah saya anjurkan berobat karena bisa berobat sendiri. Saya mau antar tapi dia tidak mau,” kata Dody memberikan kesaksiannya.

Hakim Christo EN Sitorus bahkan sempat menanyakan kondisi kejiwaan Sally. Namun Dody meyakinkan Sally dalam keadaan normal. Namun soal kapan dan bagaimana Sally melahirkan serta motif istri sirinya menyimpan bayinya di dalam Freezer, Dody mengaku tak tahu. Hingga akhirnya, Sally menyembunyikan kehamilan dan melahirkan bayinya sendiri, Dody mengaku tidak tahu.

Dody sendiri sudah menikah empat kali dan memiliki enam anak. Namun soal menafkahi, Dody memastikan telah memenuhi semua kebutuhan Selly.

“Bagaimana saudara saksi (Dody) tidak tahu lihat perut istri besar? Alasan istri sakit kista, tapi saudara saksi sebagai suami tidak memastikan apakah benar terdakwa ini sakit kista. Kalau saudara saksi ini memberikan perhatian kepada terdakwa, misalnya mengantarkan ke rumah sakit untuk diperiksa pasti hal seperti ini tidak akan terjadi,” sesal Christo.

Selain itu, Christo juga mempertanyakan Dody yang minim komunikasi dengan Sally. Sehingga mengakibatkan anak kedua dari hasil pernikahan sirinya itu meninggal. Bahkan ancaman pidana penjara dalam kasus Sally hingga penjara seumur hidup.

“Bagaimana saudara saksi bisa membiarkan istri saudara dengan kondisi kejiwaannya seperti ini dan dibiarkan sendiri?” kata hakim.

“Saya sesali, tapi saya salahkan diri sendiri juga,” kata Dody menjawab pertanyaan hakim. Selain Dody, JPU juga menghadirkan MU, ibu kandung Sally. Namun dari pengakuan MU, dirinya juga kurang komunikasi dengan Dody dan hanya menanyakan soal kejanggalan yang dilakukan anaknya.

“Ada memang Sally katakan sedang kuret. Katanya anaknya tidak berkembang jadi hancur di dalam kandungan usianya 6 bulan. Katanya Sally kuret sama suaminya. Tapi saya mau tanya ke suaminya kami jarang ketemu. Kalau pun bertemu hanya di teras karena Dody kalau antar anaknya hanya di depan rumah,” ucap MU memberikan keterangan.

Keterangan MU lainnya, sebelum ditemukan ada bayi di dalam freezer, Sally sering menggunakan pakaian longgar bahkan sempat juga menggunakan hijab. “Saya lihat memang dia (Sally, Red.) gemuk dari biasanya, tapi saya tidak curiga,” katanya. (tim)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 14:21

Diterjang Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

TARAKAN – Setelah diterjang angin kencang, pohon yang berdiri kokoh ini tumbang dan menimpa rumah…

Senin, 18 Juni 2018 15:22

529 Warga Binaan Lapas Tarakan Dapat Remisi

TARAKAN – Empat warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tarakan mendapat remisi hari raya…

Senin, 18 Juni 2018 15:10

Potong Komunikasi Jaringan Narkoba

TARAKAN – Banyaknya indikasi berkembangnya jaringan narkoba di Kota Tarakan, Lapas Klas IIA Tarakan…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:37

SYUKURLAH..!! Volume Sampah Mulai Berkurang

TARAKAN - Pada H+1 lebaran, tepatnya 16 Juni 2018, volume sampah di beberapa depo sampah Tarakan mulai…

Jumat, 15 Juni 2018 20:37

Selendang Membawa Petaka

TARAKAN - Di hari lebaran Idul Fitri menjadi musibah bagi  Anto dan istrinya, Nuraini. Warga yang…

Jumat, 15 Juni 2018 20:13

WASPADA..!! Mau Tampil Cantik Pakai Selendang, Ngga Waspada Bisa Membawa Petaka, Nih Contohnya...

TARAKAN - Di hari lebaran Idul Fitri menjadi musibah bagi  Anto dan istrinya, Nuraini. Ya maksud…

Kamis, 14 Juni 2018 10:24

Dugaan Korupsi Jamal Menanti Putusan MA

TARAKAN – Meski sudah dua tahun lebih belum mengendal dan belum ada hasil putusan Kasasi. Kejaksaan…

Kamis, 14 Juni 2018 10:18
Kasus Penyelundupan Barang Impor dari Shanghai

Kejaksaan Terima Surat Pemberitahuan Penyidikan

TARAKAN – Kejaksaan Negeri Tarakan menerima terbitnya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan…

Kamis, 14 Juni 2018 10:13

Pedagang Emosi Diancam Saat Satgas Sidak Harga Daging Ayam

TARAKAN - Mendekati hari raya Idul Fitri, sejumlah bahan pangan semakin dibutuhkan. Saat pemantauan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:47

CERITA BASI..!! Lapas Sudah Over Kapasitas

TARAKAN – Sudah jadi rahasia umum kondisi lapas di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .