UTAMA | METRO BULUNGAN | TARAKAN | NUNUKAN | RAGAM | PEREMPUAN | HALO POLISI | OPINI BAH!

TARAKAN

Sabtu, 03 Maret 2018 10:03
Kasus Keracunan Massal SMP 2 Masih Misteri

Polisi Tunggu Paparan dari BPOM

PROKAL.CO, TARAKAN – Rasa penasaran warga soal hasil uji laboratorium makanan yang menyebabkan pelajar SMP 2 Tarakan keracunan massal beberapa waktu lalu belum juga terjawab. Pasalnya, hingga kini hasil uji sample itu belum turun dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subag Humas Polres Tarakan, Ipda Taharman mengatakan, untuk mengembangkan kasus itu, pihaknya harus menunggu hasil resmi dari BPOM Samarinda. Tidak hanya itu, penyidik Polres Tarakan juga akan memanggil petugas BPOM untuk melakukan pemaparan secara langsung terhadap hasil uji lab yang mereka akan rilis.

“Nanti petugasnya akan datang dari Samarinda langsung kemudian memaparkan hasilnya. Jadi hasilnya bukan negatif positif yang kita inginkan, karena hasil itu belum final,” ungkapnya.

Dijelaskan Taharman, penyidik akan secara detail meminta keterangan petugas BPOM terkait hasil lab tersebut. Nantinya, semua kandungan zat kimia yang terdapat di dalam makanan akan ditanyakan oleh penyidik.

“Hasil keterangan ahli itu tadi, misalnya kandungan yodiumnya berapa persen, misalnya dan kandungan lainnya juga. Jadi apa saja yang bisa mengakibatkan kandungan, jadi itu yang menjadi acuan penyidik,” terangnya.

Usai mendengarkan paparan secara langsung dari BPOM, penyidik yang menangani kasus tersebut akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus tersebut dilanjut atau tidak. “Sebenarnya sudah dipanggil (BPOM. Red) tapi belum datang, kita targetnya minggu depan,” imbuhnya.

Lebih detail disampaikan Taharman, apabila nantinya tidak ada bukti-bukti yang cukup dari hasil lab untuk melanjutkan kasus tersebut, maka secara tidak langsung bisa saja kasus tersebut dihentikan. Namun sampai  saat ini pihaknya masih menunggu  pemaran dari BPOM untuk kejelasan kasus tersebut.

“Nanti dilihat lagi apakah memang ada kelalaian atau sabotase, dan itu kalau terbukti nantinya. Baru penyidik mengambil langkah siapa kira-kira yang berpotensi melakukan kelalaian. Nanti dari BPOM ini bisa kita jadikan saksi ahli sekaligus,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan pelajar SMP Negeri 2, pada 7 Februari lalu dilarikan ke Puskesmas Karang Rejo di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Karang Balik, Kecamatan Tarakan Barat. Diduga, para pelajar ini keracunan usai makan nasi uduk di kantin sekolahnya saat jam istirahat, sekira pukul 10.00 wita. (zar)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 23 Maret 2016 17:10

Akhirnya! Terminal Bandara Juwata Tarakan Resmi Dibuka

<p>TARAKAN &ndash; Presiden Jokowi akhirnya menekan tombol peresmian Terminal Bandara Internasional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .